• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, January 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Proses Pembuatan Arak Lontar Bali di Kecamatan Kubu, Karangasem

Ketut Sepi by Ketut Sepi
22 November 2024
in Kabar Baru, Pertanian
0
0

Nengah Putu sedang memantau proses pembuatan arak di rumahnya. Foto oleh: Risky dan Sepi

Penulis: Ketut Sepi dan I Gede Riski Ariawan

Sepanjang jalan Desa Sukadana dikelilingi oleh pepohonan lontar yang menjulang tinggi. Sejauh mata memandang, kanan dan kiri jalan penuh dengan pohon lontar. Ternyata pohon lontar ini diolah menjadi beragam produk yang memiliki nilai jual, salah satunya adalah arak. Arak terkenal sebagai salah satu minuman beralkohol khas Bali. 

Arak lontar menjadi peluang bisnis yang menjanjikan bagi warga Desa Sukadana. Nengah Putu merupakan salah satu pembuat arak lontar dari Desa Adat Munduksari. Bagian yang diambil dari pohon lontar untuk pembuatan arak adalah air pohonnya. Air pohon lontar diambil dengan cara meletakkan tempat penampung air di pucuk pohon lontar. Biasanya, air dari pohon lontar akan banyak menetes ketika bulan Juni dan Juli.

Air pohon lontar sebelum proses fermentasi. Foto oleh: Risky dan Sepi

Nengah Putu menjelaskan bahwa ia harus mendiamkan wadah tersebut selama semalaman untuk menampung air yang menetes. Air tersebut kemudian difermentasi selama tiga hari. Setelah tiga hari, air yang telah difermentasi akan dimasak selama tujuh jam. Proses ini disebut penyulingan untuk mengambil uap air. Uap air inilah yang kemudian menghasilkan air arak.

Modal yang dikeluarkan dalam pembuatan arak tersebut berkisar kurang lebih Rp70 ribu, dengan rincian Rp50 ribu untuk air lontar dan Rp22 ribu untuk gas LPG. Dalam sehari, Nengah Putu menghasilkan lima botol arak yang dijual seharga Rp16 ribu per botolnya.  

Sayangnya, Nengah Putu hanya memasarkan arak tersebut di sekitaran desa. Ia tidak memiliki akses untuk menjual arak tersebut di luar daerah. Jika dihitung berdasarkan modal yang disampaikan Nengah Putu untuk pembuatan arak, ia hanya bisa mendapatkan laba Rp10 ribu. Penjualan arak tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

“Kalau yang lainnya kayak beli sepeda motor itu aduh nggak bisa karena ini uangnya kan dikit dapat,” tutur Nengah Putu ketika ditemui di kediamannya. Meski memiliki potensi dan nilai jual, sangat disayangkan pemasaran arak lontar dari Desa Adat Munduksari tidak diluaskan dan hanya sekadar dipasarkan di sekitar desa tersebut. 

kampungbet
Tags: arak balidesa sukadanakelas jurnalisme warga
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Ketut Sepi

Ketut Sepi

Related Posts

Rumah Panggung Loloan makin Hilang

Rumah Panggung Loloan makin Hilang

6 January 2026
Banjir di Banjar Sebual, Warga Bangkit Bersama Setelah Bencana

Banjir di Banjar Sebual, Warga Bangkit Bersama Setelah Bencana

21 December 2025
Beban Tak Terlihat Remaja Bali di Jembrana

Beban Tak Terlihat Remaja Bali di Jembrana

20 December 2025
Menimbang Ulang Pengertian Masyarakat Pesisir dari Pantai Sanur

Menimbang Ulang Pengertian Masyarakat Pesisir dari Pantai Sanur

15 October 2025
Masa Depan Pantai Sindhu dari Kacamata Pemilik Usaha

Masa Depan Pantai Sindhu dari Kacamata Pemilik Usaha

12 October 2025
“Pesuan Kebisan Ragane” Api Jengah Pemuda Intaran Sanur

“Pesuan Kebisan Ragane” Api Jengah Pemuda Intaran Sanur

10 October 2025
Next Post
Cek Fakta (Keliru): 154 Kasus Kekerasan Terlapor di Bali

Cek Fakta (Keliru): 154 Kasus Kekerasan Terlapor di Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia