• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, July 18, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Refleksi Aksi For HATI Bali 2026 dalam Menjaga Masa Depan Bali

agung sudarsa by agung sudarsa
8 June 2026
in Kabar Baru, Opini, Politik
0
0

Oleh: Agung Sudarsa

Dari Puputan Badung 1906 ke Tantangan Bali Abad ke-21

Pada 20 September 1906, rakyat Badung memperlihatkan kepada dunia bahwa harga diri, kehormatan, dan kedaulatan tidak dapat diperjualbelikan. Ketika pasukan kolonial Belanda memasuki Denpasar, Raja Badung I Gusti Ngurah Made Agung bersama keluarga kerajaan, para ksatria, pemangku, dan rakyat memilih jalan puputan: perlawanan total hingga titik penghabisan. Mereka kalah secara fisik, tetapi menang secara moral dan spiritual.

Seratus dua puluh tahun kemudian, Bali menghadapi tantangan yang berbeda. Tidak lagi berupa meriam dan senapan, tetapi berupa tekanan pembangunan yang sering mengabaikan daya dukung lingkungan, alih fungsi lahan pertanian, eksploitasi sumber daya air, penguasaan kawasan pesisir, serta berbagai proyek yang berpotensi mengancam ruang hidup masyarakat dan kesucian alam Bali.

Musuh yang dihadapi bukan lagi tentara kolonial, melainkan cara pandang yang menempatkan alam semata-mata sebagai komoditas ekonomi. Jika dahulu tanah Bali hendak dikuasai oleh kekuatan kolonial, kini sebagian ruang hidup Bali terancam oleh kekuatan modal yang tidak selalu sejalan dengan kepentingan ekologis dan budaya Bali.

For HATI Bali dan Lahirnya Puputan Moral

Dalam konteks inilah kehadiran Forum Pemerhati Pembangunan Bali (For HATI Bali) dapat dimaknai sebagai bentuk “Puputan Zaman Now”. Tentu bukan puputan dalam arti mengangkat senjata atau mengorbankan nyawa, melainkan puputan moral, intelektual, ekologis, dan spiritual.

Puputan abad ke-21 diwujudkan melalui keberanian menyampaikan kebenaran kepada pengambil kebijakan, mengingatkan pemerintah terhadap amanat konstitusi dan tata ruang, menjaga kawasan suci, mempertahankan lahan pertanian produktif, melindungi hutan dan sumber mata air, serta mengawal pembangunan agar tetap berpihak kepada generasi mendatang.

Jika para pejuang Puputan Badung mempertaruhkan tubuh fisiknya demi kehormatan Bali, maka generasi sekarang dipanggil untuk mempertaruhkan kenyamanan dirinya demi kelestarian Bali. Perjuangan hari ini tidak dilakukan dengan keris, melainkan dengan argumentasi ilmiah, advokasi kebijakan, pendidikan publik, dan partisipasi aktif masyarakat.

Menjaga Bali bukan Menolak Pembangunan

Sering kali kritik terhadap proyek-proyek tertentu dianggap sebagai sikap anti pembangunan. Padahal yang diperjuangkan bukanlah penolakan terhadap pembangunan, melainkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Bali membutuhkan investasi, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi. Namun semua itu harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, pelestarian budaya, serta penghormatan terhadap masyarakat lokal. Pembangunan yang mengorbankan sawah, sumber air, kawasan suci, dan ruang hidup masyarakat pada akhirnya akan merugikan Bali sendiri.

Aksi For HATI Bali, sebuah Gerakan Kebangkitan Bali dalam audiensi dengan Pansus TRAP 3 Juni tahun 2026 menunjukkan bahwa masyarakat tidak menolak kemajuan. Mereka hanya mengingatkan bahwa kemajuan harus memiliki arah dan etika. Pembangunan yang sejati adalah pembangunan yang mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keberlanjutan budaya.

Tri Hita Karana, Pancamaya Kosha, dan Kesadaran Ekologis

Dari perspektif filosofi Bali, perjuangan menjaga alam merupakan implementasi nyata Tri Hita Karana, yaitu menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan (Parahyangan), manusia dengan sesama (Pawongan), dan manusia dengan alam (Palemahan).

Dalam perspektif Pancamaya Kosha, perjuangan ini mencerminkan perjalanan kesadaran manusia. Pada tingkat Annamaya Kosha, manusia berfokus pada kebutuhan fisik dan ekonomi. Namun ketika kesadaran berkembang menuju Vijnanamaya Kosha, manusia mulai mempertimbangkan kebijaksanaan, tanggung jawab moral, dan dampak jangka panjang dari setiap tindakan. Pada tingkat ini, muncul kesadaran bahwa manusia bukan penguasa alam, melainkan bagian dari alam itu sendiri. Kerusakan lingkungan pada akhirnya adalah kerusakan terhadap diri sendiri. Karena itu, menjaga Bali bukan sekadar aktivitas sosial atau politik, melainkan juga praktik spiritual.

Pandangan ini sejalan dengan pemikiran Fritjof Capra yang menegaskan bahwa seluruh kehidupan saling terhubung dalam satu jaringan kehidupan. Apa yang terjadi pada satu bagian sistem akan memengaruhi keseluruhan sistem.

Puputan Zaman Now: Berjuang Agar Bali Tetap Menjadi Bali

Semangat Puputan Badung mengajarkan bahwa ada nilai-nilai yang tidak boleh diperjualbelikan. Pada tahun 1906 nilai itu bernama kemerdekaan dan martabat. Pada tahun 2026 nilai itu bernama keberlanjutan lingkungan, kedaulatan ruang, perlindungan kawasan suci, dan masa depan generasi mendatang.

Aksi For HATI Bali merupakan pengingat bahwa perjuangan menjaga Bali belum selesai. Bentuknya memang berubah, tetapi esensinya tetap sama: mempertahankan apa yang dianggap luhur dan bernilai bagi kehidupan bersama.

Puputan zaman now bukanlah mati demi Bali. Puputan zaman now adalah keberanian untuk berpikir kritis, bersuara jujur, bertindak bertanggung jawab, dan terus mengawal arah pembangunan agar tetap sesuai dengan nilai-nilai yang diwariskan leluhur.

Bali tidak hanya diwarisi dari masa lalu. Bali juga dipinjam dari masa depan. Karena itu, menjaga Bali sesungguhnya adalah menjaga warisan leluhur sekaligus memenuhi tanggung jawab kepada generasi yang akan datang.

Inilah makna terdalam puputan pada zaman sekarang: bukan mengakhiri hidup demi Bali, melainkan mengabdikan hidup untuk memastikan Bali tetap menjadi Bali.

sangkarbet sangkarbet
Tags: for HATI BaliOpiniPuputan Badung
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
agung sudarsa

agung sudarsa

Related Posts

Memperjelas Persepsi Risiko Berwisata ke Bali

Rahasia di Bawah Gunung Agung: Ketika Batu Lava Membongkar Identitas Asli Pulau Bali

6 July 2026
Renungan untuk Hari Disabilitas

Kenapa Jalur Disabilitas tidak untuk Semua Ragam Disabilitas? 

30 June 2026
Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Gemerlap Pariwisata dan Kemegahan Ritual Bertemu Krisis Ketenteraman Batin

23 June 2026
Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Berpikir Holistik Membangun Bali: Perspektif Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

20 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Melali Cokelat dan Sastra di Bali Barat

Bali Hari Ini: Mana Desa, Mana Kota?

29 May 2026
Next Post

Warisan Kuliner Peranakan Kian Tergerus di tengah Hidup Serba Instan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

17 July 2026
AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

16 July 2026
Kitab yang Ditulis Alam: Membaca The Sacred Text of Padma Karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

Kitab yang Ditulis Alam: Membaca The Sacred Text of Padma Karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

16 July 2026
Konservasi Kawasan Pura dan Budidaya melalui Bambuloka dari Yayasan Bambu Lestari

Konservasi Kawasan Pura dan Budidaya melalui Bambuloka dari Yayasan Bambu Lestari

16 July 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia