• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 22, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Tradisi Unik Menggantung Ari-Ari Bayi

Ihsyahrul Rohmat by Ihsyahrul Rohmat
28 September 2018
in Kabar Baru, Travel
0
0
Seorang pengunjung mengambil foto ari-ari yang digantung di pohon bukak di kawasan setra ari-ari Desa Bayung Gede. Foto Ihsyahrul Rohmat.

Tradisi Bali Aga berbeda dengan Bali pada umumnya.

Kabupaten Bangli dikenal dengan desa-desa kuno dengan berbagai tradisi dan keunikannya. Penduduknya pun dikenal menganut kebudayaan Bali Aga atau Bali Mula, budaya Bali yang sudah ada sebelum orang-orang Jawa keturunan Majapahit datang ke pulau ini.

Desa-desa kuno ini banyak tersebar di Kecamatan Kintamani. Di sekitar Kintamani banyak ditemukan peninggalan-peninggalan kuno yang menggambarkan kehidupan masyarakat Bali di masa silam.

Salah satu desa kuno di daerah Kintamani adalah Desa Bayung Gede. Desa ini terdiri dari satu desa dinas, satu desa pakraman, dan satu banjar dinas dan satu banjar pakraman.

Berada di Desa Bayung Gede kedamaian suasana desa terasa sangat lekat. Desa ini masih memegang erat kebudayaan Bali Aga. Salah satunya adalah tradisi menggantung ari-ari bayi pada pohon kayu bukak. Tradisi ini merupakan aturan budaya penduduk Desa Bayung Gede yang masih tetap dipertahankan hingga saat ini.

Menggantung ari-ari bayi baru lahir ini dilakukan di sebuah kuburan atau yang lebih dikenal dengan Setra Ari-Ari. Sejatinya tempat ini merupakan area khusus untuk “menguburkan” ari-ari bayi. Namun, ari-ari tidak dikubur sebagaimana biasa, melainkan digantung pada pada ranting pohon bukak.

Ari-ari bayi yang baru lahir dibersihkan atau disucikan terlebih dahulu. Lalu, ari-ari itu dimasukkan dalam sebuah batok kelapa yang sudah diberikan rempah-rempah dan kapur sirih. Batok juga diberikan tulisan nama agar tidak terjadi benturan nama.

Selanjutnya digantung pada pohon bukak, ari-ari yang tergantung dibiarkan saja tidak dirawat secara khusus. Biarpun terjatuh, ari-ari itu tetap dibiarkan saja.

Pohon bukak yang menjadi tempat digantungnya ari-ari tersebut diyakini oleh penduduk Desa Bayung Gede memiliki fungsi menyerap bau. Oleh karena itu meskipun di setra/kuburan ini terdapat banyak ari-ari yang digantung dan sudah berusia sangat lama namun sama sekali tidak tercium bau tidak sedap.

“Tradisi atau budaya menggantung ari-ari bayi baru lahir ini diwarisi masyarakat desa ini sudah sejak lama,” tutur Komang Artawan, kelian Banjar Pludu Desa Bayung Gede.

Artawan menjelaskan sampai saat ini warga desa Bayung Gede menyakini tradisi ini berkaitan erat dengan mitologi asal mula desa ini. Bahkan, cara seperti ini diyakini dapat melindungi dan memelihara bayi secara magis. Sehingga bayi tersebut tumbuh dewasa dapat terhindar dari penyakit dan gangguan makhluk halus.

Menurut Artawan sesuai tradisi yang berlaku, warga yang tidak melaksanakan tradisi ini dikenai denda berupa 200 keping uang bolong dan melakukan upacara masayut atau pembersihan pekarangan tempat dimana air-ari itu ditanam.

Tradisi menggantung ari-ari di Desa Bayung Gede ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan lokal maupun asing. Setra ari-ari yang berada di selatan desa dan dikelilingi jalan melingkar yang luasnya sekitar 60 are ini sering dikunjungi pengunjung.

“Keunikan tradisi menggantung ari-ari ini memiliki nilai dan daya tarik tersendiri sehingga menimbulkan rasa penasaran bagi orang luar. Karena pada umumnya orang Bali akan menanam ari-ari bayi yang baru lahir di pekarangan rumah,” ungkap Satria Sitangga salah satu pengunjung dari Singaraja, pada Minggu pekan lalu.

Untuk mengunjungi Desa Bayung Gede ini bisa lewat dari jalur jalan Payangan-Kintamani atau jalan Bangli-Kintamani. Dari pusat Kota Denpasar desa ini terletak sekitar 55 kilometer atau 35 kilometer dari pusat Kota Bangli. [b]

Tags: KintamaniTradisitravel
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Ihsyahrul Rohmat

Ihsyahrul Rohmat

Related Posts

Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

25 July 2025
Emas Hitam Kintamani: Anak Muda dan Masa Depan Pertanian

Emas Hitam Kintamani: Anak Muda dan Masa Depan Pertanian

10 June 2025
Umat Hindu Bali memasang persembahan khusus untuk menolak bala termasuk pandemi Covid-19. Foto Anton Muhajir

Menjaga Tradisi di Tengah Pandemi

5 June 2020
Jatim Park, Tempat Wisata Seru untuk Semua Usia di Jawa Timur

Jatim Park, Tempat Wisata Seru untuk Semua Usia di Jawa Timur

25 October 2019
Banyak Moda Menuju Bandara Soekarno Hatta

Banyak Moda Menuju Bandara Soekarno Hatta

23 October 2019
Tiga Tempat Unik Wajib Dikunjungi Saat Ke Bali!

Tiga Tempat Unik Wajib Dikunjungi Saat Ke Bali!

3 June 2019
Next Post
Bersiaplah untuk 200 Film Pendek, 41 Program, 9 Lokasi

Bersiaplah untuk 200 Film Pendek, 41 Program, 9 Lokasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Usai Aksi FSSB, Sampah Organik Kembali Diizinkan ke TPA Suwung

Usai Aksi FSSB, Sampah Organik Kembali Diizinkan ke TPA Suwung

22 April 2026
Ekowisata di Subak Sebagai Solusi atau Ancaman Baru?

Plastik Makin Mencemari Pertanian

21 April 2026
Sampah tak Terpilah, Subsidi Pupuk Organik bikin Jengah

Cara Leluhur Bali Memilah Sampah

21 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia