• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, June 8, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

Kadek Suriyastika by Kadek Suriyastika
25 July 2025
in Budaya, Kabar Baru, Travel
0
0
Sanggah nganten di Desa Pedawa

Penulis: Kadek Suriyastika dan Kadek Tamtam Renaldi Gaotama

Dari  sekian banyak Desa Bali Aga yang ada di Bali, ada satu desa yang paling unik, yaitu Desa Pedawa yang berada di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Desa Pedawa memiliki banyak keunikan, mulai dari arsitektur bagungan dan tradisi adat.

Hal yang paling mencolok dan mencirikan masyarakat Pedawa adalah sanggah kemulan atau sanggah tiing yang hanya ada di Desa Pedawa. Sanggah kemulan berbahan dasar bambu, bentuknya juga sangat unik, tersusun rapi dengan susunan bambu yang berjejer ke samping dan memiliki sekat-sekat.

Menurut Kaki Sad, salah satu warga Desa Pedawa, alasan disebut sanggah nganten karena sanggah ini harus dimiliki oleh setiap pasangan rumah tangga yang baru menikah, selambat-lambatnya 1 tahun atau ketika sudah memiliki anak pertama. Saat itu, seorang istri akan mebawa sungsungan jajaran sanggah dari rumah bajangnya atau rumah asalnya, contohnya kemulan, pengandel, alas kualon, dan lainnya sesuai tata lungguh Desa Pedawa.

Bahan yang digunakan harus bambu Bali, tidak boleh bambu yang lain. Sanggah nganten ini umumnya berjumlah 7 dan ada yang berjumlah 9 sesuai jajaran sanggah yang didapat. Biasanya yang berjumlah 9 merupakan turunan dari orang tua dan jajaran sanggah yang dibawa oleh istri.

Bahan dasar bambu membuat sanggah ini rentan rusak. Apabila sudah ada kerusakan, akan diganti dengan yang baru. Jadi, sifat sanggah nganten hanya sementara karena tidak diwariskan kepada anak- anaknya. Jika anak dari pasangan suamu istri sudah menikah, mereka akan membuat sanggah sendiri.

Persembahyangan biasanya dilakukan pada hari-hari yang dipercaya paling baik, yaitu pada saat Purnama Kapat dan Purnama Kedasa. Istilah dari persembahyangan ini adalah mesaudan.

Menurut penuturan Dadong Sad, banten atau sarana yang digunakan adalah banten sesaudah yang terdiri dari, isin pasih, isin danu, kulit kijang, dan urab-uraban, seperti undis, kelapa daun labu yang disusun sedemikian rupa. Semua bahan yang digunakan mewakiki seluruh isi alam.

Uniknya lagi, banten ini tidak boleh menggunakan wadah, hanya beralaskan daun (mepeleg) dan langsung dihaturkan di masing-masing rong sanggah. Sanggah ini bentuknya dua tingkat, yang di atas disebut Bali dan yang dibawah disebut Taksu. Jika diartikan,  Bali adalah dewanya dan Taksu adalah saktinya. 

(Salah satu karya Kelas Jurnalisme Warga Desa Pedawa)

kampungbet kampungbet
Tags: AdatBudayadesa pedawakelas jurnalisme wargaKJW Pedawasanggah kemulansanggah ngantenTradisi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Kadek Suriyastika

Kadek Suriyastika

Related Posts

Melali Shuttle Listrik di Intaran Sanur, Transportasi Publik Rintisan Dikelola Desa

Melali Shuttle Listrik di Intaran Sanur, Transportasi Publik Rintisan Dikelola Desa

3 June 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

KJW Desa Adat Intaran Soroti Mobilitas di Sanur

2 June 2026

Sanur Intaran Kurangi Macet Lewat Kantong Parkir

2 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

14 May 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026
Next Post
Menguatkan Kelembagaan Tradisi Bendega di Karangasem

Menguatkan Kelembagaan Tradisi Bendega di Karangasem

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Gersang Dahulu, Tanam Bambu Kemudian. Air pun Mengalir

Gersang Dahulu, Tanam Bambu Kemudian. Air pun Mengalir

7 June 2026

Menepi Sejenak di Serayu Pottery Ubud 

6 June 2026
Sampah tak Selalu Menjadi Musibah

Sampah tak Selalu Menjadi Musibah

5 June 2026
Botol Kaca Menumpuk karena Nilai Ekonominya Rendah, Tanggung Jawab Produsen Minim

Botol Kaca Menumpuk karena Nilai Ekonominya Rendah, Tanggung Jawab Produsen Minim

5 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia