• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, January 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Siapkah Kita dengan Dekarbonisasi Transportasi di Bali?

Kresnanta by Kresnanta
8 September 2025
in Agenda, Kabar Baru, Lingkungan
0
0

Jalanan padat, masifnya kendaraan pribadi, serta kemacetan di kawasan wisata mungkin menjadi gambaran umum transportasi di Bali hari ini. Gambaran ini pula yang dijelaskan Maria Silain sebagai Low Carbon Mobility Specialist WRI Indonesia untuk membuka Sesi Tematik 1 dalam Forum Nasional Pekan Iklim Bali 2025 pada Senin, 25 Agustus 2025. Dengan tema Dekarbonisasi Transportasi: Mendorong Kawasan Rendah Emisi dan Mobilitas Berkelanjutan, sesi ini mengupas peta jalan transportasi rendah emisi sekaligus inisiatif Bali Low Emission Zone Initiative (BLEZI).

Maria menekankan bahwa tantangan mobilitas di Bali cukup kompleks. “Kita melihat bahwa saat ini jumlah penduduk di Provinsi Bali itu mencapai 4,3 juta penduduk. Lalu ada target pertumbuhan perekonomian di Provinsi Bali sekitar 6 persen dalam 10 tahun ke depan, dan di mana 70 persen aktivitas ekonomi itu berada di kawasan Sarbagita yaitu Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan,” jelasnya. Dalam kurun waktu yang sama, proyeksi jumlah wisatawan diperkirakan melonjak hingga 20 juta kunjungan. 

Di tengah pertumbuhan ini, masyarakat Bali masih sangat bergantung pada kendaraan pribadi, dengan mode share mencapai 95 persen dan pertumbuhan kepemilikan kendaraan sekitar 5 persen setiap tahun. Kondisi angkutan umum belum memadai, serta cakupan layanannya baru menjangkau 16 persen wilayah Sarbagita. Tak heran jika transportasi menjadi penyumbang 40 persen emisi di Bali. Menurut Maria, pergeseran menuju transportasi umum, mobilitas aktif, dan kendaraan rendah emisi bukan hanya penting untuk mengurangi emisi, tetapi juga meningkatkan kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Bali sejatinya telah memiliki sejumlah regulasi sebagai dasar dekarbonisasi, seperti Peraturan Gubernur Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Ada juga Rencana Pembangunan Rendah Karbon Daerah Provinsi Bali (RPRKD) serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor 12 Tahun 2024 yang menyebutkan bahwa provinsi wajib menyusun rencana aksi mitigasi emisi.

Inisiatif BLEZI kemudian dipaparkan oleh Dini Ahmatullah, Transport and Urban Design Specialist WRI Indonesia. BLEZI dirancang sebagai sandbox atau kawasan percontohan implementasi peta jalan dekarbonisasi, dengan tahap awal di Sanur dan Ubud. Sanur dipilih karena daya tarik wisata dan potensi besar bagi pejalan kaki, sedangkan Ubud dipilih karena menjadi pusat pariwisata alam dan budaya yang sudah dikenal secara internasional. 

“Kami rangkum dengan yang kami sebut house of strategy. Pertama, terkait manajemen lalu lintas kawasan di mana nanti kendaraan-kendaraan akan dibatasi melalui standar emisi. Kemudian terkait mobilitas aktif yaitu penyediaan jalur-jalur pejalan kaki dan juga sepeda. Yang ketiga adalah integrasi transportasi umum, transportasi publik baik dari luar kawasan maupun di dalam kawasan. Dan yang terakhir adalah teknologi rendah karbon, termasuk di dalamnya adalah infrastruktur pendukung seperti SPKLU, SPBLU, juga moda transportasi rendah karbon tersebut,” jelasnya.

Sejumlah inisiatif sudah berjalan seperti peluncuran charging station di Desa Peliatan, shuttle listrik di Desa Adat Intaran, perbaikan trotoar di Sanur, dan tactical placemaking yang mengubah area parkir menjadi ruang publik.

Pemaparan dari hasil riset WRI Indonesia tersebut ditanggapi oleh lima pembicara lainnya yang menjelaskan implementasi dekarbonisasi ini pada sektor masing-masing. Felipe Ramirez Buitrago dari WRI Ross Center menjelaskan, “When we talk about decarbonization, we think that it’s electrifying. But what we need to know is all about land use. It’s about how and where people live, and the quality of life.” Penerapannya bisa dilihat dari beberapa kota di Eropa seperti Berlin, Milan, Stockholm, dan sebagainya yang memiliki area bebas kendaraan, membebaskan masyarakatnya untuk commuting.

I Made Parmita, Jro Bendesa Padang Tegal, berbagi langkah yang sudah dilakukan di Ubud. Ia menjelaskan bahwa inisiatif kawasan rendah emisi di Ubud sebenarnya sudah sejalan dengan berbagai upaya pelestarian lingkungan dan tata ruang desa. Contohnya, konservasi hutan Monkey Forest yang awalnya hanya 12 hektar pada 2012, kini diperluas menjadi 24 hektar. Tujuan konservasi ini bukan hanya melestarikan ekosistem, tetapi juga menjaga kualitas udara dan cuaca agar tetap sejuk dan asri.

Selain itu, Desa Padang Tegal telah membangun dua sentral parkir besar, salah satunya di Monkey Forest yang mampu menampung sekitar 800 mobil dan 400 sepeda motor. Ubud juga sudah mulai menerapkan kawasan bebas kendaraan. Sebagai pilot project, Jalan Gaotama di malam hari ditutup total untuk kendaraan, sementara siang hari hanya boleh dilewati kendaraan pemasok barang dan sepeda motor. Selain itu, Jalan Sugriwa juga diperluas untuk jalur pedestrian. Ini memberikan ruang lebih bagi pejalan kaki.

Dari pemerintah pusat, Tatan Rustandi menyoroti perilaku wisatawan yang lebih berorientasi pada kenyamanan pariwisata, sehingga pengembangan transportasi publik harus menyesuaikan pola perjalanan mereka, terutama dari bandara ke destinasi wisata. Sementara itu, Etsa Amanda dari ViriyaENB menjelaskan dukungan pendanaan strategis yang diberikan untuk sektor transportasi, energi, industri, dan lingkungan binaan agar transisi menuju emisi nol bersih bisa berjalan nyata.

Penerapan dekarbonisasi di Bali tentu bukan jalan singkat. Dibutuhkan perbaikan infrastruktur secara konsisten sekaligus perubahan kebiasaan masyarakatnya. Sudah siapkah kita untuk menempuh jalan panjang rendah emisi dan berkelanjutan?

https://www.english.focaravajuce.org/ kampungbet
Tags: bali low emission zone initiativeBLEZIdekarbonisasidekarbonisasi transportasi balikawasan rendah emisipekan iklim balitransportasi di bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Kresnanta

Kresnanta

capture. eat. travel.

Related Posts

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Memperjuangkan Bali Bebas Macet: Catatan Akhir Tahun demi Transportasi Berkelanjutan di Bali

Memperjuangkan Bali Bebas Macet: Catatan Akhir Tahun demi Transportasi Berkelanjutan di Bali

13 December 2025
Jejak Pangan, Jejak Iklim. Apakah Benar Bali Surplus Beras?

Jejak Pangan, Jejak Iklim. Apakah Benar Bali Surplus Beras?

3 October 2025
Kata Warga Ubud tentang Kemacetan dan Fasilitas Publik

Kata Warga Ubud tentang Kemacetan dan Fasilitas Publik

3 October 2025
Ubud yang Tenang Berubah Bising dan Macet

Pengembangan Kawasan Rendah Emisi di Sanur dan Ubud

19 September 2025
Sanur Berbenah, dari Shuttle Hingga Perluasan Trotoar

Opini Warga tentang Kawasan Rendah Emisi di Sanur

18 September 2025
Next Post
Koalisi Jurnalis dan LBH Bali Mendesak Polda Menindaklanjuti Laporan Kekerasan saat Liputan Aksi

Koalisi Jurnalis dan LBH Bali Mendesak Polda Menindaklanjuti Laporan Kekerasan saat Liputan Aksi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia