• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, October 17, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Dialek Unik Bahasa di Desa Bali Aga, Desa Pedawa

Ni Nyoman Meliaria by Ni Nyoman Meliaria
30 July 2025
in Budaya, Kabar Baru
0
0
Percakapan menggunakan Bahasa Pedawa

Penulis: Ni Nyoman Meliaria

Desa Pedawa merupakan desa tua di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Pedawa dikenal dengan dialek unik bahasanya yang berbeda dari dialek Bahasa Bali dataran, sekaligus ragam tradisi, dan ciri khas wajah yang dominan berbentuk bulat dan alis tebal. Saat ini, masyarakat hingga generasi muda tengah aktif melestarikan dialek khas tersebut di kegiatan sehari-hari maupun kegiatan budaya. 

Bahasa Bali Aga, dialek khas Desa Pedawa memiliki perbedaan mencolok dibandingkan Bahasa Bali dataran, terutama pada akhiran dan pelafalan. Ciri khas utamanya adalah penggunaan akhiran “a” dan pelafalan yang jelas pada kata “sekaa”.

Keunikan ini menarik perhatian bagi para peneliti maupun masyarakat umum di luar Pedawa. Bahasa Pedawa ini cukup unik, selain digunakan dalam komunikasi sehari-hari, bahasa tersebut digunakan dalam nyapatin tua-tua dari banten sagi (menyapa orang yang sudah meninggal, namun belum suci dari sebuah banten sagi).

Digunakan pula pada saat matur piuning atau sembahyang menggunakan Bahasa Kesamen, untuk dewa, Bhuta Kala, dan orang yang sudah meninggal, serta sudah diupacari dalam keadaan suci menggunakan Bahasa Bali Alus. 

Bahasa Pedawa dengan dialek dan pelafalannya yang khas ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi identitas kuat masyarakat Pedawa. Untuk menjaga kelestarian bahasa ini, masyarakat Pedawa menekankan agar selalu menggunakan Bahasa Pedawa sebagai alat komunikasi dalam keseharian di desa, maupun di luar desa seperti perantauan ketika bertemu dengan orang sesama orang Pedawa. Terutama pada generasi muda agar tetap menjaga warisan tersebut dan tidak punah.

Namun, yang menjadi tantangan pada era sekarang adalah pengaruh bahasa daerah lain atau bahasa gaul dan Bahasa Indonesia yang semakin dominan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pelestarian Bahasa Bali Aga sangat penting.  

Melestarikan Bahasa Bali Aga bukan hanya menjaga komunikasi, tetapi juga  mempertahankan identitas budaya Desa Pedawa. Dengan dukungan seluruh lapisan  masyarakat, terutama generasi muda, warisan berharga ini akan terus hidup di tengah  perkembangan zaman yang cepat dan perubahan sosial yang semakin dinamis.

(Salah satu karya Kelas Jurnalisme Warga Desa Pedawa)

sangkarbet kampungbet
Tags: Bahasa PedawaBali Agadialekkelas jurnalisme wargaKJW Pedawa
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Ni Nyoman Meliaria

Ni Nyoman Meliaria

Related Posts

Dupa Jagadhita Manfaatkan Material Alami sebagai Aroma

Dupa Jagadhita Manfaatkan Material Alami sebagai Aroma

30 September 2026
Sejarah Desa Guliang Kangin, Dulunya Hutan Belantara

Sejarah Desa Guliang Kangin, Dulunya Hutan Belantara

3 September 2026
Kayoan Bunderin, Mata Air Bersejarah yang Dijaga Sekaa Kayoan di Desa Bebandem

Kayoan Bunderin, Mata Air Bersejarah yang Dijaga Sekaa Kayoan di Desa Bebandem

23 August 2026
KJW Desa Adat Guliang Kangin, Desa Penuh Sejarah

KJW Desa Adat Guliang Kangin, Desa Penuh Sejarah

20 August 2026
Harmoni Alam dan Budaya di Kastala Trekking Karangasem

Harmoni Alam dan Budaya di Kastala Trekking Karangasem

15 August 2026
Pupuk Organik Cair Desa Kastala untuk Pertanian Berkelanjutan

Pupuk Organik Cair Desa Kastala untuk Pertanian Berkelanjutan

11 August 2026
Next Post
Media Kecil dengan Langkah Besar

Tafsir Baru Identitas Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Transisi ke Kendaraan Listrik adalah Wacana Kapitalistik ?

Pulau Wisata dengan Pasokan Rapuh: Analisis Kapitalisme atas Kelangkaan BBM di Bali

16 October 2026
Pemerintah Lalai, Bali Digerakkan Daily Worker dan Kini Harus Begadang Massal untuk BBM

Pemerintah Lalai, Bali Digerakkan Daily Worker dan Kini Harus Begadang Massal untuk BBM

16 October 2026
Warga Bali Antre Berjam-Jam Demi BBM, Koster Bilang Pasokan Masih Cukup

Warga Bali Antre Berjam-Jam Demi BBM, Koster Bilang Pasokan Masih Cukup

15 October 2026
Ketika BBM Langka dan Rasa Aman Warga Dipertaruhkan

Ketika BBM Langka dan Rasa Aman Warga Dipertaruhkan

14 October 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia