• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, May 30, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

WAY UP Exhibition, Pameran Kolaborasi Street Art

CataOdata by CataOdata
26 January 2017
in Agenda, Kabar Baru
0
0

Sejumlah tempat di Ubud penuh warna-warni.

Cata Odata memamerkan karya-karya street artist yang terlibat dalam WAY UP. Kasper berkolaborasi bersama 1escV, BOMBDALOVE, Kmis3, Lezart, Nedsone, Peanut Dog, SleecK, SLINAT, dan Yapstwo di 20 dinding di kawasan Ubud.

Karya mereka dipamerkan pada 8 Januari – 11 Februari 2017.

WAY UP adalah proyek kolaborasi street art yang diinisiasi oleh Cata Odata, Kasper dan ALLCAPS Store & Gallery. Proyek ini dimulai dengan ide untuk berkontribusi menyemarakkan suasana jalanan di sekitar Ubud dan berkolaborasi dengan street artist di Bali.

Melalui perjalanan yang akan selalu menjadi keberlanjutan bagi Kasper untuk menyebarkan semangat positifnya, ia mengajak semua orang untuk terlibat melalui kontes instagram #UbudScavengerHunt. Scavenger hunt dalam konteks ini diterjemahkan sebagai pencarian jejak atau perburuan.

Ia menantang semua orang untuk memburu 20 karya dalam proyek WAY UP dan memberikan salah satu karya aslinya kepada pemenang yang akan diumumkan pada 11 Februari 2017. WAY UP bisa ditelusuri melalui peta online yang dapat diakses di http://way-up.cataodata.com/follow-the-map.html.

 

Kasper dan 9 street artist di Bali

Lukas Kasper (Kasper) adalah seorang street artist dari Brisbane, Australia. Baru-baru ini ia melakukan perjalanan ke beberapa negara dan berkolaborasi dengan beberapa street artist. Pengalaman bertahun-tahun sebagai relawan di RSCPA (Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals) dan Wildlife Organization di Australia Zoo, sebagai wujud kepeduliannya menyoal kesejahteraan hewan, ia terjemahkan menjadi salah satu ide untuk menciptakan karakter dalam karyanya.

Nama proyek kolaborasi ini adalah WAY UP, yang terinspirasi dari perjalanan Kasper. Ia merintis kerja keseniannya secara otodidak, bermula dari ketertarikannya pada kegiatan melukis dinding dan gambar-gambar di dinding-dinding jalanan di kotanya tinggal, Brisbane, saat ia masih aktif bermain skateboard.

Dalam kamus populer, WAY UP juga diartikan sensasi yang tinggi, di mana seseorang merasa senang dan tidak memedulikan apapun kecuali fakta bahwa ia bersenang-senang. WAY UP sendiri secara harafiah diartikan sebagai “jalan menuju”, mencerminkan Kasper yang akan terus melanjutkan apa yang ia kerjakan dan menghadapi segala kemungkinan baik dan buruk yang menunggunya.

Selama dua bulan sejak akhir November 2016 hingga awal Januari 2017, Kasper menghasilkan karya di 12 dinding dan 8 dinding kolaborasi dengan 9 street artist di Bali. Dalam perjalanan kekaryaannya, Kasper selalu melatari setiap karakter dengan motif galaksi sebagai pengandaian semesta alternatif versinya.

Dari proses kolaborasi ini, ia berkenalan dengan banyak bentuk interaksi berbeda yang memperkaya kreativitasnya. Misalnya kampanye perlindungan paus di Lamalera yang terus disampaikan Lezart, Kmis3 yang baru-baru ini memiliki proyek kerja sama dengan Jakarta Aid Animal Network, SleecK seorang street artist dan tattoo artist yang tertarik dengan simbolisme, budaya, dan kemistisan. Ada Yapstwo dengan karakternya yang mulai konsisten lewat karakter yang terinspirasi oleh babi (karakter: terminologi untuk figur khas yang berfungsi sebagai tanda visual seorang street artist), Nedsone seorang grafitti writer yang dikenal dengan kreasi wildstyle, dan 1escV dengan karakter yang mengilustrasikan persona kanak-kanak.

Juga dengan kampanye BOMBDALOVE melalui stiker, stensil, dan wheatpaste – gerakan cinta dan proyek berkelanjutan (a love movement and a street art project), ‘X Visit Bali Year X’ oleh SLINAT, sebuah parodi jargon pariwisata Bali yang dibuat untuk merespon bentuk-bentuk pariwisata yang menjual kebudayaan, serta ‘Save Children’ oleh Peanut Dog yang mengkritik pemenuhan hak-hak anak.

Workshop kreatif dan Kelas Belajar

Secara umum, street art dipahami sebagai seni yang dikembangkan di ruang publik mencakup graffiti, stensil, wheatpaste, gerilya seni, mural, stiker, isolasi, media interaktif, pahatan, mozaik, dan instalasi jalanan. Pendapat lain berkata bahwa street art adalah sebuah seni yang terinspirasi oleh lingkungannya dan ini merujuk pada definisi dan penggunaannya yang berubah.

Street art kemudian juga dipahami sebagai intervensi ruang publik, yang ketika bentuk street art itu hadir dan diakui oleh sekelompok masyarakat, menimbulkan kepemilikan kolektif.

Dalam setiap programnya, Cata Odata berupaya mendorong proses dialog terjadi melalui kegiatan workshop kreatif dan kelas belajar. Bulan Desember lalu, Cata Odata menjadi tuan rumah untuk workshop kreatif: SPRAY JAM! (sebuah pengenalan spray paint dan praktik dasar street art) yang dihadiri oleh sembilan peserta dari usia pelajar hingga orang dewasa dan kelas belajar: WHAT IS STREET ART? yang menghadirkan Kasper, SLINAT, dan Trax51 dari ALLCAPS Store & Gallery (sekaligus pengelola akun Instagram @balistreetart_official) untuk memandu diskusi.

Cata Odata dan ALLCAPS Store & Gallery

Cata Odata adalah sebuah galeri dan ruang interdisipliner yang berbasis di Ubud. Salah satu misinya adalah melakukan upaya-upaya mendekatkan seniman dan karya dengan penikmatnya. Untuk itu, Cata Odata membuka diri seluasnya terhadap bentuk-bentuk kolaborasi seni dan kreatif.

Cata Odata dan ALLCAPS menjadi kurator bersama dalam proyek ini. ALLCAPS adalah sebuah penyedia kebutuhan graffiti dan galeri yang mengkhususkan pada seni kontemporer urban. Spray Jam adalah salah satu kegiatan reguler yang diadakan untuk mendukung skena lokal di Bali.

Sebagai ruang komunitas street art yang berbasis di Canggu, ALLCAPS terkoneksi baik dengan banyak komunitas street art dan aktif terlibat dalam banyak event besar street art. Tahun lalu mereka menyelenggarakan Tropica Festival untuk pertama kalinya.

Selain mempertemukan skena lokal dan internasional, Tropica Festival mencoba melakukan pemetaan lokasi street art di Bali, dimulai dari daftar street artist yang terlibat tahun lalu. Proyek WAY UP dengan peta onlinenya merupakan salah satu lanjutan program ini.

Kontak:
CATA ODATA
Jl. Penestanan Kelod, Ubud
(Seberang Pura Dalam Penestanan Kelod)
Galeri : Senin – Sabtu, 10AM – 7 PM
(Minggu, buat janji dahulu)
wonder@cataodata.com
0822-3323-7857
Facebook Page       : Cata Odata
Instagram               : @cataodata
Lokasi                      : Maps

Tags: BaliKomunitasStreet ArtUbud
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
CataOdata

CataOdata

Cata Odata is a gallery and interdisciplinary space in Ubud

Related Posts

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

9 May 2026
Next Post
Menjaga Kebersihan Pura, Apa Susahnya?

Menjaga Kebersihan Pura, Apa Susahnya?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

matan AI

Penghancuran Kemandirian Desa-desa di Bali

29 May 2026
Melali Cokelat dan Sastra di Bali Barat

Bali Hari Ini: Mana Desa, Mana Kota?

29 May 2026
Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

28 May 2026

Mall Baru akan Bermunculan, Warga Bali Khawatir Ruang Hidup Kian Sesak

27 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia