Banyak Moda Menuju Bandara Soekarno Hatta

Layanan berkelas ala Golden Bird Reservation. Foto Golden Bird.

Sesekali cobalah layanan mewah lewat Golden Bird Reservation.

Kereta bandara memang yang terbaik, tetapi apa salahnya mencoba transportasi berbeda. Memesan taksi istimewa dengan Golden Bird Reservation, misalnya. Layanan ini memberikan kenyamanan dan kepastian layanan hingga 24 jam.

Tiga tahun terakhir, Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten makin memanjakan penggunanya. Selain adanya Terminal 3 yang megah dan ramah pengguna itu, hadir pula beragam pilihan transportasi menuju ke sana ataupun sebaliknya.

Kereta antarterminal, lebih akrab disebut kereta melayang (kalayang), menjadi pilihan bergerak dari satu terminal ke terminal lain. Kereta ringan ini sangat memudahkan bagi penumpang yang pindah antarterminal karena memang layanannya cepat dan tepat waktu. Sangat bisa diandalkan. Nyaman pula.

Untuk pilihan dari ibu kota menuju bandara, ada pilihan baru. Sejak Januari 2018 lalu, sudah ada kereta bandara dari Stasiun Kereta Api Bandara BNI City menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta. Meski baru ada satu jalur kereta api dari atau menuju bandara ini, tetap saja menyenangkan karena dia menjadi pilihan selain moda transportasi umum yang selama ini sudah ada, seperti bus DAMRI dan taksi.

Sebagai pilihan baru, kereta bandara dari atau menuju ibu kota sangat bisa diandalkan. Tarifnya relatif murah, Rp 80.000. Lebih mahal Rp 30.000 dibandung bus DAMRI, tetapi lebih murah dibandingkan taksi. Dia juga selalu berangkat tepat waktu. Kursinya empuk. Gerbongnya sejuk. Jumlah penumpang juga relatif masih sedikit sehingga sangat leluasa.

Nyamannya lagi, kereta bandara ini juga dilengkapi dengan fasilitas yang memanjakan manusia-manusia modern, seperti colokan untuk isi ulang ponsel dan layar di depan kursi. Rasanya lebih mewah dari naik pesawat udara.

Keuntungan lain dari kereta bandara adalah karena hampir tidak pernah kena macet. Berbeda dengan bus atau taksi yang tidak mungkin tidak terkena macetnya Jakarta. Kereta bandara lantjar djaja baik dari bandara ataupun sebaliknya.

Satu hal yang kurang memuaskan dari kereta bandara ini adalah karena alur perjalanannya yang masih agak aneh, karena ada arah agak nyaplir yaitu ke Stasiun Duri. Hal terasa pada perjalanan pendek ini adalah perubahan arah duduk. Dari semula menghadap ke depan, mendadak berganti ke belakang atau sebaliknya.

Layanan Premium

Nah, jika mau perjalanan lebih nyaman lagi, Golden Bird bisa menjadi pilihan.

Golden Bird merupakan layanan premium dari perusahaan taksi yang kekuatan mereknya belum tergantikan hingga saat ini, Blue Bird. Pernah kan mendengar pernyataan, “Aku tidak mau naik taksi kalau bukan Blue Bird”? Begitulah bukti bahwa kenyamanan dan keamanan Blue Bird masih tak tergantikan.

Melengkapi kenyamanan itulah, Blue Bird kini menghadirkan Golden Bird dengan layanan mobil dan limusin. Sejak 2014, si Burung Emas ini melayani perjalanan dari Bandara Internasional Soekarno Hatta menuju Jakarta dan sekitarnya maupun sebaliknya. Anda tidak perlu ikut antre di titik kedatangan untuk bisa menikmati layanan menyenangkan dari Golden Bird. Apalagi berdesak-desakan di bus bandara ketika banyak penumpangnya.

Asyiknya lagi layanan Golden Bird bisa dinikmati selama 24 jam. Berbeda dengan kereta bandara yang hanya bisa mulai pukul 05.10 WIB sampai 21.40 WIB. Jadi, kalau datang tengah malam pun tak masalah karena bisa dengan mudah memesan layanan Golden Bird di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Ada dua jenis layanan Golden Bird ini, standar dan premium. Pilihan kendaraannya juga beragam, seperti Toyota Avanza dan Toyota Innova untuk layanan standar hingga layanan lebih mewah lagi, Toyota Camry, Toyota Alphard, bahkan Mercedez Benz E-Class untuk layanan premium. Tinggal sesuaikan saja dengan kebutuhan kenyamanan dan gengsi.

Oya, jumlah penumpangnya juga menyesuaikan, sih. Untuk layanan standar bisa hingga enam orang penumpang. Adapun layanan premium maksimal untuk empat penumpang, kecuali jika pakai Toyota Alphard yang bisa hingga enam orang.

Nilai plusnya, layanan Golden Bird kini tak hanya tersedia di Bandara Cengkareng, tetapi juga di sembilan kota lainnya, termasuk Manado, Lombok, Surabaya, Semarang, Bandung, dan Bali. Di Bali bahkan sudah tersedia Golden Bird Lounge di Bandara Internasional Ngurah Rai. Ini yang memungkinkan pelanggan duduk santai kayak di pantai sambil menunggu layanan tersedia sebelum diantarkan ke tujuan di Pulau Dewata. [b]