• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, January 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Lima Kegiatan Wisata Menyenangkan di Kintamani

Anton Muhajir by Anton Muhajir
30 August 2015
in Berita Utama, Travel
0
1

Kintamani Berfoto

Dalam peta wisata di Bali, Kintamani termasuk lokasi populer. 

Selain terkenal sebagai penghasil kopi spesial, kecamatan yang masuk Kabupaten Bangli ini memiliki pesona indah dengan gunung dan danaunya. Banyak hal bisa dinikmati di tempat ini.

Kintamani berjarak sekitar 50 km dengan waktu 1,5 jam perjalanan dari Denpasar ke arah timur laut. Lokasinya di ketinggian antara 900 hingga 1.500 meter dari permukaan laut (mdpl). Karena itu, gunung dan danau memang jadi daya tarik utama objek wisata ini.

Sayangnya, seperti umumnya di Bali, untuk ke Kintamani tidak bisa dengan kendaraan umum. Karena itu, sebaiknya Anda naik kendaraan pribadi jika mau ke Kintamani.

Berikut lima kegiatan asyik yang bisa dilakukan jika jalan-jalan ke Kintamani.

[nextpage title=”Naik gunung”]

Kintamani Gunung Bali Adventours
Foto www.baliadventours.com

Naik gunung

Gunung Batur adalah pesona utama di Kintamani. Gunung setinggi 1.717 mdpl ini termasuk moderat bagi para pendaki gunung, termasuk pemula. Anda pun bisa turut mendakinya meski bukan penghobi naik gunung.

Jalur utama naik Gunung Batur berada di Toyabungkah. Dari titik ini hingga puncak perlu waktu antara 1,5 jam hingga 2 jam. Medannya relatif bersahabat dibandingkan gunung lain di Bali, seperti Gunung Agung dan Gunung Abang.

Bagi banyak pendaki, Gunung Batur menyajikan keindahan tiada tara ketika matahari terbit. Karena itu, Anda bisa mendaki sekitar pukul 2 atau 3 pagi. Saat tiba di puncak, Anda bisa beristirahat terlebih dulu sambil menunggu sang surya muncul dari sisi timur.

Di sisi timur gunung ini terdapat Danau Batur, danau terbesar di Bali. Danau seluas 16,5 km persegi ini menjadi melengkapi matahari terbit. Awan putih serupa hamparan kapas terbang membuat pemandangan dari atas terasa lebih mempesona. Apalagi ada Gunung Abang dan Gunung Agung sebagai latar belakangnya.

Agar lebih mudah mencapai Gunung Batur, Anda bisa menggunakan jasa pemandu lokal. Mereka berada di Desa Batur. Harganya bervariasi, sekitar Rp 60 ribu hingga Rp 100 ribu, tergantung negosiasi.
[nextpage title=”Mandi Air Hangat di Kintamani”]
Kintamani Berendam

Mandi Air Hangat

Setelah mendaki gunung, Anda bisa melepaskan penat dengan berendam.

Sebagai gunung berapi yang masih aktif, Gunung Batur menghasilkan sumber air panas bagi kawasan di bawahnya. Sumber-sumber air ini dikelola warga untuk tempat mandi gratis. Sebagian lain ditata dan dikelola memang untuk tujuan wisata.

Salah satunya Pemandian Air Panas Toyabungkah. Tiket masuknya Rp 60 ribu untuk dewasa dan Rp 30 ribu untuk anak-anak. Harga tersebut sudah termasuk fasilitas seperti handuk dan minuman penyambut jus semangka atau terong belanda.

Pemandian Air Hangat Toyabungkah berupa kolam mandi dengan beberapa pilihan. Misalnya untuk anak-anak, orang dewasa, atau hanya untuk sekadar berendam. Mandi air hangat di Batur ini menjadi kenikmatan tersendiri di antara dinginnya suhu Batur.

Mandi air hangat di Toyabungkah ini bisa juga menjadi obat. Air hangat di sini bercampur dengan belerang yang dipercaya bisa mengobati masalah kulit.

Namun, kenikmatan tiada banding saat berendam di pemandian air hangat Toyabungkah adalah karena kita bisa berendam sambil menikmati suasana Danau Batur. Kolam ini persis di sebelah danau terluas di Bali tersebut.
[nextpage title=”Mancing”]
Kintamani Mancing

Mancing

Setelah puas mandi, kita bisa memilih aktivitas santai lain di Batur yaitu mancing. Dibandingkan danau-danau lain di Bali seperti Danau Beratan, Danau Buyan, dan Danau Tamblingan, Danau Batur memiliki kekayaan ikan mujair.

Ikan mujair di Danau Batur ini sebagian memang diternak di keramba. Tapi, banyak pula yang hidup liar di danau. Merekalah yang menjadi tujuan para pemancing di desa-desa sekitar.

Anda bisa membawa alat pancing dari rumah. Bisa pula menyewa pemancing di sana dengan tarif murah meriah, Rp 10 ribu sepuasnya sudah termasuk umpan.

Menunggu umpan disambar ikan di antara kecipak-kecipak riak air Danau Batur bisa menjadi kenikmatan tersendiri. Apalagi sambil duduk di atas batu karang sisa letusan Gunung Batur.

Jika mancing saja tak cukup, Anda bisa ikut sampan-sampan kecil yang memberi makan ikan di keramba. Hati-hati saja agar tidak gugup karena bisa jadi sampannya malah terbalik bersama Anda.

[nextpage title=”Menikmati Mujair Nyat-nyat”]
Kintamani Mujair Nyat-nyat

Menikmati Mujair Nyat-nyat

Capek mancing dan tidak dapat hasil sama sekali? Santai saja. Banyak warung di sekitar danau yang menyajikan menu khas Batur, ikan mujair nyat-nyat. Ini menu yang wajib dicoba jika Anda berkunjung ke Kintamani.

Mujair nyat-nyat berupa ikan mujair sebesar telapak tangan orang dewasa yang dimasak dengan cara ditumis bersama bumbu lengkap (basa genep) khas Bali. Ikan lalu disajikan dalam pilihan dengan kuah atau goreng kering.

Jika Anda turun hingga sekitar danau, maka warung yang layak dicoba adalah Warung Seked. Tempatnya persis di pinggir jalan sehingga mudah dicari. Jika setelah pertigaan Penelokan – Kedisan ke kanan dan Batur ke kiri, Warung Seked berada di kiri jalan setelah pengkolan agak menanjak. Tidak ada papan nama namun warungnya terlihat jelas dari pinggir jalan.

Satu porsi ikan mujair nyat-nyat di sini disajikan bersama sayur undis (jukut undis) berupa kedelai hitam dengan kuah. Rasanya segar dan pedas. Harga Rp 15 ribu per porsi.

Jika Anda tak sempat turun ke sekitar danau, warung lain yang menyajikan menu ini adalah Warung Baling-baling. Lokasinya di kanan jalan jika dari arah Penelokan ke arah Buleleng. Bonus di sini adalah karena bisa menyantap mujair nyat-nyat sambil menikmati Gunung dan Danau Batur dalam satu bingkai.
[nextpage title=”Berfoto”]
Kintamani Bengong

Berfoto

Setelah puas naik gunung, berendam air hangat, mancing, dan menikmati menu khas Kintamani, jangan lupa berfoto-foto ria. Kintamani punya banyak latar belakang menarik.

Jika Anda turun hingga sekitar danau, maka batu-batu raksasa bekas letusan Gunung Batur bisa jadi objek menarik sekali. Saat ini makin banyak warga lokal datang hanya untuk sekadar berfoto-foto di atas batu-batu menghitam ini.

Lokasi lain, jika tak sempat turun, ada di Penelokan. Ini lokasi mainstrem bagi pengunjung Kintamani. Berdiri dengan senyum manis berlatar belakang gunung dan danau bisa jadi kenangan indah untuk dibawa pulang. Bukti bahwa Anda sudah jalan-jalan ke Kintamani.

Tentu saja, jangan lupa unggah ke media sosial. Biar makin eksis. [b]

Tags: KintamanitravelWisata
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Emas Hitam Kintamani: Anak Muda dan Masa Depan Pertanian

Emas Hitam Kintamani: Anak Muda dan Masa Depan Pertanian

10 June 2025
Melestarikan Tapel Ngandong, Kesenian Unik dari Desa Les Lewat Akses Digital

Kesenian yang Terancam Hilang di Desa Wisata Les

3 January 2025
Menilik Hotel Ramah Lingkungan Mana Earthly Paradise

Menilik Hotel Ramah Lingkungan Mana Earthly Paradise

1 July 2021
Jargon Kontroversial soal Bali Wisata Halal

Jargon Kontroversial soal Bali Wisata Halal

25 January 2021
Jatim Park, Tempat Wisata Seru untuk Semua Usia di Jawa Timur

Jatim Park, Tempat Wisata Seru untuk Semua Usia di Jawa Timur

25 October 2019
Banyak Moda Menuju Bandara Soekarno Hatta

Banyak Moda Menuju Bandara Soekarno Hatta

23 October 2019
Next Post
AJI Denpasar Luncurkan Website Organisasi

AJI Denpasar Luncurkan Website Organisasi

Comments 1

  1. Jhon Agustinus Yahya says:
    10 years ago

    BaleBengong, ijin promosi ya.
    Penulis lepas/free writer/citizen journalist, yuk gabung ke Japandaisuki Contributor, Niche Jepang.

    http://japandaisuki.com

    Terimakasih.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

10 January 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Keresahan dalam Selimut Rust en Orde

9 January 2026
Menelusuri DAS Tukad Badung, Sungai Tengah Kota yang Terbengkalai

Tumpang Tindih Tata Kelola Air di Bali

9 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia