• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, February 9, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Perempuan Batubulan Representasi Lagu Nosstress “Bu Darmi”

Putu Arya Wijana by Putu Arya Wijana
3 February 2025
in Kabar Baru, Sosok
0
0
Ni Nyoman Kariasih, pembuat Banten sekaligus ibu rumah tangga dari Br. Buwitan, Desa Batubulan. Foto oleh: Angga

Oleh: Putu Arya Wijana dan I Wayan Angga Prasetya

Menjelang hari raya, Ibu Darmi
Membeli semua perlengkapan di pasar
Uangnya sedikit tapi harus dapat banyak
Terpaksa berhutang walau malu sudah menumpuk
Upacara abadi di Bali
Katanya demi semesta yang selalu harmonis

Bu Darmi, Nosstress

Ni Nyoman Kariasih namanya, warga Br. Buwitan, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Kariasih berumur 48 tahun, pekerjaan utamanya sebagai ibu rumah tangga, sedangkan pekerjaan sampingannya menjual banten atau sarana upacara agama.

Ia menjelaskan bahwa pembuatan banten di Desa Batubulan itu sangat berbeda. Pembuatan banten di Batubulan itu rumit dari tetandingannya, seperti banten caru, di Batubulan dengan tetandingan sesayut katemeradan, penyapu lare, dan panca kelud.

Kariasih menyebutkan bahwa di tempat lain tidak menggunakan sesayut seperti di Desa Batubulan, tetandingannya pun sangat berbeda. Sebagai pembuat banten, ia berkeluh kesah mengungkapkan dirinya sangat lelah karena banten yang dibuat sangat berbeda dari tetangga lain. Pada satu titik Kariasih merasa lelah dengan kesehariannya. Dalam situasi seperti ini ia memilih ngambek, berdiam diri.

Namun, Kariasih tetap mengerjakannya dengan tulus ikhlas. Lama-kelamaan dirinya menjadi terbiasa, sampai pada satu waktu ia menyebut membuat banten dan ngayah adalah hobinya.

Kariasih menuturkan dirinya memiliki tanggung jawab mengurus pura, sehingga banten yang dibuat lebih banyak. Banten di pura itu terdiri dari dua sorohan pregembal, empat suci saji. Sementara itu, di rumah membutuhkan empat sorohan dan suci saji. Saat rahinan atau upacara agama, Ia harus membuat 600 canang. Banyak lagi kebutuhan banten yang tidak bisa Ia jelaskan satu per satu.

Banten yang dibuat Kariasih. Foto oleh: Angga

Sewaktu muda, Kariasih tinggal di Karangasem. Masa mudanya dipenuhi ketidaktahuan tentang banten. Di Karangasem pun banten yang diperlukan tidak terlalu banyak. Pengetahuannya tentang banten terbuka ketika menikah dan pindah ke Desa Batubulan. Satu bulan menikah dipenuhi kebingungan karena waktu itu upacara agama mulai berdatangan.

Situasi berbeda membuatnya terkejut. Ia tidak bisa apa-apa. Pada satu titik, Kariasih menangis ketika ingin membuat sesuatu, tetapi tidak memiliki keterampilan. Kariasih merasa malu dengan para tetangga dan orang-orang di sekitarnya karena tidak bisa apa-apa.

Akhirnya, Kariasih memohon petunjuk kepada Tuhan agar bisa membuat banten. Pasalnya, banten yang diperlukan di Desa Batubulan sangat banyak. Untuk sehari-hari saja harus membuat 30 canang, 20 segehan, dan 6 sodan. Belum lagi setiap lima hari sekali ada rahina Kajeng Kliwon yang membutuhkan 150 canang dan segehan bisa lebih dari sehari-hari. 

Bebannya semakin berat mengingat rahina lainnya, seperti Purnama, Tikem, Buda Cemeng, Saraswati, Soma Ribek, Tumpek Landep, dan seterusnya. Seolah dirinya tidak diperbolehkan untuk istirahat.

Ia menyebut dirinya jengah, malu atau merasa tidak enak ketika tidak bisa membuat banten sendiri. Ada dua pilihan yang berkutat di pikirannya, antara ngayah atau kerja sebagai pembuat banten. Pilihan itu yang membuatnya menjadi seperti sekarang, menjadi seorang serati di Desa Batubulan.

(Salah satu karya peserta Kelas Jurnalisme Warga Desa Batubulan)

kampungbet
Tags: bu darmilagu nosstressperempuan baliseratitukang banten
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Putu Arya Wijana

Putu Arya Wijana

Related Posts

Kebalian Dalam Dimensi Dua Lukisan

Tantra, Tubuh, dan Tabu: Psikoseksual Perempuan Bali

31 January 2026
Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

17 January 2026
Begini Lho Cara Menjelajah Nusa Penida dengan Cara Berbeda

Perempuan dalam Sistem Pewarisan Adat Bali: Terikat Adat, Hak Terbatas

15 December 2025
KB Krama Bali Bebankan Perempuan Secara Fisik dan Mental

Perempuan Bali yang Tak Pernah Berhenti

25 November 2025
Duta Budaya atau Duta Kapitalisme? Mengkritik Beauty Pageant di Bali di Tengah Overtourism

Duta Budaya atau Duta Kapitalisme? Mengkritik Beauty Pageant di Bali di Tengah Overtourism

27 April 2025
Hari Raya Telah Tiba, Siapkan 3M!

Bali Kini, Bunuh Diri hingga Mahalnya Harga Buah Kelapa

19 April 2025
Next Post
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Serangan di Pulau Serangan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

8 February 2026
Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

7 February 2026
Ahli Tegaskan Bahaya Pengecualian Wajib Amdal dalam Sidang Gugatan Petani Batur

Ahli Tegaskan Bahaya Pengecualian Wajib Amdal dalam Sidang Gugatan Petani Batur

7 February 2026
Perlawanan Kebijakan Politik dalam Karya Seni Ogoh-Ogoh 2025

Banjar, Ogoh-ogoh, dan “Gaya gagah, pesu kapah, mani mati kanggoang kremasi”

6 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia