• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, January 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Esai

Ini Kisahmu: Ni Pollok Gadis Bali

Dyajeng by Dyajeng
14 July 2023
in Esai, Kabar Baru, Seni rupa
0
1
Sumber foto: IndonesiaKaya, Museum Le Mayeur

Saudara-saudara,

Le Mayeur, Ni Pollok. Sudah muakkah kalian mendengar kisah mereka? Tunggu, tidak ada kata muak dalam sebuah sastra. Apalagi sastra romantisme, Ni Pollok Gadis Bali. Mendengar secuil kisah mereka, heii, Le Mayeur, Ni Pollok apa yang kalian lakukan? Menikah dengan cinta, tapi tanpa nafsu? *tertawa* Mungkin. Kisah kalian lah yang masih membentang sampai hari ini. Tepat hari ini, aku mewakili penikmat kisah hidup kalian. Jadi, apa dasar kalian menikah. Cinta, seni, atau ego?

Saudara-saudaraku,

Le Mayeur dengan kasih tulusnya, perhatiannya, kepeduliannya membuat seorang gadis Banjar Kelandis, Pollok, luluh. Hanya akan asmaranya pada seni lukis, Ia merelakan hak yang ingin dituntut sang istri yakni hak untuk memiliki anak. Pollok, mengapa kau begitu pollos. Mengapa kau tidak menyobek baju suamimu itu ketika sedang tidur atau bahkan lebih agresif mengajaknya ke suatu tempat untuk sejenak melupakan lukisannya? Mengapa kau memilih diam di depannya berjam-jam? Cukup sudah.

Hei, Le Mayeur. Pria berdarah biru. Tanpa darah birumu pun itu mungkin Pollok tak kan bertemu denganmu. Setelah sekian hentakan jarum jam Pollok kau rampas. Kau menutupi semua dengan karakter yang lemah lembut. Puas sudah bagi Pollok untuk tunduk padamu. Le Mayeur….mengapa pemikiranmu membutakan wanita. Memutuskan tak ingin punya anak? *geleng-geleng*, salah besar! Kau harusnya bilang pada Pollok dari awal! Seni lukis memang indah, tapi ternyata lukis membutakan mindsetmu!

Saudara-saudara,

Lantas, apa dengan persoalan dilema hidup dan cinta seorang penari legong kita mendapat nilai kehidupan di masa sekarang?

#1 Cerita Ni Pollok mengajarkan kita tentang pentingya integritas dan kejujuran.

Ni Pollok adalah seorang gadis yang tulus dan jujur dalam setiap tindakannya. Dia menjunjung tinggi nilai-nilai ini bahkan ketika dihadapkan pada godaan dan tekanan dari lingkungannya

#2 Ego mengalahkan pikiran

Sekuat apapun Ni Pollok, membujuk Le Mayeur. Pemikiran atau ego sang bangsawan tak kan tergeser. Ini memberi kita moral untuk selalu menjadi manusia yang konsisten dan tak goyah.

#3 Wanita memiliki hak untuk bahagia

#4 Childfree.

Zaman sekarang sulit rasanya dilakukan. Kebutuhan akan pemikiran masa depan, ketakutan di masa tua, dan harapan penerus merunyam pikiran. Tapi jika dilihat dari sisi ekonomi dan kependudukan. Bukankah dengan semakin sedikit anak dilahirkan, harga jual rumah semakin menipis? Sawah-sawah pupuan tak akan jadi beton untuk 10 tahun ke depan. Hiruk pikuk manusia bumi sudah padat mengurangi 50% populasi memberi ruang bukan? . Lanjut? Sulit… banyak pertimbangan.

Saudara-saudaraku,

Kisah dilema hidup dan cinta seorang penari legong, Ni Pollok akan menjadi khazanah baru era sekarang. Dengan demikian, Pollok gadis asal desa Kelandis punya peran penting dalam menghujam suara yang mematikan hak-hak perempuan.

“Pollok, integritas dan lemah lembutmu kan selalu terkenang…”

kampungbet
Tags: AgendaBaliDenpasarOpiniSosok
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Dyajeng

Dyajeng

Related Posts

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

5 January 2026
Bus Sekolah Gratis di Desa Tembok Barter Sampah Plastik

Kenapa Kita (Ayah) Takut Mengambil Rapor Anak?

23 December 2025
Kemah Manja di Bali Jungle Camping Padangan

Terasering Subak sebagai Mitigasi Banjir Berbasis Lanskap

22 December 2025
Sambah Ayunan, Bermain Bersama Mencegah Bala

Patriarki Sebagai Bentuk Ketidakadilan: Patriarki Nggak?

18 December 2025
Data-Driven Marketing vs Feeling-Driven Decisions: Kesenjangan Praktik Pengambilan Keputusan di Perusahaan

Data-Driven Marketing vs Feeling-Driven Decisions: Kesenjangan Praktik Pengambilan Keputusan di Perusahaan

17 December 2025
Next Post
Titik Bencana Juli ini, Terbanyak di Karangasem

Titik Bencana Juli ini, Terbanyak di Karangasem

Comments 1

  1. watersupply77 says:
    2 years ago

    https://watersupplyindubai.com/

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia