• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, May 1, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

I Gusti Ayu Septiari by I Gusti Ayu Septiari
11 January 2026
in Kabar Baru, Lingkungan, Pelayanan Publik
0
0

Apakah kamu merasakan udara semakin panas, cuaca tidak menentu, dan udara segar makin sulit didapatkan?

Jika iya, berarti kamu sudah menyadari perubahan iklim semakin terasa. Perubahan iklim ini terjadi bukan tanpa alasan. Salah satu penyebab utamanya adalah emisi gas rumah kaca yang makin hari makin banyak dilepaskan ke udara.

Kenalan dengan Emisi

Emisi merupakan udara kotor. Ibaratnya napas kotor yang dikeluarkan oleh sejumlah aktivitas manusia. Ketika udara kotor terlalu banyak diproduksi, mereka akan memenuhi atmosfer dan bekerja seperti selimut yang menahan panas matahari. Akhirnya, panas dari udara kotor terperangkap di permukaan bumi.

Sejumlah aktivitas manusia berkontribusi besar menambah jumlah emisi. World Resources Institute (WRI) Indonesia, lembaga penelitian independen, melakukan riset terkait emisi di Bali. Hasil riset tersebut menemukan bahwa sektor mobilitas menjadi penyumbang emisi terbesar kedua di Bali, yaitu mencapai 43% dari total emisi yang ada di Bali pada tahun 2023. Sementara, penyumbang emisi terbesar di Bali adalah sektor energi.

“Di Bali ada sekitar 5 juta kendaraan yang terakhir katanya ada pertumbuhan per tahunnya hampir 5%,” ujar Termana dari WRI Indonesia. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat lebih dari 5 juta kendaraan di Bali. Angka ini terus meningkat secara signifikan dari tahun 2020. Padahal, jumlah penduduk Bali pada tahun 2024 hanya 4.4 juta jiwa. Angka ini menunjukkan pertumbuhan kendaraan di Bali lebih progresif dibandingkan pertumbuhan penduduknya.

Tak dapat dipungkiri, peningkatan jumlah kendaraan di Bali tak bisa lepas dari perkembangan pariwisata. Sayangnya, perkembangan pariwisata tidak dibarengi fasilitas yang memadai. Sanur dan Ubud merupakan dua kawasan pariwisata di Bali yang mengalami banyak perubahan. Tingginya mobilitas kendaraan di Sanur dan Ubud membuat warga mengeluh.

Untuk memahami lebih dalam tentang Kawasan Rendah Emisi di Bali, berikut beberapa karya jurnalistik yang berkaitan dengan emisi.

Pengembangan Kawasan Rendah Emisi di Sanur dan Ubud

Sanur Masa Depan dari Warga Sanur

Menyisir Sanur Sembari Merefleksi Kawasan Pesisir di Urban Social Forum

Sanur Berbenar, dari Shuttle Hingga Perluasan Trotoar

Opini Warga tentang Kawasan Rendah Emisi di Sanur

Mengharapkan Perubahan Ubud dari Warga dan Pemerintah

Ubud yang Tenang Berubah Bising dan Macet

Jelajah Inovasi Desa di Ubud, dari Transportasi Hingga Pedestrian

Siapkah Kita dengan Dekarbonisasi Transportasi di Bali?

Jalan Panjang Bali Menuju Nol Emisi

Sanur Masih Seasik Dulu?

Matahari Terbit Dulu Vs Sekarang

Sanur Dulu Vs Sekarang

Shuttle Sanur

Jalan Kaki di Ubud

Pemasangan Wayfinding di Ubud

Mobilitas di Bali Saat Ini

Merdeka dalam Akses Ruang Publik

Anak Muda dan Transportasi Publik di Bali

Sepeda untuk Semua

Merdeka di Ruang Publik

Hikayat Pesisir, Tentang Rumput dan Kisah yang Perlahan Hilang

Kumpulan karya ini juga dapat diakses di notion.

kawijitu kawijitu kawijitu kawijitu
Tags: bali nol emisikawasan rendah emisiKawasan rendah emisi di Bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Gusti Ayu Septiari

I Gusti Ayu Septiari

Suka mendengar dan berbagi

Related Posts

Kata Warga Ubud tentang Kemacetan dan Fasilitas Publik

Kata Warga Ubud tentang Kemacetan dan Fasilitas Publik

3 October 2025
Ubud yang Tenang Berubah Bising dan Macet

Pengembangan Kawasan Rendah Emisi di Sanur dan Ubud

19 September 2025
Sanur Berbenah, dari Shuttle Hingga Perluasan Trotoar

Opini Warga tentang Kawasan Rendah Emisi di Sanur

18 September 2025
Ubud yang Tenang Berubah Bising dan Macet

Ubud yang Tenang Berubah Bising dan Macet

10 September 2025
Siapkah Kita dengan Dekarbonisasi Transportasi di Bali?

Siapkah Kita dengan Dekarbonisasi Transportasi di Bali?

8 September 2025
Mungkinkah Kawasan Rendah Emisi di Bali?

Mungkinkah Kawasan Rendah Emisi di Bali?

8 October 2024
Next Post
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aku Dede, Ini Ceritaku dengan Difabel Sensorik Netra

Refleksi Hari Buruh Bagi Orang dengan Disabilitas Netra 

1 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
Aksi Hari Buruh Masih Menyoroti Ketidakadilan bagi Pekerja Pariwisata

Aksi Hari Buruh Masih Menyoroti Ketidakadilan bagi Pekerja Pariwisata

1 May 2026
Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

30 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia