• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, August 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Sang Gunung Menyerahkan Jejaknya ke Laut, Alternatif Pengarsipan Sejarah

cushcushgallery by cushcushgallery
22 August 2023
in Budaya, Galeri, Kabar Baru, Video
1
0

 “Sang gunung menyerahkan jejaknya ke laut”, pameran seni yang menyajikan bentuk alternatif dari pengarsipan sejarah mengenai sejarah tragedi, perkembangan pariwisata, dan kolonialisme di Bali telah dibuka

Sumber Foto : CushCush Gallery

11 Agustus 2023, Denpasar, CushCush Gallery Bali secara resmi membuka pameran seni tunggal “Sang gunung menyerahkan jejaknya ke laut” karya seniman berdarah Bali-Australia, Leyla Stevens bersama dengan kurator Indonesia berbasis di Melbourne, Bianca Winataputri. Pameran tunggal ini merupakan wujud kontestasi terhadap sejarah Bali yang menyajikan bentuk alternatif dari pengarsipan sejarah dengan menghubungkan berbagai trayektori dan lanskap pulau Bali sebagai pulau pesisir.

Menggunakan pendekatan eksplorasi antara dokumenter dan fiksi, tiga karya berbasis audio visual seniman Leyla Stevens berjudul “Kidung/Lament”, “Our Sea is Always Hungry”, dan “A Line in the Sea” menjadi sorotan dalam pameran. Ketiganya menghadirkan sebuah bentuk kesaksian atas sejarah kelam tahun 1965 dari para penyintas, baik manusia, alam, hingga roh-roh penghuni alam. Pameran ini juga menyajikan pandangan atas situasi Bali saat ini dengan melihat bagaimana pariwisata dan kolonialisme telah membentuk pesisir Bali Selatan.

 

“Pameran ini adalah tentang Bali dan untuk Bali, oleh seniman berdarah Bali-Australia yang berkarya melalui multimedia, sesuatu yang boleh dibilang sebuah media yang masih belum sering ditemui dalam skena seni rupa Indonesia. Jika di masa lalu ada banyak cerita mengenai Bali yang diceritakan oleh orang luar (non-Bali), maka Leyla sebagai seniman berdarah Bali menyampaikan karya tentang Bali dengan lebih sensitif dan dengan sudut pandang lokal. Dengan sudut pandang tersebut, pameran ini menawarkan perspektif yang segar dan mendobrak banyak hal. Kami berharap pameran ini bisa menjadi pemicu diskusi dan diskursus penting di Bali dan luar (Bali).” Suriawati Qiu, pendiri CushCush Gallery

20230811 - Hilight Opening Leyla Exhibition (10) (1)
Sumber Foto: CushCush Gallery
Sumber Foto: CushCush Gallery
Sumber Foto: CushCush Gallery
20230811 - Hilight Opening Leyla Exhibition (24)
20230811 - Hilight Opening Leyla Exhibition (40)

“Sang gunung menyerahkan jejaknya ke laut” mengajak kita untuk merefleksikan hubungan manusia dengan alam secara lokal, regional, dan global, dan mengingatkan bahwa kita semua, dengan satu atau lain cara, saling terhubung satu sama lain. Terlebih, pameran ini mengajak kita untuk meninjau kembali sejarah dan merekonstruksi masa depan bersama.

Sebagai upaya untuk menyediakan ruang diskusi dan meningkatkan kesadaran kolektif, CushCush Gallery Bali bersama seniman dan kurator merancang serangkaian acara yang terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya (gratis) yang akan berlangsung selama periode pameran. Kegiatan ini termasuk wisata sejarah Sanur yang akan dipandu oleh sejarawan urban Gede Maha Putra dan tiga rangkaian diskusi pada tanggal 13, 16, dan 19 Agustus 2023 yang mengundang seniman Leyla Stevens, filmmaker dan founder Niskala Studio Wayan Martino, kurator dan penulis Savitri Sastrawan, seniman Made Bayak, antropolog Ngurah Suryawan, penulis dan periset Juli Sastrawan, dan kurator Sidhi Vhisatya.


Pameran terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Pameran buka setiap hari Senin sampai Minggu, pukul 09.00 – 17.00 WITA dan tutup pada hari libur nasional. Periode pameran 11 Agustus – 10 September 2023. 


Setiap sesi program akan disampaikan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.


Proyek ini didukung oleh Australia Council for the Arts, dan bekerja sama dengan Goethe-Institut Indonesien.


Untuk mempelajari lebih lanjut tentang pameran ini dan untuk jadwal acara, silakan kunjungi website https://cushcushgallery.com/ccg/ atau Instagram @cushcushgallery_bali.

Informasi lebih lanjut, hubungi email info@cushcushgallery.com.
Sumber Foto : CushCush Gallery
Tags: BaliBudayaDenpasarFotografiPameranSeni
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
cushcushgallery

cushcushgallery

Related Posts

Refleksi Gempa Flores: Sudahkah Bali Siap Menghadapi Ancaman Gempabumi?

Refleksi Gempa Flores: Sudahkah Bali Siap Menghadapi Ancaman Gempabumi?

29 August 2026
Mau ke Mana Pemulung, Tukang Pilah tak Bergaji di TPA Suwung

Langit Terlihat Biru, tapi Polusi Udara Memburuk

28 August 2026
Understanding the “Sulfur Burst” Phenomenon in Lake Batur and its Root Causes

Understanding the “Sulfur Burst” Phenomenon in Lake Batur and its Root Causes

12 August 2026
Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

12 August 2026
Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

26 July 2026
Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

20 July 2026
Next Post

Menelusuri Batik Berusia lebih 100 Tahun oleh Pithecantropus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Refleksi Gempa Flores: Sudahkah Bali Siap Menghadapi Ancaman Gempabumi?

Refleksi Gempa Flores: Sudahkah Bali Siap Menghadapi Ancaman Gempabumi?

29 August 2026
Mau ke Mana Pemulung, Tukang Pilah tak Bergaji di TPA Suwung

Langit Terlihat Biru, tapi Polusi Udara Memburuk

28 August 2026
Setelah 15.000 Mangrove Ditanam, Apakah bisa Hidup dan Mengganti yang Mati?

Setelah 15.000 Mangrove Ditanam, Apakah bisa Hidup dan Mengganti yang Mati?

28 August 2026
Warisan Budaya Kolonial Dulu dan Kini

Warisan Budaya Kolonial Dulu dan Kini

27 August 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia