• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, May 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Ritual Menghidupkan Pasar Kuliner Tradisional

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
2 June 2010
in Budaya, Kabar Baru
0
0

Teks Luh De Suriyani, Ilustrasi Internet

“Jaja uli jaja gina. Satuh-satuh,” demikian ungkapan tetua jaman dulu soal menurunkan ego. Kalimat ini lalu diplesetkan jadi sebuah lirik lagu Bali rakyat yang yang dianggap porno.

Padahal jaja uli jaja gina dan satuh-satuh itu berarti dalam musyawarah perlu adanya keluwesan, saling mengalah dan tidak bersikukuh pada ego masing-masing. Jaja uli yang lembut bermakna luwes, sementara satuh yang teksturnya keras berarti patuh dan setuju jika ada ide yang lebih cemerlang atau bernas.

Soal ide cemerlang, Luh Srianis, perempuan tengah baya asal Banjar Sema, Bungkulan, Buleleng ini jelas memiliki hal itu. Setiap hari raya, khususnya Galungan dan Kuningan, perempuan yang biasanya ngarit padang (memotong rumput untuk ternak) di kampungnya ini akan datang ke Denpasar membawa keranjang-keranjang jaja dodol Buleleng yang luar biasa manis itu.

“Saya Kristen, Bu. Saya senang jual dodol pas Galungan,” ujarnya sambil melayani pembeli yang terus mendatangi keranjang dodolnya soal keyakinannya itu. Padahal, tak ada pertanyaan soal agama.

Ia mengais sedikit rezeki saat Galungan setelah usai meracik sedikitnya 50 kilogram ketan, gula, dan santan kelapa menjadi dodol berwarna-warni itu. Ia mengaku tinggal sementara di rumah anak pertamanya yang merantau ke Denpasar.

Untuk Srianis, hari raya Hindu membuatnya senang dan bersemangat. Selain bisa menambah penghasilan, juga melestarikan keahliannya membuat dodol yang kini semakin sedikit ditekuni di kampungnya. Dodol adalah makanan khas yang kerap dibuat menjelang hari raya atau ritual agama, biasanya dibuat untuk sesajen. Tapi usai dihaturkan, semua jenis makanan bisa dimakan.

Untuk hari raya seperti Galungan dan Kuningan ia khusus membuat dodol yang dibungkus daun jagung kering. Dijual Rp 5000 berisi 10 biji dalam satu ikatan.

Tags: Galunganjaja balikuninganpasar badungperempuan baliToleransi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

30 April 2026
Audit Hak Pejalan Kaki melalui Telusur Gajah Mada

Audit Hak Pejalan Kaki melalui Telusur Gajah Mada

1 February 2026
Kebalian Dalam Dimensi Dua Lukisan

Tantra, Tubuh, dan Tabu: Psikoseksual Perempuan Bali

31 January 2026
Di Pojok Kecil Pasar Badung Upadisari Mengadvokasi Kesehatan Reproduksi

Di Pojok Kecil Pasar Badung Upadisari Mengadvokasi Kesehatan Reproduksi

28 January 2026
Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

17 January 2026
Begini Lho Cara Menjelajah Nusa Penida dengan Cara Berbeda

Perempuan dalam Sistem Pewarisan Adat Bali: Terikat Adat, Hak Terbatas

15 December 2025
Next Post

Bioskop Bali dari Masa ke Masa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

14 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia