• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, August 20, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Sudahkah Bali Ramah Pejalan Kaki dan Transportasi Publik?

Komang Yuko by Komang Yuko
28 May 2024
in Kabar Baru, Pelayanan Publik
0
0
Trotoar di area Lapangan Puputan. Foto oleh: Yuko Utami

Desimawaty Natalia Hutabarat dan Lily Darmayanti di Space X BaleBengong berkeluh kesah tentang akses pejalan kaki dan transportasi publik di Bali. Desi dan Lily adalah penerima beasiswa liputan Citizen Science AJW 2024. Sebagai pewarta warga, mereka meriset sekaligus meliput topik Akses Pejalan Kaki. 

Desi dan Lily menceritakan pengalaman selama menaiki transportasi umum dan berjalan kaki. Fokus pengamatan keduanya berada di Sanur, Ubud, Kuta dan Canggu. Melalui X Space pada Senin (13/05), Lily menjelaskan ada beberapa hal yang memprihatinkan. “Sanur, jarak halte turun dan berhenti masih agak jauh. Kondisi trotoar sangat memprihatinkan dan halte butuh perbaikan,” tutur Lily.

Hasil pengamatan juga dijelaskan oleh Desi. Ia merasakan bahwa supir bus Trans Dewata ngebut. Ia mengungkapkan hal ini dapat menjadi salah satu faktor minat masyarakat yang jarang naik transportasi publik. Desi dan Lily juga membandingkan kualitas antara transportasi satu dan lainnya. Bagi Desi, Sarbagita jauh lebih nyaman dibandingkan Trans Metro Dewata (TMD). 

“Sarbagita lebih enak dan nyaman, ramai dan ada pramujasa bisa membantu dibandingkan ke Trans Dewata karena kebingungan gak bisa pakai QRIS, itu ga boleh naik,” ujar Desi.

Diskusi bertajuk Apakah Bali Enak untuk Pejalan kaki ini juga menghadirkan Ngurah Termana dari WRI Indonesia. Pada isu liputan akses pejalan kaki, Termana mengungkapkan penyusunan kebijakan berkeadilan penting dilakukan. “Mendorong pemerintah bagaimana membuat akses pejalan kaki yang bagus, publik transport yang murah,” ucap Termana. 

Jalur yang kerap macet di Gianyar. Foto oleh: Yuko Utami

Baginya, Bali sudah lama kehilangan budaya jalan kaki. Ada beberapa faktor penyebabnya, seperti kebijakan terkait transportasi dan infrastruktur. Akses ke tempat strategis yang kian jauh ditambah kemudahan kredit kendaraan pribadi, membuat budaya jalan kaki dilupakan. Termasuk transportasi umum pendukungnya seperti bemo yang mulai redup pada era 90-an.

Penting Bali memiliki transportasi berkeadilan untuk mengurangi kemacetan dan memihak mereka yang termarjinalkan. Indikatornya kota kita tidak mengapresiasi atau mendesain agar kita bisa mobile secara adil. pola pola pembangunan dimudahkan privatisasi dan berpihak pada pola konsumsi. mengharuskan kita hidup memenuhi dengan kendaraan. 

Kerap ditemui kebiasaan jalan kaki yang hilang. Misalnya, ke warung dekat rumah harus naik sepeda motor. Atau ke bale banjar untuk pertemuan adat di Bali, harus naik motor. Masyarakat kian ketergantungan terhadap kepemilikan kendaraan pribadi. Ini berdampak juga pada pola hidup sehat yang berkurang, yaitu dengan berjalan kaki. 

“Kegelisahan ini perlu dibagikan secara menyeluruh dan perlu politicall will yang lebih serius terkait transportasi publik ini,” ujar Termana.

Mengutip situs resmi Pemprov Bali, pendapatan asli daerah (PAD) Bali berasal dari dua sumber, yaitu pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor. Data terakhir tahun 2019, realisasi anggaran induk hingga perubahan, maksimal peningkatan pajak yang didapat Pemprov Bali mencapai Rp700 miliar. Koster mengungkapkan sistem PAD ini berdampak negatif, seperti penambahan kendaraan bermotor dan kemacetan di Bali. 

Bagaimana solusi dari warga terhadap akses pejalan kaki dan transportasi publik? Nantikan terbitan liputan Desi dan Lily.

kampungbet
Tags: akses pejalan kakiBaliTransportasi Publik
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Komang Yuko

Komang Yuko

Related Posts

Understanding the “Sulfur Burst” Phenomenon in Lake Batur and its Root Causes

Understanding the “Sulfur Burst” Phenomenon in Lake Batur and its Root Causes

12 August 2026
Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

12 August 2026
Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

26 July 2026
Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

20 July 2026
Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026
Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

15 June 2026
Next Post
Aksi Tolak Revisi UU Penyiaran yang Represif di Bali

Aksi Tolak Revisi UU Penyiaran yang Represif di Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

sewa kantor jakarta pusat

Menerka Kepentingan Pusat Finansial Internasional di Bali

20 August 2026
KJW Desa Adat Guliang Kangin, Desa Penuh Sejarah

KJW Desa Adat Guliang Kangin, Desa Penuh Sejarah

20 August 2026
Ketika Hujan, Tajamkan Indera Pembau. Petrikor Tanah dan Beton Berdampak pada Masa Depan.

Ketika Hujan, Tajamkan Indera Pembau. Petrikor Tanah dan Beton Berdampak pada Masa Depan.

19 August 2026
Di Balik Proyek PSEL Bali: Hantu Kegagalan Masa Lalu dan Ancaman Masa Depan

Dilema Energi Bali: PSEL di tengah Ambisi Bali Pulau 100% Energi Terbarukan pada 2045

19 August 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia