• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, July 7, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

AJI Denpasar Luncurkan Website Organisasi

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
31 August 2015
in Kabar Baru, Teknologi
0
0

Diskusi-Leo Cristi dan Juniartha-Ft Miftahuddin

Semoga bisa menampung aspirasi jurnalis dan menjadi media alternatif bagi publik.

Demikian harapan terhadap website Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Denpasar yang diluncurkan pada Minggu kemarin di Warung Kubu Kopi, Denpasar.

Peluncuran dibungkus dengan diskusi Menaksir Isu Kebangsaan dalam Jurnalisme. Hadir musisi Leo Cristi dan Wayan Juniarta jurnalis senior The Jakarta Post.

Menutup acara, musisi Leo Cristi menyanyikan sejumlah lagu andalannya, mengobati kerinduan penggemarnya di Bali. Turut tampil musisi Classic Rock & Blues Community asal Bali.

Di awal pemaparan, Juniarta menjelaskan panjang lebar mengenai nasionalisme bangsa ini. Salah satu poin yang ditegaskan bahwa dalam konteks kebangsaan, penjaga medan kesadaran bukanlah intelektual, tetapi pewarta kebudayaan seperti penyanyi, pencipta lagu, dan seniman.

Sayangnya, justru di tengah situasi bangsa saat ini, makin sedikit orang-orang seperti Leo Kristi, Iwan Fals yang selama ini menyuarakan kebangsaan dalam bentuk karya musik.

Dalam sepuluh tahun ke depan, menurut Jun, mungkin mereka hilang dan kita menjadi khawatir. “Negara Indonesia ini kan 13 ribu sekian pulau, 400 suku bangsa besar hampir 1.500 bahasa daerah, kenapa yang kita dengar di televisi logat Jakarta, gaya artis Jakarta, mana lagi suara Nusantara yang sering dilantunkan kita dengar dari Leo Kristi?” tanya Jun.

Berkaitan dengan kebangsaan, Leo Kristi mengungkapkan Konser Rakyat Leo Kristi yang terus didengungkan itu sejatinya diharapkan menjadi sebuah gerakan untuk menghargai jiwa-jiwa yang menjaga kebangsaan negara ini.

Menurutnya, sejak Gajah Mada mewarnai Nusantara dan juga Bung Karno menyelesaikan lukisan indah di dataran Nusantara, memang sikap nasionalisme tumbuh dalam dirinya dari dulu sampai senja tutup usia bapak proklamator.

Dia banyak melihat dan menjadi kisah duka bangsa.

“Di sini saya menceritakan lagu-lagu di Konser Rakyat Leo Kristi yang dimulai tahun 1975,” jelas Leo Kristi.

Ketika di era tersebut orang-orang justru tidak berani tetapi dia sendiri mempunyai keyakinan dan berani untuk tetap menggunakan gerakan Konser Rakyat Leo Kristi tersebut. Bahkan saat dia tampil di Taman Ismail Marzuki dia juga merilis lagu-lagunya yang ada di album kedua.

Pada konser tersebut dia juga mencoretkan di layar background bertuliskan Pemuda Nyalakan Api Hatimu, Nyanyian pemuda, Nyanyian Revolusi.

Demikian berlanjut hingga tahun 2000 dan akhirnya dapat menyelesaikan 10 album dengan 100 album.

“Sekitar tahun 2000 saya melengkapinya dengan bendera dari Konser Rakyat Leo Kristi. Bukan merah di atas putih dan bukan berarti mendahulukan merah baru putih. Saya tetap menggunakan selalu merah hendaknya selalu ada di dalam putih. Kemudian, saya terus berkembang di album berikutnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bangsa seluas dunia, di sini lebih penting mensyukuri alam budaya, di mana jiwa yang kaya adalah sejahtera dunia.

“Jadi apa pun di belahan mana pun di negara ketika sesuatu dikerjakan oleh manusia kita selalu bertanya sekaya apakah di dalam hatimu ketika engkau menghadapi istrimu, anak perempuan, cucu perempuan,” terangnya.

Konser Rakyat Leo Kristi, berharap senantiasa mendasari semua gerakan ini sebagai kekayaan jiwa di dunia. “Apa pun kalian sampaikan, kalian pamerkan, kalian pegang, kalian nikmati semua perangkat dunia ini hari ini ada, dan tahun depan mungkin tidak berlaku. Sekaya apa manusia-manusia di dunia itu. Di sini konsep konser rakyat bangsa seluas dunia,” tandasnya.

Sementara, Ketua AJI Denpasar Hari Puspita mengatakan bersyukur dengan semangat gotong royong AJI Denpasar masih bisa berbuat. Salah satunya membuat website www.ajidenpasar.or.id
Peluncuran ini sekaligus mewarnai ulang tahun AJI pada 7 Agustus.

Mengenai tentang tema Menaksir Isu Kebangsaan dalam Jurnalisme, karena semakin hari banyak hal yang susah menanamkan dalam dirinya semangat kebangsaan.

“Selain itu soal lagu tema rakyat kecil seperti Leo Kristi dulu yang memperjuangkan rakyat kecil tetapi sekarang semakin tidak jelas arahnya dan kita mencoba mendiskusikan itu,” terangnya.

Aris Wisantyo mewakili Divisi New Media AJI Denpasar menjelaskan website tersebut yakni berawal dari keresahan mereka sebagai jurnalis tidak bisa melakukan berbagai hal mereka inginkan, karena mereka juga dibatasi oleh kepentingan media itu sendiri. Sehingga website ini diharapkan nantinya bisa menjadi ruang idealisme bagi anggota Aji Denpasar.

Dalam web tersebut juga dibikin perwajahan mengikuti AJI Indonesia. Ada agenda kegiatan AJI, menyediakan sebuah ruang setiap pernyataan resmi Aji dan lain sebagai.

“Untuk menjadikan AJI lebih dekat dengan publik, kita juga akan membuat kolom opini dan akan melihat formasinya. Selain itu ada gallery foto dan video,” jelasnya. [b]

Tags: AJI DenpasarBaliDenpasarMediaOrganisasi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026

Dari Kebun hingga Pasar, Menyusuri Rantai Ekonomi Galungan di Bali

19 June 2026
Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

15 June 2026
Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

11 June 2026
Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Hilangnya Pesisir Bali: Memahami Akar Krisis Abrasi dan Jalan Keluarnya

4 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Next Post
Puisi Widji Thukul dalam Alunan Menawan

Puisi Widji Thukul dalam Alunan Menawan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Ratusan Titik di Bali Alami Bencana

Kota Makin Padat dan Tanah yang Kian Sulit Dijangkau

6 July 2026
Memperjelas Persepsi Risiko Berwisata ke Bali

Rahasia di Bawah Gunung Agung: Ketika Batu Lava Membongkar Identitas Asli Pulau Bali

6 July 2026
Penganugerahan Olimpiade Jurnalis Muda Pertama di Indonesia di AJW 2026

Penganugerahan Olimpiade Jurnalis Muda Pertama di Indonesia di AJW 2026

5 July 2026
Romantisme Pulang: Kisah Kelam 1965 yang Tersensor

Romantisme Pulang: Kisah Kelam 1965 yang Tersensor

4 July 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia