
Parkir liar di badan jalan sering menjadi permasalahan di kawasan wisata karena dapat menyebabkan kemacetan, mengurangi kenyamanan pengguna jalan, serta mengganggu pejalan kaki. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah dan pengelola kawasan menyediakan kantong parkir sebagai tempat parkir resmi bagi kendaraan pengunjung. Salah satu kantong parkir yang ada di kawasan Intaran terletak di Jalan Wira Pantai Segara. Keberadaan kantong parkir ini bertujuan untuk menciptakan ketertiban lalu lintas sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut.
Minggu pagi (24/05/2026) kantong parkir pertama yang menjadi tujuan saya adalah Semawang Point. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, kapasitas yang dimiliki cukup luas dan cukup dekat dengan Massimo. Namun, sayang petugas parkir tidak berkenan untuk dilakukan wawancara singkat. Jadi, saya memutuskan untuk berpindah ke kantong parkir yang lainnya.
Tujuan selanjutnya adalah kantong parkir yang terletak di Pantai Mertasari. Kantong parkir Pantai Mertasari dipadati oleh rare angon, pemain layang-layang, lantaran bertepatan dengan hari Minggu. Kemudian, saya berpindah menuju kantong parkir yang terletak di Jalan Wira. Selama perjalanan, saya begitu menikmati suasana di jalan yang terasa nyaman tanpa pemandangan motor terparkir di badan jalan. Di trotoar terlihat beberapa pejalan kaki sangat menikmati perjalanan mereka.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Nengah Merta, selaku petugas parkir di kantong parkir Jalan Wira Pantai Segara, kantong parkir tersebut awalnya dibuat untuk mendukung kelancaran lalu lintas proyek pembangunan hotel dan rumah sakit internasional. Kantong parkir di Jalan Wira juga termasuk dalam kawasan The Meru, namun pengelolaannya dipegang oleh Perumda Bakti Praja Swakadarma. Selain di Jalan Wira, di kawasan Intaran juga terdapat tiga kantong parkir lainnya, yaitu di depan Hotel Andaz, Semawang Point, dan Pantai Mertasari.
Kantong parkir ini mulai beroperasi sejak pukul 06.00 WITA. Tarif parkir yang diterapkan tergolong cukup terjangkau, yaitu Rp3.000 untuk parkir sebentar dan Rp5.000 apabila kendaraan parkir lebih dari satu jam. Menurut Nengah Merta, hingga saat ini pengguna parkir tidak pernah mempermasalahkan tarif tersebut karena dianggap masih sesuai dan wajar. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat dapat menerima keberadaan kantong parkir sebagai fasilitas umum yang membantu aktivitas mereka.
Adanya kantong parkir memberikan berbagai manfaat positif bagi lingkungan sekitar. Kendaraan pengunjung menjadi lebih tertata, sehingga tidak lagi parkir sembarangan di badan jalan maupun di trotoar. Dengan kondisi tersebut, lalu lintas menjadi lebih lancar dan trotoar dapat digunakan dengan nyaman oleh para pejalan kaki. Selain itu, kawasan wisata juga terlihat lebih rapi dan teratur sehingga mampu meningkatkan kenyamanan serta daya tarik bagi wisatawan yang datang berkunjung.
Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam pengelolaan kantong parkir. Salah satu keluhan yang paling sering disampaikan adalah kapasitas parkir yang sering penuh, terutama di kantong parkir Jalan Wira. Tingginya jumlah kendaraan yang datang menyebabkan lahan parkir tidak selalu mampu menampung seluruh kendaraan pengunjung. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan yang lebih baik serta kemungkinan penambahan kapasitas parkir agar kebutuhan masyarakat dan wisatawan dapat terpenuhi dengan optimal.
Secara keseluruhan, keberadaan kantong parkir di kawasan Intaran memberikan dampak positif terhadap ketertiban dan kenyamanan lingkungan. Dengan pengelolaan yang baik, kantong parkir dapat menjadi solusi untuk mengurangi parkir liar sekaligus menciptakan kawasan wisata yang lebih tertata dan nyaman bagi semua pengguna jalan.
(Tulisan ini merupakan karya peserta Kelas Jurnalisme Warga Desa Adat Intaran)










