• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, May 1, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Ironi Seraya, Penghasil Ikan Terbesar Bali

Fadlik Al Iman by Fadlik Al Iman
21 April 2014
in Berita Utama, Kabar Baru, Sosial
0
4
Nelayan Desa Seraya
Kebanyakan orang Seraya hidup dari mencari ikan di laut. Foto Fadlik Al Iman.

Baru-baru ini Bali dinobatkan sebagai pulau terindah di Dunia.

Keindahan tempat menjadikan pulau ini selalu diincar para pelancong. Namun di tengah arus wisata yang deras, kita tak sadar bahwa hasil Bumi di Bali semakin tak mengimbangi penduduknya.

Ambil contoh dari sektor perikanan. Banyak orang mengira penghasil ikan terbesar di Bali adalah dari daerah Kusamba, Klungkung terutama hasil tangkapan tongkol. Padahal, sebenarnya hasil asupan tongkol banyak sekali diperoleh dari daerah Seraya, Karangasem.

Daerah ini memang tidak seterkenal daerah lainnya seperti Kuta, Sanur, Seminyak bahkan tetangganya di Amed. Namun, siapa kira daerah kering dengan bukit bukit batu justru dianugerahi akan hasil lautnya.

Dari alam daratnya yang tidak menjanjikan, maka orang-orangnya hijrah ke mana-mana. “Ada yang ke Lombok, Jawa, Sumatera, Sulawesi dan daerah lainnya,” ungkap Pak Surya salah satu warga di Dusun Tukad Tiis, Seraya.

Orang-orang Seraya sangat unik. Dari logat bahasanya sepintas tidak seperti bahasa Bali. Hal ini saya saksikan sendiri ketika kawan saya yang sesama Bali baru merasa bahwa bahasa Seraya adalah bahasa Bali juga. “Hal ini karena orang Seraya adalah orang pesisir,” ungkapnya.

Namun nelayan selalu saja mengalami masa masa sulit melaut. Seraya pada saat musim hujan seperti sekarang ini semua bisa tumbuh. Komoditas andalan adalah tanaman jagung, singkong, ubi jalar, kelapa, serta lontar. Dari tanaman lontar daerah ini juga menghasilkan tuak yang berkualitas.

Kebanyakan orang Seraya hidup dari mencari ikan di laut. Dalam satu minggu rata-rata hanya tiga hari nelayan mendapatkan ikan. “Oleh karena itu para nelayan harus berkelompok agar bisa saling membantu satu sama lain,” ungkap I Wayan Perten Ketua Kelompok Nelayan Segara Abadi Indah.

“Jadi nelayan selalu was was,” tambahnya.

“Untuk itu generasi kita nanti ingin agar anak cucu kami bekerja di tempat lain. Beberapa saudara saya memilih jadi kru kapal pesiar sampai ke luar negeri,” sambungnya.

“Untuk itu generasi kita nanti ingin agar anak cucu kami bekerja di tempat lain. Beberapa saudara saya memilih jadi kru kapal pesiar sampai ke luar negeri,” sambung I Wayan Perten.

Jadi bayangkan saja, jika Tukad Tiis yang mengalami produksi ikan yang lebih baik dari daerah lain saja hidupnya seperti ini.

Pemerintah dalam hal ini Dinas Peternakan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karangasem selama ini berupaya bersama sama kelompok nelayan membangun.

Sebelumnya Dinas melakukan pelatihan pengolahan ikan asap. Namun, sampai sekarang tidak dilanjutkan nelayan. “Hal ini karena pengolahan ikan asap membutuhkan biaya produksi yang lebih banyak dibandingkan pemindangan,” ungkap Eko salah seorang staf Dinas.

Ditambahkannya lagi bahwa Dinas Perikanan Kelautan telah membangun tiga mesin pendingin di tempat berbeda. Hal ini untuk menaikan nilai tawar nelayan. Pada saat nelayan mendapatkan ikan awan atau tongkol berlimpah maka harganya turun, berkisar Rp 700 per ekor.

“Mesin pendingin ini diperuntukkan bagi nelayan yang tangkapannya berlimpah sehingga bisa mengendalikan harga. Pada saat harga ikan tinggi barulah ikan-ikan dikeluarkan dari mesin tersebut untuk dilempar ke pasar,” pungkasnya.

Semoga ke depan nelayan serta Dinas Peternakan Kelautan dan Perikanan bisa bersinergi demi kesejahtraan Bali yang semakin baik. [b]

Tags: KarangasemPerikananSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Fadlik Al Iman

Fadlik Al Iman

Pegiat lingkungan di Yayasan Alam Indonesia Lestari (LINI) Bali.

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Siapkah Nyepi Digital?

Siapkah Nyepi Digital?

23 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Budaya Ngayah Makin Langah

Budaya Ngayah Makin Langah

13 June 2025
Next Post
Mengangkat Suara Perempuan Melalui Media

Mengangkat Suara Perempuan Melalui Media

Comments 4

  1. luhde says:
    12 years ago

    weit, fotonya luung ajan. mas, kalau ke seraya di mana cari tongkol panggang plus sambel matahnya? *yummmm….

    Reply
    • Fadlik Al Iman says:
      12 years ago

      Main saja ke Tukad Tiis di Seraya Timur, bertemu dengan Pak I Ketut Perten Ketua Kelompok Nelayannya, kebetulan beliau juga pengepul ikan. Makan ikan,sambel mentah, nasinya diganti jagung Seraya tambah maknyuuss. Namun kebetulan sekarang bukan musim yang pas untuk mencari ikan. Hasil tangkapan ikan mereka sedang kosong.

      Reply
  2. Gayatri says:
    12 years ago

    Nice article Fadlik! Semangat terus untuk menulis.

    Reply
  3. Fadlik Al Iman says:
    12 years ago

    Terima kasih Bu.

    Reply

Leave a Reply to luhde Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

30 April 2026
Ruang Temu Diaspora Bali di Jepang

Ruang Temu Diaspora Bali di Jepang

30 April 2026
IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia