• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, January 16, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Syeh Puji dan Rumor Suap Rp 15 Milyar

I Nyoman Winata by I Nyoman Winata
16 July 2009
in Kabar Baru, Opini, Sosok
0
3

Teks I Nyoman Winata, Foto dari Internet

Syeh Puji atau Pujiono Cahyo Widianto adalah sosok yang nyentrik. Tidak jelas tentang gelar syeh yang disandangnya berasal darimana. Namun yang jelas Syeh Puji adalah pengusaha kaya raya dari usaha kerajinan Kuningan. Namanya belakangan menjadi sering disebut di media setelah sikapnya yang dengan berani melawan aparat kepolisian bahkan menantang jika berani menangkap dan memenjarakannya dalam kasus pernikahan siri nya dengan gadis dibawah umur.

Kasusnya sudah cukup lama dan Syeh Puji sudah sempat ditahan beberapa bulan lalu, namun kemudian penangguhannya dibebaskan dan hanya diwajibkan melakukan wajib lapor seminggu sekali.

Selasa (14/7) lalu, Syeh Puji dibawa paksa oleh tim Resmob Mapolwiltabes Semarang setelah melalui insiden yang cukup dramatis. Sehari sebelumnya media menyiarkan berita bagaimana sikap Syeh Puji yang dengan gaya khasnya menantang pihak penegak hukum. Sambil bergaya ala petinju yang menggerak-gerakkan tangannya seperti hendak memukul, Syeh Puji mengatakan bahwa dirinya tidak bersalah. Dia juga menyebut bahwa pihak-pihak yang menyebut mertuanya menerima uang agar mau menyerahkan Ulfah untuk dinikahinya adalah bentuk penghinaan.

Kasus ini sangat menarik untuk dicermati mengingat pernikahan di bawah umur sebenarnya di Indonesia khususnya di Jawa mungkin merupakan sesuatu yang lazim. Pelaku pernikahan gadis dibawah umur tidak hanya dilakukan oleh Syeh Puji seorang. Jika mau jujur, kasus serupa terjadi sangat banyak. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa justru kasus Syeh Puji ini membuat aparat kepolisian begitu bersemangat untuk mengusut dan menuntaskannya?

Awal mencuatnya kasus ini ke media sepertinya bermula dari ketidaksengajaan. Syeh Puji yang sering bicara ceplas-ceplos dengan tanpa beban mengaku telah menikahi seorang gadis dibawah umur, bahkan telah mempersiapkannya untuk menjadi manajer dari perusahaan yang dibangunnya.

Wartawan yang mendengar info ini lalu membuat berita dan nada pro kontra lalu mengumandang di media. Pihak-pihak tertentu yang berdiri atas nama perlindungan anak mendesak kepolisian menindak Syhe Puji karena melanggar hukum. Kepolisianpun tidak menunggu lama untuk segera memanggil Syeh Puji ke Markas polisi untuk diusut secara hukum.

Ketika itu Syeh Puji datang dengan rombongan mirip selebritis menumpang mobil BMW Merah dengan kap terbuka dan dikawal sejumlah orang berseragam mirip pasukan. Ketika disebut-sebut dirinya bisa dipenjara karena menikah siri dengan gadis dibawah umum, Syeh Puji bahkan telah lebih dulu membangun bangunan mirip penjara dirumahnya. Lagi-lagi dengan gaya khasnya Syeh Puji menantang aparat kalau berani memenjarakannya.

Ada banyak rumor yang beredar seputar kasus ini terutama seputar pemerasan yang dilakukan sejumlah aparat kepada Syeh Puji agar bisa lepas dari jerat hukum. Angka belasan milyar rupiah disebut-sebut sebagai bentuk suap kepada aparat agar Syeh Puji bisa ditangguhkan penahanannya. Faktanya setelah sempat mendekam dipenjara Mapolwiltabes, Syeh Puji ditangguhkan penahannya.

Lalu Syeh Puji sering tampil di berita memberikan ceramah tentang kewirausahaan di sejumlah perguruan tinggi di Semarang. Rupanya aktivitas ini memicu polemik lagi. Dan desakan agar Syeh Puji ditahan lagi mengemuka.

Mungkin karena merasa telah “membayar” milyaran rupiah, Syeh Puji lalu berteriak bahwa dirinya telah diperas dan merasa berhak untuk bebas. Berita tentang uang suap ini pun beredar dan disebutkan bahwa Syeh Puji telah memberi 5 milyar rupiah kepada pengacaranya untuk mengurus perkaranya tersebut. Beredar juga rumor yang tidak bisa dipastikan kebenarnya, bahwa petinggi di Polda Jateng juga telah menerima Rp 10 milyar dari Syeh Puji. Jadi total uang Syeh Puji berjumlah Rp 15 milyar yang telah disedot oleh aparat hukum. Rumor yang Rp 10 Milyar untuk petinggi di Polda Jateng masih belum diungkap, namun konon telah dilaporkan oleh tim kuasa hukum Syeh Puji langsung ke Markas Besar Polri di Jakarta.

Syeh Puji sepertinya memang telah menjadi semacam Sapi Perah bagi aparat penegak hukum. Mengetahui bahwa yang bermasalah adalah orang kaya yang sering menunjukkan tumpukkan uangnya kepada publik, aparat hukum sepertinya bersemangat untuk mengusutnya. Bahkan sejumlah LSM juga ikut-ikutan dengan menggelar demo ke kantor penegak hukum mendesak Syeh Puji diusut dengan tuntas.

Syeh Puji sepertinya menjadi bunga yang mekar karena memiliki kasus hukum dan tersium harum semerbak karena kekayaannya, kemudian mengundang banyak pihak untuk ikut menghisap kekayaannya. Sementara kasus pernikahan siri dengan gadis dibawah umur yang dilakukan oleh orang biasa yang tidak kaya raya, tidak pernah ada yang menggubris, tidak ada yang berbicara lantang apalagi sampai demo ke kantor penegak hukum.

Namun terlepas dari semua rumor tentang pemerasan yang dirasakannya, sosok Syeh Puji memang kontroversial. Ia sering dengan lantang menantang aparat hukum dan menjadikan hukum seolah-olah tidak ada. Gayanya yang nyentrik dan bicara blak-blakan membuat aparat penegak hukum merah telinganya. Mungkin inilah yang sering disebut orang seperti menggali lubang sendiri.

Dengan karakter seperti Syeh Puji, sepertinya dapat diterima bahwa sikapnya yang menantang aparat hukum karena ia sendiri mengetahui dan membuktikan bahwa para aparat tidaklah bersih. Syeh Puji konon telah memiliki rekaman video ketika ia menyerahkan uang suap kepada petinggi di Polda Jateng sebesar Rp 10 Milyar. Jika saja rumor ini benar, maka tidak heran kalau Syeh Puji berani bersikap menantang aparat Kepolisian. Kita tunggu saja kisah selanjutnya dari Syeh Puji, beranikah kepolisan memenjarakannya di balik jeruji besi? [b]

Tags: Opini
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Nyoman Winata

I Nyoman Winata

I Nyoman Winata lahir dan besar Denpasar tahun 1975. Pernah kuliah di Fakultas Ekonomi Unud sampai wisuda. Di tahun 2013 lulus kuliah di Magister Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro dengan predikat cumlaude. Bekerja di sebuah Media massa yang berkantor pusat di Bali. Dari akhir tahun 2004 lalu bekerja di Semarang Jawa Tengah. Tidak punya hobi pasti, dulu suka olahraga, sekarang tidak pernah jelas. Rumah di depan Terminal Ubung persis, disebelah rumah makan padang "Minang Ubung".

Related Posts

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Bus Sekolah Gratis di Desa Tembok Barter Sampah Plastik

Kenapa Kita (Ayah) Takut Mengambil Rapor Anak?

23 December 2025
Kemah Manja di Bali Jungle Camping Padangan

Terasering Subak sebagai Mitigasi Banjir Berbasis Lanskap

22 December 2025
Sambah Ayunan, Bermain Bersama Mencegah Bala

Patriarki Sebagai Bentuk Ketidakadilan: Patriarki Nggak?

18 December 2025
Data-Driven Marketing vs Feeling-Driven Decisions: Kesenjangan Praktik Pengambilan Keputusan di Perusahaan

Data-Driven Marketing vs Feeling-Driven Decisions: Kesenjangan Praktik Pengambilan Keputusan di Perusahaan

17 December 2025
Next Post

Jajaran Pariwisata Prihatin Bom Marriot dan Ritz Carlton

Comments 3

  1. adiwi says:
    17 years ago

    orang spt puji arus didiamkan jangan di siarkan atau diwawancara dan harus dibekuk, dan harus dibuat undang² national RI MELARANG TEGAS² PERKAWINAN DENGAN GADIS DIBAWAH UMUR. BUKANKAH USIA DEWASA ITU 18 TAHUN? KENAPA INDONESIA TETAP MENJADI NEGARA JAMAN MAAPAHIT??? KAPAN BISA BERPENDIDIKAN BUKANYA AGAMA DIJADIKAN TAMENG SEKSUAL. HERANNYA AGAMA ISLAM DIGUNAKAN UNTUK KEPUASAN HAWA NAFSU PRIBADI DAN ORANG SEPERTI MASYARAKAT ANGKAT TANGAN DIDEPAN ORANG GILA SPT PUJI???

    Reply
  2. Nanang says:
    17 years ago

    Sepertinya hukum diindonesia sudah terbalik.Pernikahan yang yang dilakukan secara sah menurut hukum agama ,Kenapa malah dibilang pelecehan.Sedangkan banyak mucikari yang menjajakan gadis dibawah umur malah dibiarkan begitu saja.

    Reply
  3. Raden PS says:
    16 years ago

    Idem dgn yg laen.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

16 January 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

14 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia