• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, February 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Budaya Ngayah Makin Langah

Made Ari Sanjaya by Made Ari Sanjaya
13 June 2025
in Budaya, Opini
1
0

Nak mule keto adalah jawaban untuk pertanyaan yang belum sepenuhnya diketahui jawabannya, termasuk “ape to ngayah?” Nak mule keto, begitulah sekilas yang akhirnya membuat ngayah menjadi aksi tanpa substansi yang tentu tidak akan dipahami secara konkret maksud sebenarnya, hanya sekedar melangkah tanpa arah. Lantas, bagaimana memandang esensi daripada ngayah?

Konsep ini melekat, masyarakat mengetahui bahwa ngayah tidak hanya kegiatan berkala dalam lingkup adat, tradisi masyarakat, namun juga warisan kebersamaan yang diwariskan secara turun-temurun untuk saling gisi, mengingatkan-menguatkan. Tradisi ngayah dahulunya mungkin tidak ada gesekan dari realitas memenuhi kebutuhan, juga gaya hidup dengan menjadi pekerja yang terikat dengan “sistem”, karena Bali sudah kaya dengan lahan sawahnya yang bisa saling menghidupi, konsep pariwisata-budaya yang kental, maka secara ekonomi bisa dikatakan cukup, kebutuhan hidup juga terpenuhi.

Dalam aspek sosial bali juga memiliki banjar yang bisa dijadikan tempat untuk anak-anaknya berinteraksi dengan yang lain, bermain, bahkan belajar. Leluhur kita mungkin saja berpikir bahwa dengan privillage itu keturunannya tak mungkin sampai tak tercukupi kebutuhannya untuk hidup.

Lantas, bagaimana realita saat ini? Tingkat demografi masyarakat yang bertumbuh menyebabkan supply-demand meningkat dari tahun-tahun sebelumnya terkait kebutuhan primer, sekunder maupun tersier, sehingga meningkat juga kenikmatan duniawi yang membalikkan bagaimana seharusnya warisan itu dikelola. Lahan sawah bukan menghidupi keluarga, tetapi menghidupi ”para mafia”, konsep pariwisata-budaya beralih menjadi budaya pariwisata? Banjar dominan hidup (ramai) ketika ada piodalan, hut STT (mungkin), juga kampanye pemilu, mungkin masih ada yang nampak aktif, kreatif, produktif sesuai dengan esensi dari di bangunnya banjar adat, namun tak banyak.

Akibatnya kita harus bekerja lebih keras untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup, terlebih masyarakat yang sama sekali tidak ditinggali warisan lahan, bak kata Ida Pedanda Made Sidemen ”tong ngelah karang sawah, karang awake tandurin”, kalau tidak mempunyai lahan sawah, maka tanami diri dengan kebaikan. Sangat jelas kalimat itu diungkapkan bahwa sejak lama kita sudah diingatkan memahami pengetahuan yang luas (investasi leher keatas sudah menjadi keharusan untuk kita semua).

Berangkat dari kewajiban untuk memenuhi kebutuhan hidup itulah masyarakat disibukkan nine to five bekerja, sehingga waktu untuk ngayah hampir nihil. Mulai saat ini kita harus bisa memahami bahwa ngayah bukanlah ngalih gae sing mebayah, ruet, sibuk, tetapi bentuk kebersamaan (gotong-royong) berbasis masyarakat adat untuk saling membantu sesama, juga wujud dari Tri Hita Karana itu sendiri yang juga landasan dari terciptanya pyramid of happiness oleh PBB pada tahun 2017.

Bagaimana menguatkan budaya tersebut? Mulai kritis akan sesuatu, jangan asal ucap nak mule keto, tingkatkan rasa penasaran akan sesuatu, jangan hanya sekedar menjalankan tanpa memahami esensi (makna) di dalamnya dan yang penting juga untuk tidak kaku, fanatik, mengingat arus perkembangan zaman, maka fleksibel tanpa meninggalkan makna adalah jalan keluar. Sabda Naya Genggong pernah berkata, ”ketika modernisasi dan tradisi dapat dipahami secara baik dan benar, maka disaat itu kita akan menemukan lango, kelangen atau keharmonisan,” ucap dr. Komang Indra Wirawan pada kanal Youtubenya.

sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet kampungbet
Tags: BaliBudayangayahSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Made Ari Sanjaya

Made Ari Sanjaya

Related Posts

Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

11 February 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

5 January 2026
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

16 November 2025
Next Post
Menimbang Program Ecobrick di Sekolah Jembrana

Menimbang Program Ecobrick di Sekolah Jembrana

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

14 February 2026
Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

14 February 2026
Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

13 February 2026
Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

12 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia