• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, March 16, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

Kadek Suriyastika by Kadek Suriyastika
25 July 2025
in Budaya, Kabar Baru, Travel
0
0
Sanggah nganten di Desa Pedawa

Penulis: Kadek Suriyastika dan Kadek Tamtam Renaldi Gaotama

Dari  sekian banyak Desa Bali Aga yang ada di Bali, ada satu desa yang paling unik, yaitu Desa Pedawa yang berada di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Desa Pedawa memiliki banyak keunikan, mulai dari arsitektur bagungan dan tradisi adat.

Hal yang paling mencolok dan mencirikan masyarakat Pedawa adalah sanggah kemulan atau sanggah tiing yang hanya ada di Desa Pedawa. Sanggah kemulan berbahan dasar bambu, bentuknya juga sangat unik, tersusun rapi dengan susunan bambu yang berjejer ke samping dan memiliki sekat-sekat.

Menurut Kaki Sad, salah satu warga Desa Pedawa, alasan disebut sanggah nganten karena sanggah ini harus dimiliki oleh setiap pasangan rumah tangga yang baru menikah, selambat-lambatnya 1 tahun atau ketika sudah memiliki anak pertama. Saat itu, seorang istri akan mebawa sungsungan jajaran sanggah dari rumah bajangnya atau rumah asalnya, contohnya kemulan, pengandel, alas kualon, dan lainnya sesuai tata lungguh Desa Pedawa.

Bahan yang digunakan harus bambu Bali, tidak boleh bambu yang lain. Sanggah nganten ini umumnya berjumlah 7 dan ada yang berjumlah 9 sesuai jajaran sanggah yang didapat. Biasanya yang berjumlah 9 merupakan turunan dari orang tua dan jajaran sanggah yang dibawa oleh istri.

Bahan dasar bambu membuat sanggah ini rentan rusak. Apabila sudah ada kerusakan, akan diganti dengan yang baru. Jadi, sifat sanggah nganten hanya sementara karena tidak diwariskan kepada anak- anaknya. Jika anak dari pasangan suamu istri sudah menikah, mereka akan membuat sanggah sendiri.

Persembahyangan biasanya dilakukan pada hari-hari yang dipercaya paling baik, yaitu pada saat Purnama Kapat dan Purnama Kedasa. Istilah dari persembahyangan ini adalah mesaudan.

Menurut penuturan Dadong Sad, banten atau sarana yang digunakan adalah banten sesaudah yang terdiri dari, isin pasih, isin danu, kulit kijang, dan urab-uraban, seperti undis, kelapa daun labu yang disusun sedemikian rupa. Semua bahan yang digunakan mewakiki seluruh isi alam.

Uniknya lagi, banten ini tidak boleh menggunakan wadah, hanya beralaskan daun (mepeleg) dan langsung dihaturkan di masing-masing rong sanggah. Sanggah ini bentuknya dua tingkat, yang di atas disebut Bali dan yang dibawah disebut Taksu. Jika diartikan,  Bali adalah dewanya dan Taksu adalah saktinya. 

(Salah satu karya Kelas Jurnalisme Warga Desa Pedawa)

kampungbet kampungbet
Tags: AdatBudayadesa pedawakelas jurnalisme wargaKJW Pedawasanggah kemulansanggah ngantenTradisi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Kadek Suriyastika

Kadek Suriyastika

Related Posts

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Nyepi Bukan Hanya Sekali, Ini Ragam Nyepi di Pulau Bali

Nyepi Bukan Hanya Sekali, Ini Ragam Nyepi di Pulau Bali

1 March 2026
Rumah Panggung Loloan makin Hilang

Rumah Panggung Loloan makin Hilang

6 January 2026
Banjir di Banjar Sebual, Warga Bangkit Bersama Setelah Bencana

Banjir di Banjar Sebual, Warga Bangkit Bersama Setelah Bencana

21 December 2025
Beban Tak Terlihat Remaja Bali di Jembrana

Beban Tak Terlihat Remaja Bali di Jembrana

20 December 2025
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Next Post
Menguatkan Kelembagaan Tradisi Bendega di Karangasem

Menguatkan Kelembagaan Tradisi Bendega di Karangasem

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Perspektif Disabilitas Netra untuk Ruang Jalan Inklusif di Bali

Perspektif Disabilitas Netra untuk Ruang Jalan Inklusif di Bali

15 March 2026
Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

11 March 2026
Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia