
Apakah kamu merasakan udara semakin panas, cuaca tidak menentu, dan udara segar makin sulit didapatkan?
Jika iya, berarti kamu sudah menyadari perubahan iklim semakin terasa. Perubahan iklim ini terjadi bukan tanpa alasan. Salah satu penyebab utamanya adalah emisi gas rumah kaca yang makin hari makin banyak dilepaskan ke udara.
Kenalan dengan Emisi

Emisi merupakan udara kotor. Ibaratnya napas kotor yang dikeluarkan oleh sejumlah aktivitas manusia. Ketika udara kotor terlalu banyak diproduksi, mereka akan memenuhi atmosfer dan bekerja seperti selimut yang menahan panas matahari. Akhirnya, panas dari udara kotor terperangkap di permukaan bumi.
Sejumlah aktivitas manusia berkontribusi besar menambah jumlah emisi. World Resources Institute (WRI) Indonesia, lembaga penelitian independen, melakukan riset terkait emisi di Bali. Hasil riset tersebut menemukan bahwa sektor mobilitas menjadi penyumbang emisi terbesar kedua di Bali, yaitu mencapai 43% dari total emisi yang ada di Bali pada tahun 2023. Sementara, penyumbang emisi terbesar di Bali adalah sektor energi.
“Di Bali ada sekitar 5 juta kendaraan yang terakhir katanya ada pertumbuhan per tahunnya hampir 5%,” ujar Termana dari WRI Indonesia. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat lebih dari 5 juta kendaraan di Bali. Angka ini terus meningkat secara signifikan dari tahun 2020. Padahal, jumlah penduduk Bali pada tahun 2024 hanya 4.4 juta jiwa. Angka ini menunjukkan pertumbuhan kendaraan di Bali lebih progresif dibandingkan pertumbuhan penduduknya.
Tak dapat dipungkiri, peningkatan jumlah kendaraan di Bali tak bisa lepas dari perkembangan pariwisata. Sayangnya, perkembangan pariwisata tidak dibarengi fasilitas yang memadai. Sanur dan Ubud merupakan dua kawasan pariwisata di Bali yang mengalami banyak perubahan. Tingginya mobilitas kendaraan di Sanur dan Ubud membuat warga mengeluh.
Untuk memahami lebih dalam tentang Kawasan Rendah Emisi di Bali, berikut beberapa karya jurnalistik yang berkaitan dengan emisi.
Pengembangan Kawasan Rendah Emisi di Sanur dan Ubud
Sanur Masa Depan dari Warga Sanur
Menyisir Sanur Sembari Merefleksi Kawasan Pesisir di Urban Social Forum
Sanur Berbenar, dari Shuttle Hingga Perluasan Trotoar
Opini Warga tentang Kawasan Rendah Emisi di Sanur
Mengharapkan Perubahan Ubud dari Warga dan Pemerintah
Ubud yang Tenang Berubah Bising dan Macet
Jelajah Inovasi Desa di Ubud, dari Transportasi Hingga Pedestrian
Siapkah Kita dengan Dekarbonisasi Transportasi di Bali?
Jalan Panjang Bali Menuju Nol Emisi
Matahari Terbit Dulu Vs Sekarang
Merdeka dalam Akses Ruang Publik
Anak Muda dan Transportasi Publik di Bali
Hikayat Pesisir, Tentang Rumput dan Kisah yang Perlahan Hilang
Kumpulan karya ini juga dapat diakses di notion.
kawijitu kawijitu kawijitu kawijitu










