• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, August 28, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Yeh Cacapan Semer, Sumber Kehidupan Warga Desa Pedawa

Putu Aditya Natha Wijaya by Putu Aditya Natha Wijaya
1 August 2025
in Budaya, Kabar Baru, Lingkungan
0
0
Yeh cacapan semer Desa Pedawa

Penulis: I Putu Aditya Natha Wijaya dan Putu Agus Widi Artawan

Sebagai salah satu dari banyaknya jenis air yang ada di Desa Pedawa, yeh cacapan semer menjadi sumber air yang paling mudah dijangkau dan paling mudah ditemukan oleh warga Pedawa. Yeh cacapan semer terdiri dari tiga kata utama, yeh yang berarti air, cacapan yang berarti tetesan, dan semer yang berarti sumur.

Yeh cacapan semer memiliki arti tetesan air yang berada di sumur atau tetesan air yang membentuk sumur. Yeh cacapan semer ini biasanya dapat ditemukan di lembah atau pangkung yang memiliki tebing atau bebatuan yang memungkinkan air untuk menetes. Air tetesan ini berasal dari rembesan tanah dan dari tumbuhan sekitar.

Sumber air ini digunakan oleh warga Pedawa dalam keperluan sehari-hari mereka, seperti mandi, pengairan ladang atau kebun, maupun sekadar mencuci muka saja. Air ini tidak bisa digunakan sebagai sumber air minum utama oleh warga Pedawa karena belum ada uji kelayakan air tersebut dapat diminum atau tidak. 

Selain sebagai keperluan sehari-hari, air ini juga digunakan sebagai sarana upacara adat warga Pedawa. Upacara adat Pedawa yang biasanya menggunakan air cacapan semer ini antara lain, ngeyehin karang (pekarangan rumah), mecaru, soroh tuun tuunan, dan numpek kendaraan (Tumpek Landep).

Warga Pedawa boleh mengambil air ini dari sumber di mana pun yang mereka inginkan. Pada saat mengambil air, masyarakat Pedawa menempuh jalan setapak menuju ke lembah atau pangkung yang biasanya curam.

I Wayan Pare merupakan salah satu warga Pedawa yang kerap membersihkan area yeh cacapan semer di bawah rumahnya. Menurut penuturan I Wayan Pare, masyarakat Pedawa atau orang Pedawa yang mau menggunakan atau perlu menggunakan yeh cacapan semer akan datang dan mengambil air tersebut.

Ia menambahkan bahwa bentuk dan tempat air tersebut berada memang sudah ada sejak lama dan ia hanya memperindah atau merawat tempat tersebut saja. Yeh cacapan semer ini juga bisa menjadi indikator lingkungan sehat karena hanya bisa ditemukan ketika lingkungannya masih dipenuhi oleh tanaman dan juga masih dalam kondisi asri dan terjaga.

Yeh cacapan semer bukan hanya sekadar sumber air biasa bagi warga Desa Pedawa, tetapi juga sumber air yang bisa menjadi indikator lingkungan sehat dan menjadi sarana upacara adat yang sangat penting di Desa Pedawa. Oleh karena itu, warga Desa Pedawa mulai bergerak aktif untuk menjaga yeh cacapan semer sebagai salah satu sumber air yang bisa ditemukan di Desa Pedawa agar selalu lestari dan terjaga.

(Salah satu karya Kelas Jurnalisme Warga Desa Pedawa)

sangkarbet kampungbet kampungbet
Tags: desa pedawakelas jurnalisme wargaKJW Pedawamata airsumber airsumber air di bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Putu Aditya Natha Wijaya

Putu Aditya Natha Wijaya

Related Posts

Kayoan Bunderin, Mata Air Bersejarah yang Dijaga Sekaa Kayoan di Desa Bebandem

Kayoan Bunderin, Mata Air Bersejarah yang Dijaga Sekaa Kayoan di Desa Bebandem

23 August 2026
Penurunan Debit Air Sumber Mata Air di Desa Pedawa akibat Berkurangnya Pohon Penyimpan Air

Penurunan Debit Air Sumber Mata Air di Desa Pedawa akibat Berkurangnya Pohon Penyimpan Air

21 August 2026
KJW Desa Adat Guliang Kangin, Desa Penuh Sejarah

KJW Desa Adat Guliang Kangin, Desa Penuh Sejarah

20 August 2026
Harmoni Alam dan Budaya di Kastala Trekking Karangasem

Harmoni Alam dan Budaya di Kastala Trekking Karangasem

15 August 2026

Gula Pedawa: Warisan Manis yang Berjuang Bertahan

13 August 2026
Pupuk Organik Cair Desa Kastala untuk Pertanian Berkelanjutan

Pupuk Organik Cair Desa Kastala untuk Pertanian Berkelanjutan

11 August 2026
Next Post
Bandung Rangki, Rumah Adat Desa Pedawa yang Kian Langka

Bandung Rangki, Rumah Adat Desa Pedawa yang Kian Langka

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Mau ke Mana Pemulung, Tukang Pilah tak Bergaji di TPA Suwung

Langit Terlihat Biru, tapi Polusi Udara Memburuk

28 August 2026
Setelah 15.000 Mangrove Ditanam, Apakah bisa Hidup dan Mengganti yang Mati?

Setelah 15.000 Mangrove Ditanam, Apakah bisa Hidup dan Mengganti yang Mati?

28 August 2026
Warisan Budaya Kolonial Dulu dan Kini

Warisan Budaya Kolonial Dulu dan Kini

27 August 2026
Kembali ke Akar di Gema Kemerdekaan Legian Kelod 2026

Kembali ke Akar di Gema Kemerdekaan Legian Kelod 2026

27 August 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia