• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, January 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Menelusuri Batik Berusia lebih 100 Tahun oleh Pithecantropus

Tabitha Angelica by Tabitha Angelica
22 August 2023
in Budaya, Kabar Baru
0
0

Batik, sebagai warisan budaya Indonesia yang tak ternilai, telah menghiasi sejarah dan kehidupan masyarakat selama berabad-abad. Dibalik setiap motif dan warna yang indah tersembunyi cerita-cerita dari masa lampau, dan inilah yang membuat pameran batik tahun 1910 “Pasang Surut” menjadi begitu menarik dan bermakna.

Pameran yang diadakan di Masa Masa yang pada 12 Agustus hingga 30 September ini memamerkan sejumlah batik kuno yang telah disimpan dan dilestarikan selama lebih dari satu abad. Para pengunjung diundang untuk mengintip ke dalam lembaran sejarah yang dijalin dengan benang-benang indah pada kain. 

Setiap batik memiliki ciri khas dan motif yang unik, mencerminkan keanekaragaman budaya dan kerajinan yang melekat pada masyarakat Indonesia. Menampilkan elemen Jenggala (hutan) dan Segara (air). Jenggala mewakili warna yang lebih dekat dengan hutan dan berbagai dedaunan yang tergabung dalam batik Demak, Kudus dan Semarang. Segara mewakili unsur air dengan ikan dan udang rebon yang menjelma menjadi tanaman pada batik Tuban, Rembang dan Lasem.


 
Lebih dari sekadar seni rupa, pameran ini juga menjadi jendela ke masa lalu. Pengunjung diajak untuk merenungkan perubahan dalam teknik pembuatan batik, pergeseran dalam motif dan warna, sehingga tercipta tema tersendiri yakni Gedog Tuban, Si Merah Lasem, dan Batik Tiga Negeri, diwarnai di tiga kota.

Dikutip dari press release, setiap tema memiliki cerita berbeda. Gedog Tuban dengan kehidupan agrarisnya yang erat kaitannya dengan simbol pertanian. Si Merah Lasem yang terkenal dengan batik dengan warna merah yang berasal dari mengkudu (noni). Dan yang terakhir, Batik Tiga Negeri, diwarnai di tiga kota yang dikembangkan pada tahun 1910 di Solo oleh Tjoa Giok Tjiam, corak batik yang diwarnai tiga warna berbeda di tiga kota menjadi sangat populer. Batik Tiga Negeri menampilkan warna biru nila Tuban yang kaya, warna merah tua Lasem, dan coklat kopi klasik Solo.

Pameran ini diawali oleh pembukaan dan tarian yang diiringi oleh live musik yang dibawakan oleh Orasaré. Terlihat menonjol dan cantik, terdapat instalasi projection mapping dengan visual batik yang sangat memukau.

Awalnya, kami berasumsi bahwa setiap kain pada pameran ini adalah kain yang sengaja dibuat untuk dipamerkan di pameran tersebut yang terinspirasi pada motif dan situasi tahun 1910-an. “Kain batik ini merupakan kain yang memang dibuat sejak tahun 1910-1950 sesuai dengan tahun yang tertera pada setiap penjelasan kain,” tutur pemandu pameran.

Setelah mendengar penjelasan dari pemandu pameran tersebut membuat makin terpukau. Selain pameran wastra, Pithecanthropus dan Masa Masa juga menawarkan serangkaian workshop setiap hari Sabtu selama pameran berlangsung. Pengunjung bisa belajar membuat batik colet, payung kertas, dan berbagai workshop lainnya. 

,

Tags: Pithecantropus
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Tabitha Angelica

Tabitha Angelica

Suka banyak hal~

Related Posts

No Content Available
Next Post
Maka, Danau Tamblingan pun Memberi Peringatan

Jambore Nusantara III dan Konferensi Pemuda Asia Tenggara II di Buleleng

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia