• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, January 22, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Sanur Masa Depan dari Warga Sanur

I Gusti Ayu Septiari by I Gusti Ayu Septiari
18 August 2025
in Kabar Baru, Travel
0
0

Sanur Archive, sebuah akun Instagram yang membawa pengikutnya ke masa lalu melalui foto-foto lama. Dalam akun Instagram tersebut terdapat ratusan gambar yang menunjukkan kehidupan Sanur di masa lalu, mulai dari aktivitas masyarakat, perkembangan pariwisata, hingga perkembangan seni di Sanur.

Unggahan Sanur Archive. Unggahan lainnya dapat dilihat di sini.

Berselancar di Sanur Archive seolah membuka mata dan menyadari begitu banyak perubahan yang terjadi di Sanur. Dalam salah satu unggahannya, Sanur Archive menampilkan gambar Pantai Sanur tahun 1970-an. Tampak sebuah perahu yang bersandar di tepian pantai. 

Kawasan pesisir saat itu jauh dari masalah abrasi dan erosi. Nyiur pohon kelapa seolah terasa menembus layar. Dalam salah satu unggahannya, Sanur Archive menuliskan Sanur di era 1970-an yang masih sederhana. Ketenangan pantainya menunjukkan Sanur yang belum tersentuh modernitas. 

Nanik, salah satu warga asal Sanur pun mengakui banyak perubahan yang terjadi pada Sanur. Seingatnya, di tahun 1980-an, garis Pantai Sanur tidak sempit seperti sekarang ini. “Dulu tu pasirnya sampai ke sini,” kata Nanik menunjuk warungnya yang berada di belakang bus stop Pantai Mertasari.

Namun, ancaman abrasi mendatangi Sanur. Akibatnya, garis pantai menyempit, pemecah ombak pun dibangun. Ketika gelombang besar menghampiri, pasir putih tak lagi terlihat.

Perubahan Sanur tidak hanya terjadi pada ekosistem alaminya. Ketenangan Sanur perlahan memudar sejak pembangunan hotel tertinggi di Bali pada tahun 1963 dan mulai beroperasi pada tahun 1966. 

Tahun 1990-an, Sanur telah berubah sepenuhnya menjadi kawasan pariwisata. Masyarakat Sanur dan pariwisata pun hidup berdampingan.

Dampak paling besar yang dirasakan masyarakat Sanur akibat masifnya perkembangan pariwisata adalah kemacetan. Sanur tak lagi mengenal kata tenang. Riuh pariwisata membawa kendaraan keluar masuk Sanur.

Saat ini Sanur tak jauh dari kata macet. Kania, salah satu warga Sanur, mengeluhkan parkir liar dan taksi yang berhamburan di jalanan. “Parkir-parkir di pinggir jalan itu lo super ganggu. Mereka nggak punya garasi, tapi punya mobil, jadinya parkir di pinggir jalan… Taksi-taksi juga tolong dong kalau jalan jangan lambat-lambat, orang yang cepat-cepat jadinya terhambat,” keluhnya.

Nanik juga mengeluhkan hal serupa. Ia berjualan di Pantai Mertasari yang saat ini juga semakin ramai dikunjungi wisatawan. Ia masih ingat betul acara besar di Pantai Mertasari yang membuat jalanan membludak. Sistem e-parkir baru yang diterapkan di Pantai Mertasari membuat kendaraan mengantre untuk keluar. “Ada dua atau tiga jam itu macetnya,” ujar Nanik.

Perkembangan Sanur menjadi kawasan pariwisata juga mengubah hidup masyarakatnya. Nyoman Sani, penduduk Sanur yang menyaksikan perubahan Sanur secara perlahan menjelaskan bahwa Sanur adalah desa yang lengkap. Ada pesisir, sawah, bahari, agrikultur, hingga seni. “Lambat laun (Sanur) mulai berubah dan dampak pariwisata jauh lebih banyak sebagai sumber pendapatan masyarakat,” ujar Sani.

Perahu-perahu nelayan digantikan oleh kursi berjemur yang lebih menggoda. Tata ruang pun berubah, sempadan pantai lebih menarik dijadikan area berjualan. Sani menceritakan lahan tanam di Sanur yang digantikan villa, penginapan, restoran, mini market, dan menjamur laundry.

“Sanur bukan daerah yang luas, apabila dikelola dengan baik tentu perubahan akan membawa dampak yang baik pula. Membatasi supermarket yang semakin banyak di daerah Sanur, tentu harus menjadi perhatian pengampu Desa Sanur. Karena berpengaruh juga pada pengelolaan ekonomi setempat,” tutur Sani.

Tidak sedikit masyarakat Sanur yang memfokuskan sumber mata pencahariannya pada pariwisata. Warung-warung lokal berjejer sepanjang kawasan Sanur. Awalnya terlihat menjanjikan bagi mereka, tetapi kini warung lokal itu harus bersaing dengan warung-warung besar.

Sani mengharapkan Sanur tetap memiliki identitas slow life. Sebagai pegiat seni, ia juga mengharapkan banyaknya tumbuh komunitas seni rupa dan sastra di Sanur. Harapan lain pun datang dari Kania. “Semoga Sanur sampahnya tidak membludak karena mengganggu banget. Terus jalan-jalanan yang bolong semoga secepatnya di aspal,” ungkap Kania.

Sanur tak sepenuhnya diperuntukkan sebagai kawasan pariwisata. Sanur masih memiliki masyarakat lokal yang diam-diam mengharapkan perubahan yang lebih baik di tengah hiruk pikuk pariwisata.

bandungpafi sangkarbet sangkarbet
Tags: macet Sanurmasa depan SanurSanur
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Gusti Ayu Septiari

I Gusti Ayu Septiari

Suka mendengar dan berbagi

Related Posts

“Pesuan Kebisan Ragane” Api Jengah Pemuda Intaran Sanur

“Pesuan Kebisan Ragane” Api Jengah Pemuda Intaran Sanur

10 October 2025
Sanur Masih Belajar Ramah pada Kaki dan Roda 

Sanur Masih Belajar Ramah pada Kaki dan Roda 

9 October 2025

Mempertahankan, Sebaik-Baiknya Cara Mereka untuk Melawan

29 September 2025
Dilema Subak Intaran di Antara Gempuran Sampah Plastik

Dilema Subak Intaran di Antara Gempuran Sampah Plastik

26 September 2025
Pantai: Ruang Hidup yang Mengubah Hidup Bu Tude

Pantai: Ruang Hidup yang Mengubah Hidup Bu Tude

25 September 2025
Sanur Masa Depan dari Warga Sanur

Anak Muda Sanur dalam Penguatan Identitas Adat, Pariwisata, dan Ekonomi Lokal di Bali

23 September 2025
Next Post
Jalan Terjal Target Energi Bersih Bali

Pekan Iklim Bali: Titik Temu Ambisi dan Aksi Iklim

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Ratusan Titik di Bali Alami Bencana

Menghitung Konversi Tutupan Lahan Bali Menjadi Lahan Terbangun

21 January 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Finansialisasi Desa-desa di Bali

20 January 2026
Mosi Tidak Percaya adalah Pemuda yang Bersuara

Aksi Agustus: Dewan Pers Menugaskan Ahli Pers Memantau Kasus Kekerasan pada Jurnalis di Bali

20 January 2026
Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia