• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, December 16, 2025
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Merogoh Isi Tas (dan hati) di Hari Kemenangan

Gita Andari by Gita Andari
21 November 2025
in Kabar Baru, Opini
0 0
0

Hari raya Galungan dan Kuningan adalah momen sakral di Bali, datangnya hari tersebut berarti perayaan kemenangan Dharma atas Adharma. 

Momen ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat silahturahmi antar keluarga, kerabat, dan masyarakat, serta waktu untuk menata kembali hubungan manusia-tuhan-alam dan tak lupa diri sendiri. 

Dari segi tradisi, banyak persiapan yang dilakukan untuk menyambut hari kemenangan yang datang setiap enam bulan sekali. Penjor, banten (persembahan), buah-buahan, jaje (kudapan), daging, dan segala kebutuhan upacara telah direncanakan.

Meski sebagian besar bisa didapatkan dari alam, bambu, busung, buah-buahan, namun tidak semuanya terjangkau apalagi gratis. Sudah menjadi tradisi di hari kemenangan, bukan hanya dharma yang menang, tetapi juga kesempatan merogoh hasil ekonomi yang lebih besar. 

Kenaikan harga bahan pokok dan keperluan upacara bukan perkara baru. 

Maka “Tas” yang kita buka di hari raya ini bukan sekadar untuk membeli perlengkapan upacara, modal makan-makan bersama, atau membeli baju baru, tetapi juga untuk memeriksa kondisi hati kita. Seberapa sanggup kita bisa merogoh isi tas dengan ikhlas?

Dilansir dari Indo Bali News, bank sentral di Bali memetakan sejumlah komoditas yang paling mendorong inflasi, seperti beras, telur, dan daging ayam. Selain itu, ada komoditas musiman yang rutin naik setiap periode hari raya dalam lima tahun terakhir, seperti janur dan bunga persembahan, cabai merah dan rawit, pisang, jeruk, hingga daging babi.

Data mencatat cabai merah besar rata-rata mencapai Rp51.425 per kilogram, naik 3,61 persen, dengan harga tertinggi di Tabanan (Rp59.444/kg) dan Denpasar (Rp54.333/kg). Cabai rawit merah juga naik sekitar 5 persen menjadi rata-rata Rp29.988/kg. 

Biaya persiapan hari raya yang semakin meningkat, barang tentu bagi keluarga berpenghasilan rendah atau menengah akan cukup membebani. 

Dengan melihat realita tersebut, barangkali sudah saatnya kita renungkan isi tas, bukan cuma dari “berapa rupiah yang saya habiskan” tetapi “apa yang saya bawa dalam hati saya.”

Kesadaran bahwa memberi bukanlah sekadar transaksi

Tradisi upacara, banten, buah, jaje, daging, semua itu berbentuk “memberi” dalam artian memberi persembahan kepada Sang Hyang Widhi. 

Bila kita melihat bahwa esensi memberi adalah hati yang tulus. Saat harga tinggi, kita mungkin hanya bisa membeli lebih sedikit, tetapi sedikit itu (bila rasa syukurnya banyak) maka nilainya lebih besar. 

Kita merayakan Galungan bukan karena “apa yang saya punya” tetapi “apa yang saya rasakan”. Ketika kita mengalahkan keakuan (harus beli ini, harus beli itu) maka kita memaknai hari kemenangan secara lebih dalam.

Dengan demikian, tas kita tidak hanya untuk “memenuhi ritual” tetapi juga memperluas kiprah kasih. Ini juga mengokohkan nilai Dharma, bukan hanya sebagai kemenangan atas Adharma, tetapi kemenangan hati atas keakuan.

Tags: hari raya di balihari raya galungan dan kuninganmakna galungan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Gita Andari

Gita Andari

Related Posts

Kiprah Penjor dari Masa ke Masa

Kiprah Penjor dari Masa ke Masa

1 December 2025
Makna Hari Raya Galungan yang Hilang

Makna Hari Raya Galungan yang Hilang

24 November 2025
Ketika Penjor Makin Banyak Material Anorganik, Biayanya pun Makin Melejit

Ketika Penjor Makin Banyak Material Anorganik, Biayanya pun Makin Melejit

22 April 2025
Hari Raya Telah Tiba, Siapkan 3M!

Hari Raya Telah Tiba, Siapkan 3M!

12 August 2023
Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

9 August 2023
Next Post
Petani Batur Ajukan 58 Bukti Surat

Petani Batur Ajukan 58 Bukti Surat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

15 December 2025
Begini Lho Cara Menjelajah Nusa Penida dengan Cara Berbeda

Perempuan dalam Sistem Pewarisan Adat Bali: Terikat Adat, Hak Terbatas

15 December 2025
Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

14 December 2025
Para Perempuan di Balik Kerajinan Ate

Para Perempuan di Balik Kerajinan Ate

14 December 2025
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia