• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, December 15, 2025
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Penjualan di Pasar Sukawati Turun Saat Puasa

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
20 September 2008
in Kabar Baru, Travel
0 0
1

Oleh Luh De Suriyani

Ketergantungan pasar seni pada turis domestik terlihat ketika bulan puasa ini. Pada Agustus-September ini, penjualan barang kerajinan di Pasar Seni Sukawati, Gianyar, turun drastis sampai 50%. Ini berdampak pada pendapatan pengelola dari retribusi pasar yang turun hampir 50% juga karena tunggakan pembayaran dari pedagang.

Sekar Sari, salah seorang pedagang di pasar barang kerajinan terbesar di Bali ini mengatakan penjulaannya anjlok lebih dari 50% mulai Agustus lalu. “Pada bulan puasa selalu begini. Tamu-tamu dari luar Bali tidak ada, bisa digitung dengan jari orang yang belanja,” ujar pemilik Sekar Sari Artshop ini, pekan lalu.

Demikian juga Sudiasih, pedagang acung asal Kabupaten Karangasem. “Capek ngacung (menjajakan) barang keliling kios pasar karena pedagang juga tidak mau menyetok barang,” ujar Sudiasih yang menjadi pegawai toko baju khas Bali grosiran ini.

Perempuan pengerajin dari Batubulan, Gianyar, ini mengatakan penurunan penjualan ini sangat berpengaruh pada pengurangan produksi barang kerajinan dan kondisi keuangannya. “Sebagai pedagang, dua hari tutup saja bisa tidak makan. Apalagi sebulan tidak dapat setoran,” keluhnya.

Kegelisahan pedagang cukup berdasar karena Pasar Seni Sukawati yang tidak terlalu besar ini disesaki 1059 pedagang barang kerajinan saja.

Pada bulan puasa ini, Kepala Pasar Seni Sukawati I Nengah Nawa Artama mengatakan, pembeli yang datang per hari sekitar 400 orang saja. Artinya hanya ada tiga calon pembeli untuk satu pedagang.

Jika belanja dalam kondisi seperti ini, masing-masing pedagang sangat agresif menawarkan barangnya. “Ayo pak, sini lihat-lihat dulu. Biar saya dapat garus (penjualan pertama yang dipercayai untuk memperlancar bisnis hari itu) saja dulu,” ujar sejumlah pedagang ketika satu dua pembeli mendekat.

Apalagi pedagang acung yang berjualan khusus di seputar tempat parkir dan pinggir pasar. Kedatangan satu pembeli terlihat dirubung 3-5 pedagang acung yang biasanya menjajakan patung, kain rajutan, topi, kacamata, dan lainnya.

Jumlah pedagang yang terdaftar di Pasar Seni Sukawati sebanyak 1183 orang. Sebanyak 770 pedagang dalam gedung, 248 pedagang di pinggiran jalan dalam radius satu kilometer, dan 24 pedagang penjual makanan.

Sepinya pasar, menurut Nengah Nawa Artama berpengaruh pada pendapatan pasar dari retribusi pedagang. Biasanya, jika kondisinya ramai, pendapatan dari retribusi mencapai hampir Rp 40,5 juta per bulan. Ini biasanya terjadi pada musim liburan seperti tahun baru atau liburan sekolah, yakni sekitar Bulan Januari dan Juli.

Sebaliknya di luar musim ramai itu, pendapatan pasar dan pedagang dipastikan akan turun drastis. Pada Agustus ini saja, mulai bulan puasa, pendapatan retribusi turun hampir 50% menjadi sekitar Rp25.5 juta.

Retribusi dibayarkan pedagang secara rutin sekitar Rp 30 ribu tiap bulan kepada pengelola pasar. Ini di luar biaya kebersihan dan biaya tambahan jika melakukan usaha lain. Jika musim sepi, pedagang akan menunggak pembayaran retribusi dengan alasan belum balik modal.

“Pasar seni tradisional seperti ini sangat tergantung pada turis domestik, karena kebanyakan turis asing berbelanja di artshop besar atau galeri,” tambah Sekar Sari. Barang-barang kerajinan yang dibuat dalam jumlah massal seperti gantungan kunci, baju, tas, sandal etnik, dan lainnya memang sering dijadikan oleh-oleh oleh pelancong. [b]

Tags: EkonomiGianyarPariwisata
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Gianyar dan Kekosongan Ruang Kolaborasi Kreatif

Kota Seni Gianyar dan Minimnya Ruang Kolaborasi Kreatif

5 June 2025

Bali Hampir Habis, Semenjana dan Tergantikan

4 January 2025
Batubulan Kini, Setahun Setelah Pandemi

Batubulan Kini, Setahun Setelah Pandemi

24 March 2021
Kakao Lestari yang Mengubah Hidup Petani

Bali, Berhenti Mendewakan Bule, Kembalilah Bertani

6 February 2021
Sesungguhnya, Tak Semua Pasien WNA sesuai Citranya

Sesungguhnya, Tak Semua Pasien WNA sesuai Citranya

24 January 2021
UWRF 2020 Ditunda Hingga Pemberitahuan Lebih Lanjut

UWRF 2020 Ditunda Hingga Pemberitahuan Lebih Lanjut

27 July 2020
Next Post

Bagai Katak Dalam Sumur

Comments 1

  1. BBB says:
    14 years ago

    Bali is the best, love Bali “ngiring ajegang Baline”

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

15 December 2025
Begini Lho Cara Menjelajah Nusa Penida dengan Cara Berbeda

Perempuan dalam Sistem Pewarisan Adat Bali: Terikat Adat, Hak Terbatas

15 December 2025
Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

14 December 2025
Para Perempuan di Balik Kerajinan Ate

Para Perempuan di Balik Kerajinan Ate

14 December 2025
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia