• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, March 11, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Memahami Beban Berlapis dan Hak-hak Perempuan Korban Terorisme di Bali

Komang Yuko by Komang Yuko
15 June 2024
in Kabar Baru, Pelayanan Publik, Politik, Sosial
0
0
Dari kiri ke kanan, para Komisioner Komnas Perempuan Veryanto Sitohan; Dewi Kanti; Imam Nahe’i; Olivia C. Salampassy. Foto oleh: Yuko Utami

“Selama 22 tahun saya berjuang, lembaga sudah cukup memenuhi secara psiko sosial, tetapi masalah pendidikan anak saya mohon bantuannya,” ujar Tumini, penyintas tragedi Bom Bali pada Rabu (12/06) di Akmani Legian, Kabupaten Badung.

Tumini dan para perempuan penyintas korban lainnya hadir pada agenda Peluncuran Hasil Pemetaan Komnas Perempuan. Pemetaan tersebut berjudul Menelusuri Labirin Pemulihan dan Perjuangan Hidup Perempuan Korban Terorisme. 

Imam Nahe’i, Ketua Gugus Kerja Perempuan dan Kebhinekaan, Komnas Perempuan mengungkapkan hasil pemetaan ini bertujuan untuk melihat kebutuhan spesifik perempuan korban terorisme. “Ingin memperlihatkan pada publik dan negara bahwa ada kebutuhan spesifik perempuan korban terorisme yang harus menjadi perhatian negara,” ujar Nahe’i pada Rabu (12/06) di Akmani Legian. 

Menurut Nahe’i ada beberapa faktor yang menghambat pemenuhan hak-hak korban terorisme. Seperti regulasi, perspektif gender yang kurang kuat dan keterbatasan layanan. “Regulasi menghambat pemenuhan hak-hak korban dan perspektif gender yang kurang kuat sehingga membaca kebutuhan khas perempuan tidak terlihat,” ujar Nahe’i.

Imam Nahe’i, Komnas Perempuan. Foto oleh: Yuko Utami
Tumini, penyintas tragedi Bom Bali. Foto oleh: Yuko Utami
I Made Sudarsana, Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Foto oleh: Yuko Utami

Khusus di Bali, pihak Komnas Perempuan melihat adanya budaya khusus yang membuat perempuan Bali kesulitan memenuhi haknya. Misalnya, budaya patriarki yang menghambat perempuan Bali korban terorisme memulai hidup baru pasca tragedi. Menurut Nahe’i budaya patriarki dapat dikendalikan dengan kebijakan yang adil. Patriarki akan terus ada jika tidak disapa dengan kebijakan yang adil.

Pihak Pemprov Bali diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, I Made Sudarsana. Menjawab pertanyaan Tumini, Sudarsana mengungkapkan Gubernur Bali telah mengakomodir kebijakan khusus tentang pendaftaran sekolah bagi siswa yang tergolong miskin/tidak mampu secara finansial. 

Namun, Sudarsana tidak dapat memastikan pada korban maupun keluarga korban terorisme dikategorikan miskin atau tidak. “Saya kurang tahu apakah ini bisa dikategorikan miskin atau tidak. Solusinya menurut kami coba Ibu bersurat saja pada Bapak Gubernur ya, nanti bersurat aja Ibu gapapa, tidak bisa ngetik tulis tangan gapapa atau anak ibu,” ujar Sudarsana. Pihak Pemprov tidak dapat memberikan bantuan dengan segera karena terhalang regulasi dan sistem audit.

Selain Pemprov Bali, ada beberapa stakeholder yang menghadiri acara tersebut. Seperti Dinas Sosial Provinsi Bali dan Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Pihak lainnya seperti organisasi yang spesifik membantu pemenuhan hak perempuan, seperti LBH BWCC dan ormas keagamaan.

Rekomendasi dari Komnas Perempuan

Komnas Perempuan berdialog dengan LPSK dan BNPT. Foto oleh: Yuko Utami

Komisioner Komnas Perempuan lainnya, Olivia Chadidjah Salampessy menyampaikan beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan berbagai pemangku kebijakan khususnya Pemprov Bali. “Keberlanjutan jangka panjang dan negara harus membangun resiliensi. Negara perlu melakukan identifikasi untuk pemenuhan hak korban,” ujar Olivia. Memetakan dan identifikasi ini seperti jenis luka yang dialami korban, tergolong berat atau ringan. Termasuk korban yang harus mendapatkan perhatian khusus.

Bagi Komnas Perempuan, hal terpenting yang dapat dilakukan Pemprov Bali adalah segera menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Pencegahan Penanganan Ekstrimisme dan Terorisme. Salah satu wilayah yang telah memiliki RAD ini adalah Surabaya. RAD ini meliputi perencanaan, pencegahan, dan pemulihan korban.

Trauma yang ditimbulkan akibat peristiwa terorisme tidak hanya secara fisik, ada juga secara psikis. Selain itu, tragedi terorisme memberikan dampak sosial yang buruk bagi korban. Olivia mencontohkan berupa kebencian pada kelompok agama tertentu. “Trauma healing yang tidak tuntas, berdampak pada pengentalan kebencian atau kemarahan terhadap agama tertentu, misal islamophobia,” ucap Olivia.

Hasil pemetaan yang dikerjakan Komnas Perempuan masih belum dapat dipublikasikan secara luas. Butuh waktu sekitar satu hingga dua bulan kemudian, untuk proses revisi dan publikasi.

kampungbet
Tags: #balikomnas perempuanpenanganan korbanperempuan baliTerorisme
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Komang Yuko

Komang Yuko

Related Posts

Kebalian Dalam Dimensi Dua Lukisan

Tantra, Tubuh, dan Tabu: Psikoseksual Perempuan Bali

31 January 2026
Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

17 January 2026
Begini Lho Cara Menjelajah Nusa Penida dengan Cara Berbeda

Perempuan dalam Sistem Pewarisan Adat Bali: Terikat Adat, Hak Terbatas

15 December 2025
KB Krama Bali Bebankan Perempuan Secara Fisik dan Mental

Perempuan Bali yang Tak Pernah Berhenti

25 November 2025
Duta Budaya atau Duta Kapitalisme? Mengkritik Beauty Pageant di Bali di Tengah Overtourism

Duta Budaya atau Duta Kapitalisme? Mengkritik Beauty Pageant di Bali di Tengah Overtourism

27 April 2025
Hari Raya Telah Tiba, Siapkan 3M!

Bali Kini, Bunuh Diri hingga Mahalnya Harga Buah Kelapa

19 April 2025
Next Post
Memanen Air Hujan dan Biogas, Teknologi Tepat Guna bagi Petani Bali yang Terabaikan

Memanen Air Hujan dan Biogas, Teknologi Tepat Guna bagi Petani Bali yang Terabaikan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia