• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, March 8, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Masa Depan Pantai Sindhu dari Kacamata Pemilik Usaha

Ayulia Amanda by Ayulia Amanda
12 October 2025
in Kabar Baru, Travel
0
0

Warga lokal di Pantai Sindhu, salah satu kawasan di daerah pesisir Sanur, menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan bisnis dan melindungi lingkungan di sekitar pantai. Mulai dari persaingan usaha, masalah sampah, pengelolaan parkir, hingga praktik penangkapan ikan ilegal. Hal ini dipandang pemuda Pantai Sindhu sekaligus pemilik warung Mr. Kopi Sanur, Hery Nata (33), sebagai tantangan yang perlu segera mendapatkan solusi. 

Menurut Hery, lahan usaha di sepanjang jalur pedestrian Pantai Sindhu dikelola oleh Bhaga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) Intaran bersama dua banjar, yaitu Banjar Sindhu Kaja dan Banjar Sindhu Kelod. Usaha kecil yang dimiliki Hery berada di bawah naungan Banjar Sindhu Kaja, yang juga mengelola konservasi penyu.

“Untuk mendapatkan space di sini susah sekali. Awalnya belum buka, saya sudah bayar setengah biaya sewa agar bisa memegang tempat. Tapi diseleksi sih dari pihak banjar dan mereka memang memprioritaskan orang lokal. Lokal support lokal,” katanya.

Biaya sewa lahan yang dikenakan kepada Hery sebesar Rp1,2 juta per bulan. Meski pendapatan Hery tergolong tinggi karena berbisnis kopi, ia menuturkan bahwa ada beberapa aturan tidak tertulis yang perlu ditaati, seperti tidak boleh memasang penghalang angin berbahan plastik. Hal ini karena akan menimbulkan kesan kotor pada warung kopi miliknya.

Ada beberapa pesaing yang memiliki usaha yang sama dengan Hery. Namun, Hery melihat usaha-usaha tersebut sebagai tanda bahwa geliat bisnis di Pantai Sindhu sangat baik.

Pengunjung Lokal Kerap Buang Sampah Sembarangan

Hery memandang bahwa masalah utama Pantai Sindhu adalah sampah. Ia kerap melihat pengunjung lokal membuang sampah sembarangan, terutama pada akhir pekan.

“Jika ada pengunjung beli jagung di depan, kan bawa plastik tuh. Lalu dibuang sembarangan di pantai. Padahal tinggal diikat dan dibuang ke tempat sampah terdekat,” tutur Hery.

Ironisnya, turis asing yang sering memungut sampah di pantai. “Sering saya lihat mereka setelah mandi, siangnya mungut sampah dari utara sampai selatan, seperti sedotan dan tutup botol. Warga lokal juga ada yang inisiatif. Biasanya mereka membedakan sampah plastik dan rumput laut karena rumput laut bisa ditanam kembali,” tambahnya.

Hery juga menyayangkan tidak adanya penanda tempah sampah. Kalau pun ada, tetap saja ada pengunjung yang buang sampah sembarangan. Terkadang, Hery bersama pemilik UMKM lain di sekitar usaha Hery menampung sampah pengunjung di tempat sampah mereka.

Infrastruktur Parkir yang Kurang Memadai

Parkiran menjadi isu utama lainnya yang dinilai Hery dapat mengurangi prospek bisnis di Pantai Sindhu. Ia melihat bahwa parkir motor yang tersedia di Pantai Sindhu sering penuh karena pegawai Icon mall kerap parkir di sana. Sementara, mobil tidak memiliki akses parkir, sehingga para pengunjung memarkirkan mobil mereka di Icon Mall.

“Kalau saya lihat, tamu itu biasanya bawa guide, turunnya masih susah di Pantai Sindhu. Paling mudah mereka turunin turis di Icon Mall. Ya, cuma macet dan parkir saja, sampai pecalang kewalahan ngurusin parkir,” ujar Hery.

Penangkapan Ikan Ilegal dan Abrasi Pantai

Selain sampah dan parkir, Hery cukup khawatir dengan praktik penangkapan ikan yang merusak terumbu karang. Hery memperkirakan sekitar 10 persen nelayan yang menggunakan praktik tersebut bukan warga lokal. Mereka biasanya menggunakan tombak, linggis, dan bom ikan untuk menangkap ikan—yang pada akhirnya merusak terumbu karang.

“Padahal ada ikan yang tidak boleh diambil, tetap saja ditembak. Pecalang setiap hari patroli, tapi masih ada saja,” ungkapnya.

Abrasi pantai belum menjadi kekhawatiran utama bagi Hery. Kenaikan air di waktu tertentu yang sampai ke gerobak kopinya itu tidak membuat usahanya sepi. Namun, semenjak banjir besar di wilayah Kota Denpasar dan sekitarnya tanggal 10 September 2025, air laut naik sampai ke jalur pedestrian. Hal ini karena pembuangan air di sekitaran pesisir Sanur yang bergantung pada pipa-pipa pembuangan ke laut.

“Air sempat naik ke Jalan Tamblingan, di sebelah Hotel Hyatt, depan 101 Hotel, dan Jalan Bumi Ayu ini banjir. Cuma air ini kan dibuang ke laut. Ombak besar, air naik. Mungkin debit air terlalu tinggi makanya naik,” imbuh Hery.

Meski begitu, Hery optimis Pantai Sindhu tetap memiliki daya tarik. Harapannya diperkuat dengan semakin banyaknya turis-turis yang datang dari kawasan Kabupaten Badung ke Pantai Sindhu dan mampir ke warung kopinya. Ia berharap desat adat dan pemerintah kota lebih serius menangani masalah sampah, infrastruktur parkir, abrasi, dan penangkapan ikan ilegal, sehingga pariwisata di Pantai Sindhu bisa berkembang lebih baik.

(Salah satu karya peserta Kelas Jurnalisme Warga Desa Adat Intaran)

Tags: Desa Adat Intarankelas jurnalisme wargapantai sanurPantai Sindhusampah di bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Ayulia Amanda

Ayulia Amanda

Related Posts

Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

13 February 2026
Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

Menata Ulang Kebijakan Pengelolaan Sampah Nasional

2 February 2026
Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

16 January 2026
Rumah Panggung Loloan makin Hilang

Rumah Panggung Loloan makin Hilang

6 January 2026
Penutupan TPA Suwung Picu Aksi Protes Forum Swakelola Sampah Bali

Penutupan TPA Suwung Picu Aksi Protes Forum Swakelola Sampah Bali

5 January 2026
Banjir di Banjar Sebual, Warga Bangkit Bersama Setelah Bencana

Banjir di Banjar Sebual, Warga Bangkit Bersama Setelah Bencana

21 December 2025
Next Post
Refleksi Geologi Perkotaan dan Airtanah: Pemulihan atau Bayar Mahal di Masa Depan

Refleksi Geologi Perkotaan dan Airtanah: Pemulihan atau Bayar Mahal di Masa Depan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

5 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia