• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, April 30, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Menggunakan Sehari-hari untuk Melestarikan Bahasa Bali

Persma Akademika by Persma Akademika
19 April 2013
in Budaya, Kabar Baru, Opini
0
2

bahasa-bali-sos-17-juli-1966

Bahasa merupakan sistem lambang bunyi yang digunakan sebagai alat komunikasi.

Dia bersifat konvensional (kesepakatan) dan arbitrer (mana suka). Dari pengertian itu, bahasa menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya yang merupakan akar bahasa. Bali yang terkenal dengan budayanya, mau tak mau harus mempertahankan bahasa Bali sebagai bahasa ibu, jika tak ingin budaya Bali mengalami kelumpuhan.

Karena itu, kabar tentang perubahan kurikulum 2013 yang mengintegrasikan bahasa Bali ke dalam mata pelajaran seni budaya, tak urung menuai protes.

Benteng kuat Bali yakni Agama Hindu, tak akan mampu menahan arus persebaran bahasa lain jika orang Bali sendiri tidak menyadarinya. Padahal Agama Hindu dan bahasa Bali adalah kesatuan yang sulit dipisahkan karena saling membutuhkan dalam kehidupan orang Bali umumnya. Agama Hindu adalah agama mayoritas orang Bali dengan upacara sebagai realisasinya dan bahasa Bali menjadi sarana dalam melakukan upacara itu.

Sehingga jika orang Bali tidak berupaya mempertahankan bahasa Bali sedini mungkin, nantinya bahasa tersebut hanya bisa ditemui di lontar-lontar atau pada saat upacara keagamaan yang membutuhkan bahasa Bali sebagai perantaranya.

Sebelum menilik ke segala polemik yang terjadi di luaran sana terutama perdebatan tentang kurikulum, mari melihat sejenak ke kenyataan di sekitar kita. Bahasa Bali semakin sulit ditemukan pemakaiannya terutama di kalangan anak muda Bali. Sor singgih basa menjadi alasan utamanya. Padahal tanpa memandang strata sosialpun sebenarnya anak muda Bali tak disalahkan jika memang ingin menggunakan bahasa Bali dalam berkomunikasi sebagai proses belajarnya.

Menjadi pertanyaan kemudian, jika orang Bali tidak mencoba menggunakan bahasa Bali, bagaimana caranya orang Bali tahu mana yang salah dan yang benar ditinjau dari tata cara berbahasa Bali?

Sebenarnya jika perubahan kurikulum ini dilakukan puluhan tahun silam, ketika bahasa Bali tak mengalami penyurutan penutur seperti zaman sekarang ini, tentu perubahan kurikulum bukanlah masalah besar. Akan tetapi ketika jumlah penutur bahasa Bali semakin berkurang ditambah dengan pengintegrasian, akan membuat nasib bahasa Bali semakin di ujung tanduk.

Globalisasi pun menjadi kambing hitam dalam hal ini, walau tak selamanya demikian. Globalisasi boleh dinikmati kemudahannya, namun perlu diwaspadai pula perkembangannya. Jika saja ‘kita’ sebagai orang Bali mau menggunakan bahasa Bali sebagai salah satu upaya untuk melestarikannya, kita tak perlu takut kehilangan bahasa Bali hanya karena perubahan kurikulum.

Bahasa Bali adalah bahasa komunikasi orang Bali, bukan hanya bahasa yang diajarkan di sekolah selama dua jam pelajaran. [b]

Foto dari Dasar Bali.

Tags: BahasaBahasa BaliOpini
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Persma Akademika

Persma Akademika

Pers Mahasiswa Akademika Universitas Udayana - Sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa atau lembaga dalam bidang jurnalistik di Universitas Udayana. Sekretariat : Gedung Student Center Universitas Udayana, Jalan Dr. Goris, Denpasar, Bali. http://www.persakademika.com/

Related Posts

Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
“Slaves of Objects” Candu Kebendaan dari WD

Pikiran yang Didisiplinkan

25 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Pemerintah Tanpa Modal, Masyarakatnya Dipenjara?

14 April 2026
Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

17 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Next Post
Nyepi di Bali Terbukti Mengurangi Emisi

Nyepi di Bali Terbukti Mengurangi Emisi

Comments 2

  1. imadewira says:
    13 years ago

    Mari mulai dari diri sendiri untuk tetap menggunakan bahasa Bali untuk berkomunikasi dalam lingkungan keluarga dan di rumah.

    Reply
  2. Wy. Lusi says:
    13 years ago

    sangat setuju. Tetap lestarikan, kembangkan, perkenalkan bahasa Bali yang merupakan bahasa ibu kepada anak-anak kita sejak usia dini, dan yang terpenting ayo…..o kita gunakan terus dalam kehidupan sehari-hari.Jiwaku…., bahasa Baliku…..u.

    Reply

Leave a Reply to Wy. Lusi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia