• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, June 11, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Menghubungkan Kreativitas Bali dan Bangkok

Arief Budiman by Arief Budiman
30 October 2008
in Budaya, Teknologi
0
0

Oleh Arief Budiman

Bangkok-Bali Creative Connection (BBCC) baru saja dirintis antara Bali Creative Community dan Bangkok Design Festival, tujuannya bertukar gagasan dan pengalaman menyongsong Asia yang berdaya saing kreatif. Atas undangan Bangkok Design Festival, Arief Budiman, lebih akrab disapa Ayip, menghadirinya mewakili Bali Creative Community. Berikut adalah laporan singkatnya.

Bangkok Design Festival tahun ini baru memasuki perhelatannya yang kedua, tapi agenda acaranya bagai festival yang sudah kesekian kalinya diadakan. Sangat meriah dan kaya akan kreatifitas. Tidak kurang dari 100 design karya lebih dari 50 desainer yang datang dari 13 negara hadir dalam perhelatan kreatif ini. Dengan beragam ekspresi dari yang komersil hingga yang eksperimental, tanpa batas yang jelas. Penuh dengan bentuk baru baik yang sangat individualis maupun bernuansa kepedulian sosial, melibatkan desainer yang sangat komersil hingga pelajar yang menampilkan gaya provokatif maupun “cantik”.

Semuanya memerlukan hati dan waktu untuk menikmatinya dengan jernih. Itulah barangkali pesan keragaman yang diusung Bangkok Design Festival 2008 dengan taglinenya “Everybody’s Everyday Life”

Dengan katalog acara ditangan yang penuh agenda penting diperbandingkan masa kunjung yang relatif singkat, sangat mustahil mengikuti semua agenda dan membagi semua cerita secara mendetail.

Selama hampir dua pekan Bangkok Design Festival berlangsung di pusat kota dengan mengambil public space baik mal maupun halamannya sebagai arena aktifitas utama. Hal ini dilakukan sebagai upaya lebih mendekatkan kepada khalayak yang beragam. Namun acara juga diadakan di gallery dan pusat kesenian lain semisal Thailand Creative & Design Center, Jim Thompson Art Center dan Bangkok Art & Culture Center serta tempat lainnya tersebar di penjuru kota Bangkok.

Sebagai catatan adalah antusiasme para desainer dan komunitas kreatif yang mengekspresikan karya-karya non komersil dan eksperimental dengan proses dan eksekusi yang sangat serius menunjukkan betapa pentingnya peran dan pemikiran yang ditawarkannya. Pratarn Teeratada sang chairman Bangkok Design Festival 2008 ketika berbincang mengatakan, “Para desainer telah suntuk bekerja untuk klien-klien mereka dan festival adalah ajang mereka merayakan kreatifitas dengan penuh semangat”.

Bekerja dan “bermain” memang adalah 2 hal penting yang juga menjadi perhatian panitia dalam agenda festival untuk diekspresikan dengan proporsional pada karya mereka.

Bangkok adalah kota yang termasuk dalam program Creative City yang programnya digiatkan oleh British Council dan berjejearing dengan Creative City lainnya termasuk Bandung dari Indonesia. Festival Desain adalah salah satu cara mengkampanyekan kreatifitas yang mampu selain membangun nilai ekonomi juga memberikan kontribusi bagi sebuah kota, untuk lebih baik tentunya. [b]

Tags: Ekonomi KreatifOpiniTravelling
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Arief Budiman

Arief Budiman

Bekerja di Matamera Communication Denpasar. Punya perhatian khusus di bidang desain, jazz, iklan, dan VW. Kini sedang gandrung dengan blog. Menulis di portal ini adalah bagian dari perjuangannya untuk mendorong warga Denpasar rajin ngeblog. Juga mengelola Warta Jazz.

Related Posts

Wisata di Denpasar, Tiga Tempat Menarik dalam Satu Area

Refleksi Aksi For HATI Bali 2026 dalam Menjaga Masa Depan Bali

8 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Melali Cokelat dan Sastra di Bali Barat

Bali Hari Ini: Mana Desa, Mana Kota?

29 May 2026
Pemberdayaan Lalai, Kekayaan Bahari Serangan pun Terkulai

Reklamasi Serangan: Elit Parpol Pecah, Media Terbelah, Masyarakat Tetap Susah

25 May 2026
Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
“Slaves of Objects” Candu Kebendaan dari WD

Pikiran yang Didisiplinkan

25 April 2026
Next Post

Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Musim Hujan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Pembangunan Infrastruktur Energi tidak Responsif pada Masyarakat Rentan

Pembangunan Infrastruktur Energi tidak Responsif pada Masyarakat Rentan

10 June 2026
Ketika Sungai Mati Membawa Banjir dengan Material Pasir dan Batu

Perencanaan Desa Tangguh Bencana di Karangasem

10 June 2026
Plastik di lautan

Festival Laut 2026: Mengenali Berbagai Masalah di Laut termasuk Perdagangan ABK

9 June 2026

Warisan Kuliner Peranakan Kian Tergerus di tengah Hidup Serba Instan

9 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia