• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, June 2, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Sosial

Terapis Spa Tanpa Sentuhan Massage ‘Bum-Bum’

Indira Rikma by Indira Rikma
18 June 2019
in Sosial
0
0
Terapis spa seringkali mendapat stigma dengan ajakan untuk melakukan prostitusi. Foto Indira Rikma.

Benarkah terapis spa sering mendapat ajakan esek-esek dari pelanggannya?

Kuta masih menjadi magnet utama pariwisata Bali. Sebagai ikon pariwisata Bali, Kuta kerap ramai dikunjungi turis yang memiliki tujuan berlibur saat ke Bali. Sejalan dengan itu, di Kuta pun makin banyak hiburan spa atau jasa pijat.

Jasa pijat ini dibuka dengan memanfaatkan kelelahan turis saat jalan berkeliling di kawasan Kuta. Setiap sore terlihat lalu lalang turis mancanegara melintas di sekitaran Jalan Pantai Kuta. Daerah wisata ini biasa dikenal dengan ombak pantainya yang menakjubkan.

Di pinggir jalan bertrotoar yang ramai, berkanopikan tanaman rambat, dengan tiang hijau sebagai ciri khas atap peneduh, terdapat deretan bangunan toko yang menghiasi suasana Kuta.

Selain Art Shop, peluang usaha yang banyak dimanfaatkan oleh penduduk setempat adalah sarana hiburan berupa Spa & Massage atau sebutan lain dari jasa pijat.

Namun, pekerjaan ini tak selalu dipandang positif. Tak jarang, masih ada penilaian masyarakat bahwa bekerja menjadi pegawai spa berarti siap menjadi pelayan pijat plus-plus.

“Emang bener, biasanya tamu India. Dia milih terapis kayak gitu karena pingin enak aja dan pingin yang cantik,” tutur Srini Astuti, pegawai Dikuta Massage & Spa.

Stigma ada terapis itu tak menghalangi suburnya bisnis spa di kawasan Kuta. Jika dihitung jari dengan jarak sekitar 100 meter dari perempatan Bemo Corner hingga gapura Pantai Kuta, terdapat 15 operasional spa yang dikelola oleh manajemen berbeda.

“Kita sebagai karyawan harus bisa menjelaskan ke pelanggan bahwa kita tidak ada massage bum-bum,” ujar Sri yang berumur 19 tahun ini bercerita sambil tertawa menjelaskan konotasi massage bum-bum.

Pada kalangan terapis, istilah massage bum-bum memiliki arti yang mana pelanggan datang dengan harga yang disepakati, memilih terapis yang akan melayani, dan terjadilah tindak prostitusi untuk memenuhi hasrat birahi.

Prostitusi Terselubung

Tak dapat dipungkiri, beberapa daerah di Bali memang masih ada layanan jasa pijat yang berkedok prostitusi terselubung ini. “Sama saja jika dia sudah kelihatan mulai pingin begitu, ya sudah, kelihatan dari cara bicara dan tatapan tamu,” kata Sri.

Dia menyampaikan bahwa dalam sebulan kurang lebih ada 8 kali tamu yang menanyakan jasa massage bum-bum ini.

Tak hanya terapis perempuan, terapis laki-laki pun terkadang saat menawarkan brosur pada tamu yang lewat di jalan, sesekali ditanyakan kesediaan jasa ini oleh tamu laki-laki pula.

“Intinya setiap kami ngasi brosur, mereka selalu bilang ada nggak massage bum-bum atau plus-plus,” jawab Dandi seorang terapis pria.

Turis yang datang tak sedikit memang bertanya jasa itu, datang sendiri dan terkadang berdua. Namun, dengan begitu masih banyak terapis secara profesional terhadap pekerjaannya dan menolak jasa pijat plus-plus.

“Sri pribadi sih sudah pasti menolak ya. Selama satu tahun kerja tidak pernah melayani jasa itu,” aku Sri jujur.

Meski terdapat stigma dari masyarakat tentang sisi kelam sebagai pegawai spa sesuai kondisi lapangan ini, masih banyak pegawai dengan tegas menolak, serta memilih bekerja secara jujur dan profesional. Ini karena seluruh gaji yang didapat, digunakan untuk menghidupi keluarga di kampung halaman. [b]

kampungbet
Tags: PariwisataSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Indira Rikma

Indira Rikma

Related Posts

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Pulau Wisata ini Ditutup Sementara untuk Perbaikan Kualitas Lingkungan  akibat Overtourism

Pulau Wisata ini Ditutup Sementara untuk Perbaikan Kualitas Lingkungan akibat Overtourism

8 April 2026
Siapkah Nyepi Digital?

Siapkah Nyepi Digital?

23 March 2026
Next Post
Mengolah Ikan, Mengubah Hidup Perempuan Indonesia Timur

Mengolah Ikan, Mengubah Hidup Perempuan Indonesia Timur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Mudahnya Merusak Mangrove, Sulitnya Menumbuhkan Penyimpan Ratusan Ton Karbon ini

Mudahnya Merusak Mangrove, Sulitnya Menumbuhkan Penyimpan Ratusan Ton Karbon ini

1 June 2026
Menjaga Pengetahuan Bambu di Samsara Bamboo Festival

Menjaga Pengetahuan Bambu di Samsara Bamboo Festival

1 June 2026
Ngiter Tipis-Tipis: Merawat Luka yang Dihilangkan Paksa

Ngiter Tipis-Tipis: Merawat Luka yang Dihilangkan Paksa

31 May 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia