• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, May 7, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Diskusi Kolonialisme di Nobar Film Pesta Babi

Albert Lega Nama by Albert Lega Nama
7 May 2026
in Kabar Baru, Politik
0
0

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Denpasar bersama Badan Pengurus Komisariat Imanuel masa bakti 2025–2026 membuka ruang diskusi dan nobar film “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”, dengan mengangkat tema diskusi “Dekonstruksi Serakah: Hegemoni Politik dan Komodifikasi Budaya di Atas Reruntuhan Ekologi”.

Film Pesta Babi adalah film dokumenter investigatif karya jurnalis investigasi Dandhy Laksono bersama antropolog sosial dan aktivis Cypri Dale, yang digarap oleh Ekspedisi Indonesia Baru bersama Greenpeace Indonesia, Watchdoc, dan Jubi Media. Kolaborasi strategis ini menghasilkan sebuah karya yang mengungkap perampasan hak hidup masyarakat adat di Papua Selatan akibat ambisi besar program food estate. Film ini mengangkat isu kolonialisme modern yang berdampak pada kehancuran ekologis yang memicu perlawanan suku Marind, Yei, dan Muyu di Papua Selatan.

Dalam semangat persekutuan dan pembinaan intelektual kader, Badan Pengurus Komisariat Imanuel masa bakti 2025–2026 menginisiasikan pemutaran film Pesta Babi sekaligus membuka ruang diskusi bersama beberapa narasumber yang konsisten menyuarakan isu-isu iklim, hak asasi manusia, dan politik. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan SEJ, Penatih, Denpasar Timur, pada (02/05/2026).

Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Denpasar, Giovany Umbu Rihi, menjelaskan mengenai latar belakang dibuka nobar dan diskusi film Pesta Babi ini sebagai bahan refleksi bersama untuk melihat bagaimana persoalan lingkungan yang terjadi hari ini menjadi perhatian bersama, baik masyarakat maupun pemerintah.

“Melalui nobar dan diskusi kita pada malam hari ini, menjadi sebuah bahan refleksi bersama untuk melihat bagaimana persoalan yang ada dalam film dokumenter ini harus menjadi perhatian bersama, terutama pemerintah,” jelasnya.

Narasumber dalam sesi diskusi, Suriadi Darmoko aktivis lingkungan 350.org Indonesia yang konsisten menyuarakan isu lingkungan dan iklim, menilai film ini dari kacamata transisi energi. Film ini secara utuh menggambarkan bagaimana transisi energi dibajak oleh pemerintah yang dibarengi dengan oligarki menggunakan narasi transisi energi untuk membangun industri food estate. Tetapi hal ini dinilai dapat menciptakan kerusakan baru.

“Idealnya transisi energi dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan baru dan tanpa menciptakan ketimpangan baru. Tetapi dalam film ini, jelas dan terang bahwa transisi energinya dibajak yang pada akhirnya menyebabkan ketimpangan dan problem lingkungan yang baru. Sehingga tidak ada transisi energi dalam praktik ekstraktivisme seperti yang ditayangkan di film Pesta Babi tadi,” tegas Moko.

Sementara itu, inisiator kegiatan ini, Kapelbid Akspel Komisariat Imanuel GMKI Cabang Denpasar, Mathew James Come Rihi, membeberkan mengenai latar belakang pemilihan tema “Dekonstruksi Serakah: Hegemoni Politik dan Komodifikasi Budaya di Atas Reruntuhan Ekologi”.

“Alasan kami memilih tema ini karena berangkat dari kerangka pemikiran kritis yang memandang pembangunan bukan sebagai proses yang netral, melainkan sebagai arena yang sarat dengan relasi kuasa antara kepentingan politik dan ekonomi,” bebernya saat dikonfirmasi pada 3 Mei 2026.

Melalui pemutaran film Pesta Babi, kegiatan ini dimaksudkan sebagai ruang refleksi kritis yang memungkinkan peserta untuk melakukan pembacaan yang lebih mendalam terhadap realitas tersebut. “Harapan kami dari kegiatan ini agar terbentuknya kesadaran kritis di kalangan kader Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Denpasar, baik pada tataran kognitif maupun etis,” tutup James.

Tags: film pesta babineokolonialisme
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Albert Lega Nama

Albert Lega Nama

Related Posts

No Content Available

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Diskusi Kolonialisme di Nobar Film Pesta Babi

Diskusi Kolonialisme di Nobar Film Pesta Babi

7 May 2026
Angkat Topi Buat Wanita, Khususnya Wanita Bali

Orang Bali jadi Objek Perencanaan Pariwisata

6 May 2026
Susur Hutan dan Sungai Bersama BASE Bali

Menutup Program Studi, Menutup Masalah?

6 May 2026
Pelanggaran Kebebasan Berpendapat terus Terjadi di Bali, mulai dari Larangan saat Konferensi Internasional, Aksi, dan Penangkapan Tomy

Surat Cinta Negeri dari Jeruji Besi

5 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia