• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, April 28, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Fakultas Sastra Gelar Olimpiade Humaniora

Anton Muhajir by Anton Muhajir
15 July 2009
in Agenda, Budaya, Kabar Baru, Pendidikan
0
0

Batu di Museum

Teks Ni Made Purnamasari, Foto Luh De Suriyani

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Perancis yang telah lama bermukim di Bali akan unjuk pengetahuan di Fakultas Sastra, Universitas Udayana pagi ini (15/6). Bersama Ida Ayu Agung Mas, budayawan dan Jiwa Atmaja, tokoh intelektual Bali terkini, dijadwalkan sebagai pembicara dalam acara Seminar Budaya yang mengambil tema “Membangun Intelektual Muda yang Kreatif, Inovatif dan Berkompeten dalam Ilmu Humaniora”.

Seminar Budaya ini merupakan rangkaian dari kegiatan Olimpiade Humaniora I Fakultas Sastra Universitas Udayana, sebuah perhelatan yang mengasah intelektualitas generasi muda dalam ilmu humaniora, khususnya bagi siswa SMP, SMA dan SMK se-Bali. Selain seminar, menurut Ketua Penyelenggara Ni Putu Ayu Amrita Pradnyaswari olimpiade yang baru kali pertama digelar ini juga mengagendakan berbagai mata lomba seperti lomba Debat SMP dan SMA/SMK, lomba Menulis Esai serta lomba Karya Tulis Ilmiah.

Dekan Fakultas Sastra Universitas Udayana I Wayan Ardika mengatakan selama ini, bolehlah dikata, kesadaran akan pentingnya ilmu-ilmu sosial-budaya (humaniora) masihlah terbilang kecil. Ini terbukti dari adanya kecenderungan arah kebijakan berbagai sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya yang lebih menekankan pada upaya pengajaran dan pengembangan teknologi serta aplikasi-aplikasi ilmu pasti lainnya.

“Padahal, bila kedua ilmu ini dapat disinergikan dan diterapkan secara berimbang dan terpadu, kita tidak hanya mampu menyelesaikan berbagai permasalahan sosial budaya masyarakat, melainkan juga dapat memilih sekaligus memilah berbagai kemungkinan untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Ardika.

Ida Ayu Agung Mas, pembicara seminar yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) utusan Provinsi Bali pun menyampaikan bahwa lembaga pendidikan sejatinya memegang peranan yang sangat penting dan strategis, bukan hanya sebagai media untuk mencerdaskan, melainkan juga sebagai wadah apresiasi guna menampung sekaligus mengembangkan gagasan-gagasan kreatif anak didiknya.

“Meskipun ini merupakan penyelenggarakan Olimpiade Humaniora yang pertama, apa yang dilakukan oleh Fakultas Sastra ini boleh dikata adalah suatu titik pijak yang cemerlang demi tercapainya suatu generasi yang kritis pun juga penuh empati,” tutur Dayu Mas.

“Ke depan, alangkah baiknya bila acara serupa terus digelar, tentu dengan koordinasi dan kerjasama yang lebih menyeluruh antara pihak civitas akademika, masyarakat luas dan pemerintah,” lanjutnya.

Di samping itu, kegiatan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari, sedari 15 – 17 Juli 2009 ini juga akan menggelar sebuah acara pemutaran film dokumenter dengan tema budaya dan humaniora karya seorang antropolog asal Swiss, George Breguet, yang akan dilangsungkan sesuai Seminar Budaya. [b]

Keterangan foto: Anak-anak siswa sekolah mengunjungi museum Bali.

Tags: AgendaBudaya
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

25 July 2025
Budaya Ngayah Makin Langah

Budaya Ngayah Makin Langah

13 June 2025

Bali Hampir Habis, Semenjana dan Tergantikan

4 January 2025
Next Post

Syeh Puji dan Rumor Suap Rp 15 Milyar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

27 April 2026
Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
Kredit Plastik: Solusi Palsu Tak Berkelanjutan

Kredit Plastik: Solusi Palsu Tak Berkelanjutan

26 April 2026
“Slaves of Objects” Candu Kebendaan dari WD

Pikiran yang Didisiplinkan

25 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia