• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, March 7, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Menghubungkan Kreativitas Bali dan Bangkok

Arief Budiman by Arief Budiman
30 October 2008
in Budaya, Teknologi
0
0

Oleh Arief Budiman

Bangkok-Bali Creative Connection (BBCC) baru saja dirintis antara Bali Creative Community dan Bangkok Design Festival, tujuannya bertukar gagasan dan pengalaman menyongsong Asia yang berdaya saing kreatif. Atas undangan Bangkok Design Festival, Arief Budiman, lebih akrab disapa Ayip, menghadirinya mewakili Bali Creative Community. Berikut adalah laporan singkatnya.

Bangkok Design Festival tahun ini baru memasuki perhelatannya yang kedua, tapi agenda acaranya bagai festival yang sudah kesekian kalinya diadakan. Sangat meriah dan kaya akan kreatifitas. Tidak kurang dari 100 design karya lebih dari 50 desainer yang datang dari 13 negara hadir dalam perhelatan kreatif ini. Dengan beragam ekspresi dari yang komersil hingga yang eksperimental, tanpa batas yang jelas. Penuh dengan bentuk baru baik yang sangat individualis maupun bernuansa kepedulian sosial, melibatkan desainer yang sangat komersil hingga pelajar yang menampilkan gaya provokatif maupun “cantik”.

Semuanya memerlukan hati dan waktu untuk menikmatinya dengan jernih. Itulah barangkali pesan keragaman yang diusung Bangkok Design Festival 2008 dengan taglinenya “Everybody’s Everyday Life”

Dengan katalog acara ditangan yang penuh agenda penting diperbandingkan masa kunjung yang relatif singkat, sangat mustahil mengikuti semua agenda dan membagi semua cerita secara mendetail.

Selama hampir dua pekan Bangkok Design Festival berlangsung di pusat kota dengan mengambil public space baik mal maupun halamannya sebagai arena aktifitas utama. Hal ini dilakukan sebagai upaya lebih mendekatkan kepada khalayak yang beragam. Namun acara juga diadakan di gallery dan pusat kesenian lain semisal Thailand Creative & Design Center, Jim Thompson Art Center dan Bangkok Art & Culture Center serta tempat lainnya tersebar di penjuru kota Bangkok.

Sebagai catatan adalah antusiasme para desainer dan komunitas kreatif yang mengekspresikan karya-karya non komersil dan eksperimental dengan proses dan eksekusi yang sangat serius menunjukkan betapa pentingnya peran dan pemikiran yang ditawarkannya. Pratarn Teeratada sang chairman Bangkok Design Festival 2008 ketika berbincang mengatakan, “Para desainer telah suntuk bekerja untuk klien-klien mereka dan festival adalah ajang mereka merayakan kreatifitas dengan penuh semangat”.

Bekerja dan “bermain” memang adalah 2 hal penting yang juga menjadi perhatian panitia dalam agenda festival untuk diekspresikan dengan proporsional pada karya mereka.

Bangkok adalah kota yang termasuk dalam program Creative City yang programnya digiatkan oleh British Council dan berjejearing dengan Creative City lainnya termasuk Bandung dari Indonesia. Festival Desain adalah salah satu cara mengkampanyekan kreatifitas yang mampu selain membangun nilai ekonomi juga memberikan kontribusi bagi sebuah kota, untuk lebih baik tentunya. [b]

Tags: Ekonomi KreatifOpiniTravelling
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Arief Budiman

Arief Budiman

Bekerja di Matamera Communication Denpasar. Punya perhatian khusus di bidang desain, jazz, iklan, dan VW. Kini sedang gandrung dengan blog. Menulis di portal ini adalah bagian dari perjuangannya untuk mendorong warga Denpasar rajin ngeblog. Juga mengelola Warta Jazz.

Related Posts

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

5 March 2026
Mesin Tap Trans Metro Dewata Sering Galat

Perang dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

3 March 2026
Kepsek Arogan, Siswa Kehujanan

Ironi Mewahnya Vila-vila dan Kondisi Sekolah Negeri di Bali

17 February 2026
Melindungi Sawah, Mempertahankan Jati Diri Bali

Bali untuk Belajar, tapi tidak bagi Anak-anaknya

9 February 2026
Perlawanan Kebijakan Politik dalam Karya Seni Ogoh-Ogoh 2025

Banjar, Ogoh-ogoh, dan “Gaya gagah, pesu kapah, mani mati kanggoang kremasi”

6 February 2026
Next Post

Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Musim Hujan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

5 March 2026
Setahun Koster – Giri: Lebih dari 70 Regulasi Baru, Pusat Kebudayaan Bali, dan Teror Sampah

Setahun Koster – Giri: Lebih dari 70 Regulasi Baru, Pusat Kebudayaan Bali, dan Teror Sampah

4 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia