• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, May 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Telatlah Bayar Kau Ku Tahan

Anton Muhajir by Anton Muhajir
5 February 2009
in Kabar Baru
0
0

Oleh Luh De Suriyani

Rena Margalia, 19, “ditahan” selama dua minggu oleh RS Bhakti Rahayu di Jalan Gatot Subroto Denpasar karena belum melunasi pembayarannya. Karena tak kunjung mendapat solusi agar Rena bisa pulang, suaminya, Dedi Mustain, 20 memutuskan mencari bantuan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali, Rabu.

LBH Bali yang menemui manajemen RS Bhakti Rahayu gagal mencapai kesepakatan atas situasi yang menurut LBH berkategori penyanderaan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) ini.

“Ini termasuk penyanderaan karena menghilangkan hak seseorang mendapat kebebasan. Polisi saja harus minta ijin pada pengadilan untuk menahan seseorang. Kenapa malah institusi rumah sakit sendiri melakukan penahanan pada pasien,” ujar Agung Dwi Astika, Direktur LBH Bali.

Menurut Agung, masalah ini termasuk perdata karena menyangkut utang piutang. Semestinya menurut Agung, RS bisa mencari solusi dengan cara membuatkan surat utang dengan jaminan akan dipidanakan jika tak memenuhi kewajiban.

Apalagi saat ini, Rena dalam keadaan hamil dan sangat tertekan secara psikologis karena tak diperbolehkan pulang.

Agung menambahkan LBH masih berusaha mengusahakan penyelesaian secara kekeluargaan dengan RS Bhakti Rahayu, sebelum melaporkan kasus ini ke kepolisian, yang direncanakan Kamis besok.

Dedi Mustain menceritakan ikhwal penahanan istrinya ini karena tidak mampu melunasi sisa pembayaran operasi usus buntu.

Pada 18 Januari, Rena mendadak mengeluh sakit perut, lalu dibawa ke RS Bhakti Rahayu. Sampai di sana, dokter yang merawat, dr I Made Winarta, spesialis kebidanan ini meminta dilakukan operasi segera karena kondisi darurat.

“Istri saya dinyatakan kista dan harus dioperasi. Perkiraan biaya waktu itu sekitar Rp 6 juta rupiah. Walau saya tidak punya uang, tapi saya menyanggupi karena istri kesakitan,” ujarnya di kantor LBH Bali.

Dua hari setelah operasi, pada 21 Januari, Rena diperbolehkan pulang. Saat membayar di kasir RS, Dedi kaget karena harus membayar sekitar Rp 11 juta.

“Waduh, saya kaget setengah mati. Saya hanya bawa uang Rp 5 juta setelah pinjam pada banyak orang. Katanya istri saya operasi usus buntu dan ada tambahan biaya. Hal ini sama sekali tidak pernah dikonfirmasikan sebelumnya,” turu Dedi yang baru sebulan di Bali dan berdagang martabak ini.

Berhari-hari Dedi mencari bantuan dana, tapi tak berhasil. Sementara istrinya tidak diperbolehkan pulang dan juga tak mendapat pelayanan seperti makanan dan perawatan di RS Bhakti Rahayu.

Sejumlah tetangganya kemudian berinisiatif menemui dokter yang merawat untuk mendapat keringanan biaya namun keputusan berada di manajemen RS Bhakti Rahayu. Karena menemui jalan buntu, Dedi disarankan mencari bantuan di LBH Bali.

Manajemen RS Bhakti Rahayu yang ditemui di kantornya mengatakan belum bisa memberikan keterangan karena tengah upacara adat. “Benar, ada pasien dengan kasus itu, tapi pimpinan saya belum bisa memberi keterangan,” ujar Ni Putu Susanti, staf humasnya.

Menurut LBH Bali, pihak RS bisa mengijinkan Rena pulang jika ada surat miskin dari Provinsi bukan kepala desa. “Rena dan suaminya tidak mungkin mendapat surat miskin karena belum memiliki KTP Bali,” tukas Agung.

Sementara itu Rena yang ditemui di kamarnya mengaku sudah tak tahan tinggal di RS lebih lama lagi. “Saya juga takut keluar kamar karena nanti dikira mau kabur. Saya mau melunasi tapi tolong kasi waktu karena kami tidak punya keluarga di Bali,” ujarnya. [b]

Tags: AdvokasiKesehatanSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Siapkah Nyepi Digital?

Siapkah Nyepi Digital?

23 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Next Post

Penghargaan Rancagé 2009 untuk Tusthi Eddy dan Tinggen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

14 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia