• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, September 12, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Galeri Foto

Penurunan Debit Air Sumber Mata Air di Desa Pedawa akibat Berkurangnya Pohon Penyimpan Air

Putu Agus Widiartawan by Putu Agus Widiartawan
21 August 2026
in Foto, Kabar Baru, Lingkungan
0
0
Penanaman pohon di sumber mata air Gelunggang.

Oleh: Putu Agus Widiartawan (aguswidiartawan01@gmail.com)

Desa Pedawa merupakan salah satu desa Bali Aga yang berada di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Desa ini masih mempertahankan adat istiadat, budaya, dan tradisi leluhur yang diwariskan secara turun-temurun. Berada pada ketinggian sekitar 400–1.050 mdpl, Desa Pedawa memiliki banyak sumber mata air yang dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta sebagai sarana upacara. Saat ini tercatat terdapat sekitar 85 titik mata air di Desa Pedawa.

Salah satu sumber mata air di Pedawa

Namun, masyarakat perlu waspada terhadap kondisi sumber mata air yang mulai mengalami penurunan debit,  bahkan beberapa di antaranya mengalami kekeringan pada musim kemarau. Jangan langsung menganggap bahwa kondisi ini hanya disebabkan oleh musim kemarau. Penurunan debit mata air dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor sehingga perlu dipahami berdasarkan fakta dan data.

Sumber mata air Sabih

Salah satu penyebab yang diduga berkontribusi adalah berkurangnya jumlah pohon akibat penebangan. Pohon memiliki peran penting dalam menyerap air hujan ke dalam tanah sehingga menjaga cadangan air tanah dan membantu mempertahankan aliran mata air.

Ketika jumlah pohon berkurang, kemampuan tanah menyerap air ikut menurun sehingga cadangan air tanah berpotensi berkurang. Akibatnya, debit beberapa mata air dapat menurun, terutama pada musim kemarau. Kondisi ini mulai dirasakan masyarakat yang mengandalkan air dari jaringan Spamdes (Sistem Penyediaan Air Minum Desa) maupun sumber mata air secara langsung.

Sumber mata air Gelunggang

Di sisi lain, ada anggapan bahwa penurunan debit mata air hanya terjadi karena musim kemarau. Padahal, musim kemarau memang memengaruhi ketersediaan air, tetapi perubahan tutupan lahan dan berkurangnya vegetasi juga dapat menjadi faktor yang memperparah kondisi tersebut. Oleh karena itu, penting untuk melihat penyebabnya secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada satu faktor.

Penanaman pohon di salah satu sumber air Desa Pedawa.

Upaya konservasi yang sudah dilakukan oleh komunitas Kayoman Pedawa yaitu merawat dan menam pohon di beberapa titik sumber mata air yang sudah mengalami penurunan debit air, selain itu Kayoman Pedawa berusaha mejaga debit mata air yang masih setabil agar tidak mengalami penurunan dengan terus melakukan konservasi.

Artikel ini disusun berdasarkan informasi mengenai kondisi sumber mata air di Desa Pedawa, fungsi pohon sebagai daerah resapan air, serta referensi dari penelitian dan literatur mengenai konservasi sumber daya air. Beberapa data, seperti jumlah titik mata air dan kondisi di lapangan, sebaiknya diverifikasi melalui pemerintah desa atau instansi terkait agar informasi yang disampaikan semakin akurat.

(Tulisan ini merupakan karya peserta Workshop Menangkal Disinformasi Iklim berkolaborasi dengan IDJN dan IMS)

sangkarbet sangkarbet
Tags: desa pedawaKayoman Pedawapulihkan balisumber mata air
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Putu Agus Widiartawan

Putu Agus Widiartawan

Related Posts

Memedi dan Ekologi, Setetes Air yang Terus Dijaga di Pedawa

Memedi dan Ekologi, Setetes Air yang Terus Dijaga di Pedawa

11 September 2026
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Setahun Banjir dan Meruwat Bali

8 September 2026
Menjaga Hulu, Menata Wisata di Desa Pedawa

Menjaga Hulu, Menata Wisata di Desa Pedawa

3 September 2026
Setelah 15.000 Mangrove Ditanam, Apakah bisa Hidup dan Mengganti yang Mati?

Setelah 15.000 Mangrove Ditanam, Apakah bisa Hidup dan Mengganti yang Mati?

28 August 2026
Penyebab Tanah Longsor di Desa Munduk

Penyebab Tanah Longsor di Desa Munduk

25 August 2026

Permasalahan Penanggulangan Sampah Plastik di Desa Wisata

24 August 2026
Next Post
Jalan Panjang Desa Adat Mengelola Sumber Kehidupan Alas Mertajati

Penolakan pada Rencana Pemekaran Desa Tamblingan atas Nama Pemerataan Pembangunan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Proyek Gas dalam Mimpi Bali Mandiri Energi

Proyek Gas dalam Mimpi Bali Mandiri Energi

11 September 2026
Memedi dan Ekologi, Setetes Air yang Terus Dijaga di Pedawa

Memedi dan Ekologi, Setetes Air yang Terus Dijaga di Pedawa

11 September 2026
Megaproyek Bali Barat dan Utara: Beberapa Sempat Lenyap, Lalu Muncul Lagi

Megaproyek Bali Barat dan Utara: Beberapa Sempat Lenyap, Lalu Muncul Lagi

10 September 2026
Perkuat Kapasitas Individu untuk Tangguh Bencana

Perkuat Kapasitas Individu untuk Tangguh Bencana

10 September 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia