• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, January 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Mengolah Kotoran Babi Menjadi Pupuk Kompos

Ni Luh Juliantari by Ni Luh Juliantari
21 November 2024
in Kabar Baru, Pertanian
0
0

Ternak babi milik I Nengah Suyadnya. Foto oleh: Juliantari

Penulis: Ni Luh Juliantari dan Ni Luh Febi Respayanti

Siang itu kami melangkah ke salah satu peternakan babi terbesar di Desa Sukadana. Peternakan itu milik I Nengah Suyadnya, warga Banjar Bukit, Desa Sukadana, Kabupaten Karangasem. Bukan hanya mengelola peternakan, ia juga menjual pakan babi.

Ketika ditemui, Nengah Suyadnya tengah menyuntik beberapa anak babi miliknya. Kami melangkah perlahan dan melihat-lihat ternak babi di sana. Ada satu hal yang terlintas di hidung kami, bau menyengat. Tentu saja peternakan babi memiliki bau yang menyengat. Namun, di balik bau menyengat itu, ternyata kotoran babi dapat dimanfaatkan di Desa Sukadana. 

Aliran air kotoran untuk pupuk. Foto oleh: Juliantari

Jika biasanya kotoran babi dibakar, Nengah Suyadnya memanfaatkan kotoran babi sebagai pupuk organik di kebunnya. Ia menjelaskan mengenai proses pengolahan kotoran babi yang ternyata dijadikan pupuk organik. “Proses aliran kotorannya dari kandang, dari kandang dipakai pembuangan pipa. Kemudian dialirkan ke kebun,” ungkap Suyadnya ketika ditemui di peternakannya.

Dalam memproses kotoran babi, Suyadnya membuat lubang seperti got untuk aliran air dari kotoran babi. “Ya satu minggu kita kuras untuk gotnya. Nanti untuk pupuknya terakhir ada pembuangan residu terakhirnya ada pembuangan terakhir di sana. Nanti udah kering dikuras lagi di bawah ke kebun itu prosesnya,” imbuh Suyadnya.

Pupuk kompos dari kotoran babi kaya dengan nutrisi, sehingga dapat mendukung pertumbuhan tanaman. Beberapa manfaat pupuk kompos, yaitu meningkatkan struktur tanah, meningkatkan aktivitas mikroba, menahan air dalam tanah, menghilangkan hama, dan ramah lingkungan.

Ironisnya, peternak harus mengeluarkan biaya besar untuk membeli pakan berkualitas demi menghasilkan babi yang sehat dan berbobot ideal. Namun, limbah yang dihasilkan bukanlah sesuatu yang sia-sia. Justru, kotoran tersebut menyimpan nilai ekonomi yang signifikan jika dikelola dengan tepat, seperti yang dilakukan oleh Nengah Suyadnya. Pakan yang ia beli lantas menjadi kotoran dan kotoran tersebut ia manfaatkan sebagai pupuk. Dengan kata lain, hasil dari pakan yang mengeluarkan biaya besar itu tidak hanya terlihat dari harga babi, tetapi juga dari tanaman yang mendapatkan pupuk kompos. Cara sederhana agar kotoran tidak terbuang ke saluran irigasi dan mencemari air.

Pengolahan kotoran ternak juga banyak dilakukan dengan pembuatan sarana biogas, mengolah kotoran jadi gas untuk memasak. Namun perlu biaya cukup mahal untuk pembuatannya. Selain itu juga harus rajin dirawat agar produksi gas lancar. Cara ini dinilai mampu mengurangi gas karbon yang lepas ke udara.

kampungbet
Tags: kelas jurnalisme wargakjw sukadanakotoran babi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Ni Luh Juliantari

Ni Luh Juliantari

Related Posts

Rumah Panggung Loloan makin Hilang

Rumah Panggung Loloan makin Hilang

6 January 2026
Banjir di Banjar Sebual, Warga Bangkit Bersama Setelah Bencana

Banjir di Banjar Sebual, Warga Bangkit Bersama Setelah Bencana

21 December 2025
Beban Tak Terlihat Remaja Bali di Jembrana

Beban Tak Terlihat Remaja Bali di Jembrana

20 December 2025
Menimbang Ulang Pengertian Masyarakat Pesisir dari Pantai Sanur

Menimbang Ulang Pengertian Masyarakat Pesisir dari Pantai Sanur

15 October 2025
Masa Depan Pantai Sindhu dari Kacamata Pemilik Usaha

Masa Depan Pantai Sindhu dari Kacamata Pemilik Usaha

12 October 2025
“Pesuan Kebisan Ragane” Api Jengah Pemuda Intaran Sanur

“Pesuan Kebisan Ragane” Api Jengah Pemuda Intaran Sanur

10 October 2025
Next Post
Proses Pembuatan Arak Lontar Bali di Kecamatan Kubu, Karangasem

Proses Pembuatan Arak Lontar Bali di Kecamatan Kubu, Karangasem

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia