• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, May 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Catatan Mingguan Men Coblong: Toa

Men Coblong by Men Coblong
26 August 2018
in Berita Utama, Esai
0
0
Foto https://islamreformis.wordpress.com

MEN COBLONG saat ini mulai agak malas membuka beberapa akun media sosialnya.

Bahkan sepuluh lebih grup WA di ponsel miliknya sering tidak dibaca, langsung dihapus. Beragam caci-maki dan permusuhan makin membuat Men Coblong merasa tidak nyaman, terlebih dengan munculnya kasus Meliana.

Hyang Jagat, hanya karena masalah toa? Bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai kasus Meliana, yang divonis 18 bulan penjara karena kasus penistaan agama perlu dilihat saksama. Meliana divonis bersalah setelah meminta masjid di dekat rumahnya mengecilkan suara azan.

“Apa yang diprotes Ibu Meiliana saya tidak paham, apakah pengajiannya atau azannya, tapi tentu apabila ada masyarakat yang meminta begitu tidak seharusnya dipidana,” kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Agustus 2018.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu akan melihat lebih rinci masalah tersebut. Ia menilai tak ada yang salah jika Meiliana hanya meminta pengeras suara yang digunakan masjid dikecilkan volumenya.
DMI pun telah berulang kali meminta masjid di seluruh Indonesia menyesuaikan volume pengeras suara. Suara dari pelantang yang digunakan di masjid tak boleh melampui masjid lain.

Apalagi, rata-rata jarak antar-masjid di daerah padat penduduk sekitar 500 meter. Masjid pun tak diperkenankan menggunakan rekaman suara pengajian.

“Harus mengaji langsung, karena kalau pakai tape (pemutar suara) yang mengaji nanti amalnya orang Jepang saja, yang bikin tape itu kan (orang Jepang), jadi harus langsung,” jelas Kalla.

Meiliana divonis penjara 18 bulan oleh Pengadilan Negeri Sumatera Utara pada Selasa, 21 Agustus 2018. Perempuan asal Tanjungbalai, Sumatera Utara, itu dinilai terbukti melanggar Pasal 156 KUHP tentang penghinaan suatu golongan di Indonesia terkait ras, negeri asal, agama, tempat asal, keturunan, kebangsaan, atau kedudukan menurut hukum tata negara.

Men Coblong terperangah. Masa kanak-kanaknya berloncatan ketika dia masih seorang bocah lugu duduk di bangku SD. Guru di sekolah olahraga selalu menggunakan toa jika mengatur murid-muridnya lomba lari, atau beragam lomba di hari HUT Kemerdekaan RI.

Semua riang, semua bisa tersenyum girang.

Suara toa waktu itu seperti semangat yang membakar. Men Coblong pun sering diperkenankan guru untuk mencoba toa milik sekolah jika latihan upacara, tujuannya agar terbiasa bersuara lantang jika menjadi petugas upacara setiap hari Senin.

Tiba-tiba saja saat ini suara-suara dari toa saat ini justru menimbulkan masalah. Banyak yang memberi saran ini-itu. Kita baru saja merayakan “kemerdekaan” kita juga baru saja merasakan gemilangnya anak negeri bertarung di ajang Asian Games 2018. Lalu muncul si Toa yang melukai “kebersamaan”, “kemajemukan”, “keberagaman”, “toleransi”.

Yang ada di otak Men Coblong kenapa kasus-kasus seperti ini tidak dicarikan solusi oleh pemerintah. Padahal, kasus-kasus seperti inilah embrio retaknya tenun kebangsaan. Harus segera dicarikan obatnya. [b]

Tags: AgamaMen CoblongSosialToleransi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Men Coblong

Men Coblong

Men Coblong — Mantan buruh pers koran lokal. Ibu seorang anak lelaki.

Related Posts

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Siapkah Nyepi Digital?

Siapkah Nyepi Digital?

23 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Next Post
Lima Tahun Diam, Gubernur Bali Justru Diberi Penghargaan

Lima Tahun Diam, Gubernur Bali Justru Diberi Penghargaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Tiga Chef Muda Bali Bicara Tantangan Pangan Lokal

19 May 2026

TPA Suwung Ditutup, Apakah Bali Siap?

19 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia