• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, January 16, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Pameran Desa adalah Masa Depan Indonesia

Wayan Martino by Wayan Martino
27 December 2016
in Budaya, Kabar Baru
0
1
Pameran gambar yang bertajuk “Anak-anak bercerita dengan gambar, tentang desanya” diikuti oleh empat komunitas. Mereka adalah anak-anak dari Sanggar Anak Tangguh, Sanggar Bungan Sandat, Maha Putra Art dan Komunitas Seni Jari Menari.

Pameran gambar yang bertajuk “Anak-anak bercerita dengan gambar, tentang desanya” diikuti oleh empat komunitas. Mereka adalah anak-anak dari Sanggar Anak Tangguh, Sanggar Bungan Sandat, Maha Putra Art dan Komunitas Seni Jari Menari.

Pameran gambar yang bertajuk “Anak-anak bercerita dengan gambar, tentang desanya” diikuti oleh empat komunitas. Mereka adalah anak-anak dari Sanggar Anak Tangguh, Sanggar Bungan Sandat, Maha Putra Art dan Komunitas Seni Jari Menari.

Pameran gambar yang bertajuk “Anak-anak bercerita dengan gambar, tentang desanya” diikuti oleh empat komunitas. Mereka adalah anak-anak dari Sanggar Anak Tangguh, Sanggar Bungan Sandat, Maha Putra Art dan Komunitas Seni Jari Menari.

Pameran gambar yang bertajuk “Anak-anak bercerita dengan gambar, tentang desanya” diikuti oleh empat komunitas. Mereka adalah anak-anak dari Sanggar Anak Tangguh, Sanggar Bungan Sandat, Maha Putra Art dan Komunitas Seni Jari Menari.

Pameran gambar yang bertajuk “Anak-anak bercerita dengan gambar, tentang desanya” diikuti oleh empat komunitas. Mereka adalah anak-anak dari Sanggar Anak Tangguh, Sanggar Bungan Sandat, Maha Putra Art dan Komunitas Seni Jari Menari.

Pameran gambar yang bertajuk “Anak-anak bercerita dengan gambar, tentang desanya” diikuti oleh empat komunitas. Mereka adalah anak-anak dari Sanggar Anak Tangguh, Sanggar Bungan Sandat, Maha Putra Art dan Komunitas Seni Jari Menari.

Pameran gambar yang bertajuk “Anak-anak bercerita dengan gambar, tentang desanya” diikuti oleh empat komunitas. Mereka adalah anak-anak dari Sanggar Anak Tangguh, Sanggar Bungan Sandat, Maha Putra Art dan Komunitas Seni Jari Menari.

Pameran gambar yang bertajuk “Anak-anak bercerita dengan gambar, tentang desanya” diikuti oleh empat komunitas. Mereka adalah anak-anak dari Sanggar Anak Tangguh, Sanggar Bungan Sandat, Maha Putra Art dan Komunitas Seni Jari Menari.

Pameran gambar yang bertajuk “Anak-anak bercerita dengan gambar, tentang desanya” diikuti oleh empat komunitas. Mereka adalah anak-anak dari Sanggar Anak Tangguh, Sanggar Bungan Sandat, Maha Putra Art dan Komunitas Seni Jari Menari.

Pameran gambar yang bertajuk “Anak-anak bercerita dengan gambar, tentang desanya” diikuti oleh empat komunitas. Mereka adalah anak-anak dari Sanggar Anak Tangguh, Sanggar Bungan Sandat, Maha Putra Art dan Komunitas Seni Jari Menari.

Pameran gambar yang bertajuk “Anak-anak bercerita dengan gambar, tentang desanya” diikuti oleh empat komunitas. Mereka adalah anak-anak dari Sanggar Anak Tangguh, Sanggar Bungan Sandat, Maha Putra Art dan Komunitas Seni Jari Menari.

Pameran gambar yang bertajuk “Anak-anak bercerita dengan gambar, tentang desanya” diikuti oleh empat komunitas. Mereka adalah anak-anak dari Sanggar Anak Tangguh, Sanggar Bungan Sandat, Maha Putra Art dan Komunitas Seni Jari Menari.

Pameran gambar yang bertajuk “Anak-anak bercerita dengan gambar, tentang desanya” diikuti oleh empat komunitas. Mereka adalah anak-anak dari Sanggar Anak Tangguh, Sanggar Bungan Sandat, Maha Putra Art dan Komunitas Seni Jari Menari.

Pameran gambar yang bertajuk “Anak-anak bercerita dengan gambar, tentang desanya” diikuti oleh empat komunitas. Mereka adalah anak-anak dari Sanggar Anak Tangguh, Sanggar Bungan Sandat, Maha Putra Art dan Komunitas Seni Jari Menari.

Pameran gambar yang bertajuk “Anak-anak bercerita dengan gambar, tentang desanya” diikuti oleh empat komunitas. Mereka adalah anak-anak dari Sanggar Anak Tangguh, Sanggar Bungan Sandat, Maha Putra Art dan Komunitas Seni Jari Menari.

Pameran gambar yang bertajuk “Anak-anak bercerita dengan gambar, tentang desanya” diikuti oleh empat komunitas. Mereka adalah anak-anak dari Sanggar Anak Tangguh, Sanggar Bungan Sandat, Maha Putra Art dan Komunitas Seni Jari Menari.

Pameran gambar yang bertajuk “Anak-anak bercerita dengan gambar, tentang desanya” diikuti oleh empat komunitas. Mereka adalah anak-anak dari Sanggar Anak Tangguh, Sanggar Bungan Sandat, Maha Putra Art dan Komunitas Seni Jari Menari.

Anak-anak bercerita tentang desa melalui gambar.

Suara tabuh gamelan dari speaker aktif yang terpasang di bawah pohon jepun mengiringi tarian gadis-gadis belia dari komunitas Seni Jari Menari, saat pembukaan pameran gambar di Kulidan Kitchen & Space, 24 Desember 2016 lalu.

Mereka menari dengan ‘lemuh’ meski memiliki keterbatasan dalam mendengar dan berbicara. Seolah menghipnotis para undangan yang hadir, semua terkagum dalam tapukan tangan. Di sela-selanya desiran angin sawah mengolah matahari sore, sehingga suasana terasa tetap adem di balik bangunan tinggi tempat gambar-gambar anak dipajang.

Pameran gambar yang bertajuk “Anak-anak bercerita dengan gambar, tentang desanya” diikuti oleh empat komunitas. Mereka adalah anak-anak dari Sanggar Anak Tangguh, Sanggar Bungan Sandat, Maha Putra Art dan Komunitas Seni Jari Menari.

Karya anak-anak ini terdiri dari lukisan dan sketsa berisikan visualisasi Desa Guwang. Ada gambar Catus Pata (jantung desa) berupa kemegahan patung Garuda Wisnu. Suasana jual beli di pasar tradisonal. Anak-anak juga melukis upacara ngelawang, ritual tradisi Melasti (penyucian diri dan rangkaian penyucian alam semesta).

Ada pula yang membuat lukisan motif Batun Timun (buji ketimun) yang diadopsi ke dalam ornamen Bali serta banyak lagi gambar lainnya yang merepresentasikan imajinasi anak tentang desanya.

Anak-anak diberikan kebebasan dalam mengemukakan ide mereka dalam gambar, sehingga hasil kreativitas yang muncul pun menjadi beraneka ragam. Bahkan salah satu anak, dalam bingkai gambar dengan berani melukiskan sebuah UFO yang mendarat di desa.

Deasy Tirayoh, penulis asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang ikut mengkurasi karya anak-anak menanggapi hal ini sebagai pertanda keluguan sekaligus kejeniusan imajinasi anak-anak.

Dalam pengantar akurasi, Deasy Tirayoh menjelaskan bahwa hal ini menunjukkan dalam dunia anak-anak, bermain merupakan media belajar yang harus mendapat perhatian serius. Sebab, di sinilah imajinasi mereka lahir, lalu terekam dengan cara melukiskan keinginan, harapan, dan impian.

Komang Adiartha, pemilik Kulidan Kitchen yang juga pendiri dari Sanggar Anak Tangguh memaparkan tema ini diangkat untuk mendekatkan anak-anak dengan lingkungan alam dan lingkungan sosial disekitarnya.

“Tema ini juga sebagai upaya mendekatkan konteks materi-materi pelajaran yang dipelajari anak-anak. Mengamati fenomena yang ada, di mana pendidikan justeru mencerabut manusia dari tanah di mana mereka berpijak yaitu desa,” kata Mang Adi, panggilan akrabnya.

Lebih lanjut desainer sekaligus pegiat perdagangan adil (fair trade) ini menggambarkan fenomena anak-anak cerdas dari suatu desa yang setelah bersekolah dan menamatkan pendidikan di kota justru tidak banyak yang kembali pulang untuk membangun desanya.

Kondisi ini, menurut Mang Adi, sangat merugikan desa karena desa menjadi kehilangan generasi-generasi terdidik.

Mang Adi menambahkan terwujudnya pameran ini juga berkat gagasan bersama dengan Made Bayak (Seniman Plasticology), Syafiudin Vifick (fotografer dan pendiri Komunitas Semut Ireng), serta Wayan Eko (pendiri Sanggar Bungan Sandat).

Pameran dibuka secara resmi oleh Perbekel Desa Guwang, A.A. Gede Oka Putra setelah memberikan beberapa katah kata sambutan. Selain itu pameran juga dihadiri oleh Bendesa Adat Guwang Wayan Dupa dan Wayan Hartawan, anggota DPRD Bali Nyoman Parta, masyarakat sekitar, serta para orang tua yang anaknya berkesempatan ikut dalam pameran.

Pameran akan berlangsung hingga 6 Januari 2016 di Kulidan Kitchen & Space Jl. Salya, Banjar Wang Bung, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar. Untuk info lebih lanjut bisa kontak 081 338 665 862, 085 857 316 214, dan 081 747 635 66. [b]

Tags: FotoGaleriGianyarSanggar Anak TangguhSeni
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Wayan Martino

Wayan Martino

Fotografer dengan zodiak Pisces. Lahir dan tinggal di Bali. Gemar nonton film, jarang membaca, lebih senang memotret ketimbang menulis. Selain memotret Ia juga membuat video. Email martinowayan@gmail.com atau IG @martinowayan.

Related Posts

Di Balik Panggung Seni: Cerita Diskriminasi dan Perjuangan Pekerja Ragam Gender di Ekosistem Kreatif

Di Balik Panggung Seni: Cerita Diskriminasi dan Perjuangan Pekerja Ragam Gender di Ekosistem Kreatif

19 December 2025
Gianyar dan Kekosongan Ruang Kolaborasi Kreatif

Kota Seni Gianyar dan Minimnya Ruang Kolaborasi Kreatif

5 June 2025
Melestarikan Tapel Ngandong, Kesenian Unik dari Desa Les Lewat Akses Digital

Kesenian yang Terancam Hilang di Desa Wisata Les

3 January 2025
Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

23 October 2023
Sang Gunung Menyerahkan Jejaknya ke Laut, Alternatif Pengarsipan Sejarah

Sang Gunung Menyerahkan Jejaknya ke Laut, Alternatif Pengarsipan Sejarah

22 August 2023
Batubulan Kini, Setahun Setelah Pandemi

Batubulan Kini, Setahun Setelah Pandemi

24 March 2021
Next Post
Menggugah Tumbuhnya Pengusaha Muda Nusa Penida

Menggugah Tumbuhnya Pengusaha Muda Nusa Penida

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

16 January 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

14 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia