• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, December 15, 2025
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru Kabar

Bebas Berekspresi dalam Ubud Village Jazz Festival 2018

Iin Valentine by Iin Valentine
8 August 2018
in Kabar, Musik
0 0
0

Bali menjadi langganan banyak festival bergengsi. Salah satunya Ubud Village Jazz Festival.

Tahun ini festival jazz tahunan tersebut masuk tahun keenam. Festival bergengsi ini akan digelar pada 10 – 11 Agustus 2018 di Museum Agung Rai Museum of Art (ARMA) Ubud. Dari pukul 3 sore hingga 11.30 malam tiap harinya, para pecinta musik jazz akan dimajakan dengan alunan nada dari musisi-musisi ternama.

UVJF yang lahir dari inisiatif para musisi jazz dan pemerhati musik serta insan kreatif yang berbasis di Bali selalu memberi ruang dan turut mempromosikan musisi-musisi muda Indonesia untuk berekspresi dalam ajang internasional ini. Di samping tentu saja nama-nama besar dan melegenda seperti Idang Rasjidi Syndicate, musisi jazz legendaris dari Indonesia, yang telah menginspirasi ratusan musisi jazz Indonesia dari generasi di bawahnya. Juga akan tampil musisi jazz dari Amerika yang disegani di panggung jazz dunia, Benny Green Trio.

“Adalah sesuatu yang amat ditunggu oleh para pecinta jazz, melihat mereka tampil dalam satu perhelatan yang sama, mengingat mereka adalah musisi-musisi jazz papan atas,” kata Yuri mahatma, Co-founder dari UVJF.

Press Conference UVJF 2018 di Rumah Sanur Creative Hub. Foto Iin Valentine

UVJF 2018 mengangkat tema “Kebebasan Berekspresi”. Lebih lanjut, Yuri mengatakan bahwa kebebasan itu sangat penting dalam jazz. Kebebasan yang dimaksud tidak serta merta tanpa batas, melainkan tetap harus berdasarkan pengetahuan, suatu bentuk kebebasan yang bertanggung jawab. “Nggak asal bunyi,” imbuhnya.

Dalam rentang waktu cukup singkat UVJF telah mendapatkan reputasi membanggakan dalam lingkup lokal maupun global baik dari para seniman jazz, penikmat,  pecandu jazz, serta dari pihak-pihak sponsor sebagai salah satu festival jazz terbaik.

Tahun sebelumnya, ajang ini mengalami peningkatan pengunjung sekitar 40%. Sementara, untuk tahun ini, penyelenggara menarget pengunjung sebanyak 4.000 orang dalam 2 hari penyelenggaraannya.

Sebagai salah satu festival bergengsi yang mempunyai nama hingga tingkat internasional, penyelenggara UVJF tetap melibatkan masyarakat lokal Ubud sebagai partisipan. Mereka dilibatkan dalam pembuatan instalasi di venue juga penyedia penyewaan mobil dan motor untuk keperluan festival. Mobil dan motor ini disewa dari koperasi lokal untuk membantu perekonomian sekitar.

Selain memberi ruang untuk berpartisipasi, penyelenggara UVJF juga memberikan donasi atau dana punia kepada desa-desa yang dekat lokasi acara, seperti Desa Pengosekan dan Padang Tegal. Bagi masyarakat Ubud sendiri, UVJF dipandang sebagai festival yang dapat dinikmati segala golongan.

Selain didukung oleh volunteer dan komunitas, kali ini UVJF juga didukung Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Kementrian Koperasi dan UMKM, dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, serta dari beberapa kedutaan besar negara-negara sahabat seperti Kedutaan Besar Austria, Kedutaan Besar Belanda, Institut Francais d’Indonesie, Goethe Institute, juga dari Keluarga Kerajaan Ubud (Ubud Royal Family). Dukungan ini yang memberi semangat bagi penyelenggara untuk menjadikan UVJF sebagai ajang perhelatan Jazz yang universal.

Suatu perpaduan yang amat menarik di mana nama-nama besar akan berbaur dengan jazzer-jazzer lainnya yang tidak kalah unik. “Jazz amat beragam, tujuan kami adalah menyebarkan cinta yang terpancar dari musik ini dalam segala bentuk ekspresinya,” kata Anom Darsana, juga co-founder dari UVJF.

Tak kurang dari 20 pertunjukan akan meramaikan panggung UVJF. Dari tanah air akan tampil kolaborasi dari pianis latin jazz Nita Aartsen yang baru saja kembali dari tour Eropanya dengan drummer handal dari Belanda, Olaf Keus dan Dian Pratiwi (vocal), Ito Kurdhi, basis andal dari Bali, serta Ade Irawan, pianist tuna netra genius yang telah diakui oleh khalayak jazz dunia. Mereka akan tampil berkolaborasi dengan musisi-musisi jazz dari berbagai belahan dunia.

Akan tampil juga Idang Rasjidi Syndicate, seorang pianist dan entertainer sejati yang melalui permainan dan interpretasinya yang energik selalu berusaha menyampaikan pesan-pesan perdamaian dan persatuan dalam keragaman, suatu yang selamanya relevan, bahkan harus makin sering kita dengungkan. Idang akan bermain dengan musisi-musisi muda belia sebagai generasi penerus.

Sedangkan dari manca negara akan tampil untuk pertama kalinya di Bali sebuah group fusion jazz dari Korea Selatan yang beranggotakan 4  wanita, A-FUZZ. Dari Autralia Emilia Schnall, seorang vocalis, pianist dan composer: Gerard Kleijn, salah seorang trumpeter andal dari Belanda, Judith Nijland, Vocalist jazz kenamaan Belanda, yang berkolaborasi dengan Astrid Sulaiman Trio, yang akan tampil membawakan beberapa aransemen dari album larisnya :”Jazz tribute to ABBA”, Insula, sebuah group world-jazz-fusion yang unik yang didatangkan khusus oleh lembaga kebudayaan perancis (Institut Francais), Triple Ace-Colours in jazz yang siap terbang ke Bali dari Vienna, Austria. Juga ada Sebastian Gramms, pemain kontra bass legendaris di Jerman yang akan membawa projectnya yang dinamakan FOSSILE 3.

Yang tak kalah istimewanya dari UVJF ke 6 ini adalah hadirnya musisi jazz kenamaan dari USA yaitu Benny Green Trio. Benny adalah satu dari sedikit musisi jazz sarat pengalaman dan yang masih mengalami langsung belajar,  berinteraksi dan berkolaborasi dengan raksasa-raksasa jazz dunia seperti Oscar Peterson, Vocalist jazz Betty Carter, drummer legendaris Art Blakey, dan mahaguru dari seluruh pemain bass era modern Ray Brown.

Untuk pertama kalinya juga, tahun ini UVJF telah menyelenggarakan kompetisi jazz band untuk para musisi muda pada tanggal 29 April 2018 bertempat di Colony Creative Hub, Plaza Renon Denpasar. Acara ini diselenggarakan sekaligus sebagai acara memperigati hari jazz internasional yang telah ditetapkan oeh UNESCO (PBB) jatuh pada tanggal 30 April tiap tahunnya.

Joda Band, yang digawangi musisi berusia 12-17 tahun, menjadi pemenang lomba tersebut. Mereka berhak atas 1 slot performance di salah satu panggung UVJF dan merekam 1 single yang dipersembahkan  oleh Antida Music Studio.

Selain pertunjukan jazz, UVJF akan dilengkapi dengan Wifi provider gratis, stall makanan dan minuman, juga ada area VIP. Mulai tahun ini, Ubud Village Jazz Festival menjalin kerja sama dengan Castlemaine Jazz Festival, Australia dimana diharapkan ke depan CJF dan UVJF dapat bersinergi dalam berkarya, saling mempromosikan, bertukar pengalaman dan merintis terjadinya pertukaran musisi jazz antara Bali-Castlemaine, yaitu Yuri Mahatma-Astrid Sulaiman Jazz Quartet untuk CJF dan Ade Ishs Trio untuk UVJF.

Informasi lengkap perihal pre-event, tiket, dan jadwal serta artis UVJF 2018 dapat dipantau di akun berikut:

www.ubudvillagejazzfestival.com

Follow us on social media?#UVJF2018

Facebook: Ubud Village Jazz Festival

Instagram: Ubud Village Jazz Festival

Twitter: @ubudvillagejazz

YouTube: UBUD VILLAGE JAZZ FESTIVAL

Tags: AgendaMusikUbud
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Iin Valentine

Iin Valentine

seorang penikmat buku, musik, dan penggemar foto.

Related Posts

Kearifan Lokal di Tengah Arus Global di UWRF 2025

Kearifan Lokal di Tengah Arus Global di UWRF 2025

22 October 2025
Kata Warga Ubud tentang Kemacetan dan Fasilitas Publik

Kata Warga Ubud tentang Kemacetan dan Fasilitas Publik

3 October 2025
Ubud yang Tenang Berubah Bising dan Macet

Pengembangan Kawasan Rendah Emisi di Sanur dan Ubud

19 September 2025
Mengharapkan Perubahan Ubud dari Warga dan Pemerintah

Mengharapkan Perubahan Ubud dari Warga dan Pemerintah

15 September 2025
Jelajah Inovasi Desa di Ubud, dari Transportasi Hingga Pedestrian

Jelajah Inovasi Desa di Ubud, dari Transportasi Hingga Pedestrian

10 September 2025
Ubud yang Tenang Berubah Bising dan Macet

Ubud yang Tenang Berubah Bising dan Macet

10 September 2025
Next Post
Menelusuri Hubungan Pendidikan Kespro dan Penelantaran Bayi

Menelusuri Hubungan Pendidikan Kespro dan Penelantaran Bayi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

15 December 2025
Begini Lho Cara Menjelajah Nusa Penida dengan Cara Berbeda

Perempuan dalam Sistem Pewarisan Adat Bali: Terikat Adat, Hak Terbatas

15 December 2025
Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

14 December 2025
Para Perempuan di Balik Kerajinan Ate

Para Perempuan di Balik Kerajinan Ate

14 December 2025
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia