Oka Rusmini Mengubah Puisi jadi Ekshumasi Sejarah dalam Karya Barunya
Sastrawan Oka Rusmini kembali meramaikan lanskap sastra Indonesia melalui karya terbarunya, Kembang (Gramedia Pustaka Utama, 2026). Buku ini menandai fase pendewasaan estetik sekaligus politis bagi penulis yang selama empat dekade konsisten membongkar konstruksi adat dan patriarki. Kali ini, Oka tidak lagi melontarkan kritik secara lantang, melainkan "berbisik" di dapur dan lorong sejarah, menggali jasad ingatan perempuan yang terkubur oleh kuasa politik, agama, dan tradisi. Mirna Yulistianti, editor senior Gramedia Pustaka...
Read moreDetails









