• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, April 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Pemkot Denpasar Rencanakan Distribusi 176 Ribu Compost Bag pada 2026

Vivit Arista Dewi by Vivit Arista Dewi
19 April 2026
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0

Pembagian Compost Bag di Desa Tegal Harum, Denpasar Barat

Pemerintah Kota Denpasar merencanakan distribusi sebanyak 176.413 compost bag kepada masyarakat pada 2026 sebagai upaya mengurangi volume sampah organik di wilayah tersebut. Program ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber, khususnya dari rumah tangga.

Rencana distribusi tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap sarana pengolahan sampah organik mandiri. Pemerintah juga terus mendorong masyarakat untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah guna mengurangi beban pengolahan di tingkat hilir.

Program compost bag di Kota Denpasar sendiri telah mulai dijalankan sejak 2025 sebagai bagian dari pengembangan sistem pengelolaan sampah organik. Sebelum penggunaan compost bag diperluas, pemerintah terlebih dahulu memperkenalkan konsep teba modern kepada masyarakat sebagai langkah awal pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga. Setelah penerapan teba modern, program kemudian dilanjutkan dengan penyediaan tong komposter sebelum akhirnya penggunaan compost bag diperluas kepada masyarakat. 

“Pembagian compost bag sebenarnya sudah sejak 2025, awalnya pembagian teba modern, kemudian tong komposter,” ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Denpasar Gde Wirakusuma Wahyudi.

Distribusi Compost Bag dilakukan Melalui Dua Jalur

Pada 2025, Pemerintah Kota Denpasar telah mendistribusikan sebanyak 12.649 compost bag kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga. Jumlah tersebut kemudian direncanakan meningkat pada 2026 dengan target distribusi mencapai 176.413 unit, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap sarana pengolahan sampah mandiri.

Pendistribusian compost bag dilakukan melalui dua jalur, yakni melalui pengadaan tingkat pemerintah kota serta melalui desa atau kelurahan. Pengadaan oleh pemerintah kota umumnya menyasar masyarakat non-KK Denpasar, sedangkan distribusi melalui desa atau kelurahan dilakukan kepada kepala keluarga yang terdata di masing-masing wilayah.

Selain itu, pembagian compost bag oleh pemerintah kota kerap dilakukan di ruang publik seperti kegiatan car free day dan lapangan umum. Sebelum pembagian dilakukan, masyarakat biasanya dikumpulkan untuk mendapatkan edukasi terkait pemilahan dan pengolahan sampah organik agar pemanfaatan compost bag dapat berjalan secara optimal.

Sosialisasi melalui Berbagai Media

Pemerintah Kota Denpasar mengaku telah menggencarkan sosialisasi program compost bag melalui berbagai media komunikasi untuk menjangkau masyarakat secara luas. Sosialisasi dilakukan melalui media digital seperti media sosial pemerintah kota, radio, videotron, hingga mobil keliling yang menyampaikan informasi langsung ke wilayah permukiman dan ruang publik. Selain melalui media, edukasi juga dilakukan secara langsung dengan metode door-to-door guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Wirakusuma mengatakan pemerintah juga melibatkan aparatur sipil negara (ASN) sebagai pelopor dalam pelaksanaan program tersebut. ASN diwajibkan memilah sampah di rumah maupun di kantor serta menyediakan sarana pengolahan sampah organik secara mandiri. 

“ASN harus menjadi teladan, harus menjadi pelopor. Di rumah pribadi maupun di kantor harus menyiapkan tempat sampah komposter,” ujarnya.

Perluasan program compost bag juga didorong oleh tingginya volume sampah organik yang dihasilkan setiap hari. Berdasarkan data pengelolaan sampah, sekitar 50–60 persen sampah harian di Kota Denpasar merupakan sampah organik yang masih dapat diolah kembali. 

“Data TPA menunjukkan hampir 67 persen sampah yang masuk adalah sampah organik, terdiri dari sisa makanan sekitar 27,2 persen dan sampah kebun seperti ranting dan kayu sekitar 41,12 persen,” katanya.

Pengelolaan Sampah Libatkan TPS3R dan TPST 

Sistem pengelolaan sampah di Kota Denpasar saat ini didukung oleh 22 Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) serta tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang dikelola pemerintah kota. TPS3R umumnya memiliki kapasitas pengolahan sekitar 5 hingga 10 ton sampah per hari, sedangkan TPST mampu menangani sampah dalam jumlah lebih besar, yakni sekitar 100 hingga 200 ton per hari. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga hingga skala kota.

Namun, efektivitas pengelolaan sampah sangat bergantung pada kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya. Wirakusuma menegaskan bahwa pemilahan sampah dari rumah tangga akan mempermudah proses pengolahan di fasilitas yang tersedia. 

“Masyarakat tugasnya memilah, supaya di sana tinggal dipisahkan perlakuannya. Sampah organik langsung beda treatment-nya, yang anorganik langsung ke mesin pencacah, jadi lebih cepat,” ujarnya.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan pengelolaan sampah, di antaranya masih banyak sampah yang belum dipilah sehingga membebani kinerja mesin pengolahan. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian mesin bekerja melebihi kapasitas hingga mengalami kelelahan operasional. Selain itu, penerapan sanksi terhadap pelanggaran pembuangan sampah dinilai belum memberikan efek jera. 

“Sekarang memang belum terjadi pemilahan secara maksimal, sehingga mesin dan tenaga harus bekerja keras sampai lembur,” katanya. 

Upaya ini juga berkaitan dengan pengurangan beban sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung agar kapasitasnya tidak semakin terbebani, sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan di tingkat masyarakat. 

Tags: Compost BagDiskominfos DenpasarKota DenpasarLingkungansampah organik
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Vivit Arista Dewi

Vivit Arista Dewi

Menulis untuk yang tak sempat diucap

Related Posts

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Compost Bag Dipilih sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Compost Bag Dipilih sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

6 April 2026
Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

24 March 2026
Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

17 March 2026
Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

27 February 2026
Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

18 February 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Compost Bag Dipilih sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Pemkot Denpasar Rencanakan Distribusi 176 Ribu Compost Bag pada 2026

19 April 2026
Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

18 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Bali dan Histeria Festival

17 April 2026
Pulau Bali pun Rentan Tenggelam

El Niño “Godzilla”: Ketika Monster Iklim Mengancam Pulau Dewata

16 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia