• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, April 30, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

OSPEK, Pembodohan Mahasiswa yang Dibiarkan

Ida Bagus Abhimantara by Ida Bagus Abhimantara
2 August 2015
in Berita Utama, Kabar Baru, Opini
0
3
OSPEK di Kampus. Foto pmbbandung.blogspot.com
OSPEK di Kampus. Foto pmbbandung.blogspot.com

Akhir-akhir ini ramai berita tentang MOS yang memakan korban jiwa.

Namun, kali ini saya tertarik membahas praktik serupa di universitas yang biasa disebut Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK). Di tingkat universitas inilah puncak pelecehan dan penghinaan.

Selama OSPEK di kampus bahkan pelanggaran hak asasi manusia. OSPEK yang sebenarnya berorientasi pada pengenalan kampus disalahgunakan oleh oknum-oknum mahasiswa pemuja “senioritas”.

Pengenalan kampus dengan didikan militer namun tanpa pengetahuan pendidikan militer pun dilakukan oleh oknum-oknum mahasiswa. Alasannya untuk membentuk mental mahasiswa baru agar lebih siap dengan kehidupan kampus nantinya. Entah bagaimana pihak kampus memberikan izin dengan kegiatan seperti itu.

Menurut saya OSPEK dengan didikan militer jelas sangat tidak etis untuk dilakukan di fakultas yang tidak ada sangkut pautnya dengan hal berbau militer.

Saya yakin tidak semua mahasiswa baru memiliki kesiapan fisik untuk mendapat perlakuan seperti itu. Apalagi para oknum mahasiswa ini tidak mengerti bagaimana pendidikan militer itu sendiri.

Itulah sebabnya banyak generasi penerus bangsa yang mati konyol di tangan para senior bermental purba tadi. Bandingkan saja dengan pendidikan untuk masuk TNI atau POLRI apakah pernah terdengar ada yang tewas?

Saya sendiri belum pernah mendengar karena TNI tau POLRI mengerti betul pendidikan militer yang tegas.

Civitas akademika di seluruh Indonesia khususnya di Bali harus serius dan tegas menghentikan kegiatan OSPEK dengan cara seperti itu apapun alasanya! Karena tidak semua orang memiliki kekuatan fisik yang sama. Toh tidak akan ada gunanya dia di latih seperti militer tetapi dia masuk Fakultas Kedokteran.

Bentakan, penghinaan, dan menjatuhkan martabat orang lain dalam kegiatan OSPEK dengan alasan apapun tentu kita harus sepakat hal tersebut tidak dapat dibenarkan.

Sudah saatnya kita kembali ke jalur OSPEK yang sesungguhnya. OSPEK sebagai pengenalan kampus dan dijalankan secara menyenangkan. Dengan cara seperti itu saya yakin junior atau mahasiswa baru ini akan dengan sendirinya respect terhadap senior mereka. Tidak perlu dengan kekerasan atau bentakan untuk ingin di hormati kan?

Kita akan dihormati ketika kita tahu bagaimana cara kita menghormati seseorang.

OSPEK layaknya militer sudah bukan zamanya lagi sekarang. Sebab, sejarahnya OSPEK sudah ada pada saat Techniche Hooge School pada tahun 1920 yang sekarang menjadi ITB Bandung. Masihkah kita ingin mempertahankan cara berpikir purba dan terbelakang?

Jawabanya ada pada kita sebagai generasi muda. Jika tidak selamanya mental kita hanya soal “balas-dendam” apalagi sebagai mahasiswa yang pada hakikatnya sebagai agent of change. Jika pembodohan seperti ini terus dilakukan oleh sang agen perubahan itu sendiri, mau dibawa kemana mental adik-adik kita sebagai penerus bangsa?

Sebelum saya menutup tulisan ini saya ingin memuat kata-kata dari Soe Hok Gie seorang aktivis dari Universitas Indonesia. Dia berkata, “Masih terlalu banyak mahasiswa bermental sok kuasa, merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi”.

Itulah sepenggal kata dari seorang Soe Hok Gie yang seharusnya bisa kita jadi kan contoh pemikiran sebagai generasi muda dan melepaskan mental-mental purba yang masih ada di pikiran dan benak sebagian mahasiswa di Indonesia. [b]

Tags: KampusOpiniOSPEKPendidikan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Ida Bagus Abhimantara

Ida Bagus Abhimantara

Finished a Bachelor of Law at Udayana University, Bali. i'm an introvert person with idealism and free thinker. reading the books and writing something about what i think are my hobbies. my dream, one day i will can be useful to our country.

Related Posts

Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
“Slaves of Objects” Candu Kebendaan dari WD

Pikiran yang Didisiplinkan

25 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Pemerintah Tanpa Modal, Masyarakatnya Dipenjara?

14 April 2026
Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

17 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Next Post
Pesan untuk Pertemuan COP 21 Paris

Pesan untuk Pertemuan COP 21 Paris

Comments 3

  1. alexa photo says:
    11 years ago

    benar-benar tidak ada dampaknya dan tentu saja membuat setiap angkatan ingin balas dendam

    salam,
    ALEXA PHOTO – jasa prewedding di negara/jembrana

    Reply
    • Ida Bagus Abhimantara says:
      11 years ago

      setuju pak semoga ada perbaikan dari pemerintahan sekrang supaya generasi penerus menjadi lebih baik dr sebelumnya. salam

      Reply
  2. ali says:
    3 years ago

    gibliknya kampus kampus kok masih menerapkan sistem ospek gini ya… bukanya mahasiswa akan tahu sendiri gimana lingkunganya kelak sembari belajar… kan zero logic ….tradisi purba kok masih di lakukan

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia