• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, June 27, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Pesisir Selamat, Dompet Pebisnis juga Selamat

Gde Putra by Gde Putra
17 March 2015
in Kabar Baru, Opini
0
0

Aksi Teluk Benoa

Saya heran dengan pebisnis-pebisnis pariwisata di Bali selatan.

Kenapa pebisnis pariwisata di Ubud, Nusa Dua, Kuta, Sanur dan sebagainya tak bersikap galak terhadap rencana ngotot investor membuat pulau ratusan hektar di Teluk Benoa itu?

Seandainya mereka bersikap, tentu ribuan orang yang protes di jalanan itu akan bertambah kekuatannya. Jika mereka, orang-orang berduit yang bisnisnya menggantungkan diri dari pariwisata ini, ikut mengerahkan tenaganya menahan laju para rakus maka kekuatan rakyat akan bertambah.

Memang ada beberapa organisasi pengusaha pariwisata yang ikut menolak, namun alangkah baiknya jika lebih banyak lagi dan berlipat ganda. Orang-orang berduit ini adalah jenis rakyat yang bersifat “khusus”. Sebab, mereka punya modal dan jaringan luas yang bisa menambah daya gedor perlawanan.

Bayangkan jika pulau buatan itu benar berdiri. Bisa jadi pulau ini akan menjadi daerah pariwisata baru yang lebih menarik daripada tempat wisata lainnya di Bali.

Hal ini bukan tidak mungkin, sebab pulau itu terlihat lebih spesial. Di atasnya akan berdiri tempat wisata bernuansa modern. Ada golf, hotel, bahkan konon tempat hiburan sekelas Disneyland, dan sirkuit balapan. Di sana sekaligus juga akan ada tempat wisata bernuansa tradisional, gedung kesenian sekelas Art Center.

Bukankah ini bisa mengancam bisnis wisata di daerah lainnya di Bali? Ibaratnya daftar menu yang menyediakan berbagai pilihan, wisatawan yang sudah masuk ke dalam pulau ini tak perlu jauh-jauh ke Ubud untuk melihat tarian Bali, atau tak perlu bermacet-macet ke Kuta untuk berdisco sebab semuanya ada di pulau ini.

Karena posisi pulau ini juga sangat strategis dengan Bandara Ngurah Rai dan pulau ciptaan manusia ini terlihat lebih canggih daripada pulau Bali ciptaan sang pencipta, maka sangat mungkin pulau ciptaan investor ini terlebih dahulu “membajak” pundi-pundi yang seharusnya menyebar ke tempat wisata lainnya di Pulau Bali.

Tambahan lain adalah rusaknya pemandangan pesisir Bali Selatan karena dampak abrasi yang diprediksikan menimpa daerah itu jika pulau 700 hektar ini benar berdiri. Oleh sebab itu persoalan menolak reklamasi berkedok revitalisasi di Teluk Benoa bukan semata menyangkut persoalan kerusakan alam, melainkan petaka yang ditimbulkannya terhadap ekonomi pariwisata.

Mari kita melihat ke belakang. Beberapa minggu yang lalu kita dibuat terkejut menghadapi banjir. Padahal hujan beberapa jam, namun di beberapa tempat banjirnya sudah selutut. Masyarakat Bali terasa belum siap, banyak yang panik, dan bingung.

Amburadulnya tata kelola sampah, tata ruang semrawut, maraknya alih fungsi lahan ditambah kehadiran pulau yang merusak fungsi Teluk Benoa sebagai ruang tampungan air, tentu bisa membuat banjir semakin mengganas saat musim hujan mendera. Petaka banjir ini tak hanya merusak roda bisnis, pariwisata, namun merusak roda bisnis apaupun di Bali.

Jargon-jargon “pulau buatan ini adalah milik Bali”, adalah takhayul yang sengaja diciptakan agar pulau ini terlihat ramah bagi semua orang. Ini taktik dagang, semua pedagang akan menggunakan taktik yang sama agar produknya terlihat baik dan berguna bagi semua orang.

Padahal dalam dunia dagang di era pasar bebas ini kompetisi liar adalah sah, dan pedagang yang kuat akan meminggirkan pedagang kecil lainnya.

Kita sudah banyak melihat para pemenang adalah kongsi para saudagar kaya raya yang didukung pemegang kebijakan, yang bisa membelokan hukum, membelokan yang salah jadi benar dan yang benar jadi salah.

Jika kita tak pingin kalah dalam persaingan, sudah sepantasnya menolak proyek ini. Pesisir Bali selamat, sekaligus dan dompet Anda juga selamat. [b]

Tags: LingkunganOpiniReklamasiTeluk Benoa
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Gde Putra

Gde Putra

Penulis lepas yang pernah kuliah di Universitas Atmajaya Yogyakarta. Kini merantau di Amerika Serikat.

Related Posts

Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Gemerlap Pariwisata dan Kemegahan Ritual Bertemu Krisis Ketenteraman Batin

23 June 2026
Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026
Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Berpikir Holistik Membangun Bali: Perspektif Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

20 June 2026
Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

15 June 2026
Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

11 June 2026
Wisata di Denpasar, Tiga Tempat Menarik dalam Satu Area

Refleksi Aksi For HATI Bali 2026 dalam Menjaga Masa Depan Bali

8 June 2026
Next Post
Belajar Kearifan dari Film Samin vs Semen

Belajar Kearifan dari Film Samin vs Semen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Di Balik Proyek PSEL Bali: Hantu Kegagalan Masa Lalu dan Ancaman Masa Depan

Di Balik Proyek PSEL Bali: Hantu Kegagalan Masa Lalu dan Ancaman Masa Depan

26 June 2026

Ketahanan Pangan Bali Bertumpu pada Kearifan Lokal tapi ya Begitulah

25 June 2026
Aksi Bali Bergerak Menuntut Presiden dengan 16 Tuntutan

Aksi Bali Bergerak Menuntut Presiden dengan 16 Tuntutan

24 June 2026
Klub Bola bisa jadi Ruang Artikulasi Sikap Politik

Klub Bola bisa jadi Ruang Artikulasi Sikap Politik

24 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia