• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, January 21, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru Kabar

Mengolah Ikan, Mengubah Hidup Perempuan Indonesia Timur

Hendiliana Dewi by Hendiliana Dewi
19 June 2019
in Kabar
0
0
Lansekap Desa Ngan di Maluku Selatan. Foto Seanet.

Dunia baru saja memperingati World Oceans Day pada 8 Juni lalu.

Tahun 2019 ini, tema yang diangkat Hari Laut Sedunia sangatlah strategis, “Gender dan Laut”. Isu kesetaraan gender masih menjadi isu hangat di Indonesia bahkan di kancah internasional. Sampai-sampai isu ini masuk ke dalam Sustainable Development Goal poin kelima yaitu kesetaraan gender.

World Economic Forum (WEF) baru-baru ini merilis Global Gender Gap Report yang berisikan indeks kesetaraan gender dari berbagai negara pada tahun 2018. Berdasarkan dokumen tersebut, Indonesia masih berada peringkat ke-85 dari 149 negara di dunia.

Berbicara tentang gender dan laut, sejatinya laki-laki dan perempuan dapat bekerja sama untuk mewujudkan sektor kelautan berkelanjutan. Misalnya para perempuan di sebuah desa kecil di antara Laut Arafura dan Laut Banda. Mereka sangat mahir menyulap hasil perikanan menjadi produk-produk bernilai ekonomi.

Pulau terpencil di Kei Besar ini bernama Desa Ngan. Menurut bahasa daerah setempat disebut Ohoi Ngan. Lokasinya di Maluku Tenggara.

Di balik wajah-wajah ceria masyarakat Desa Ngan, tersimpan tantangan untuk bertahan hidup yang tiada henti. Mereka hidup dalam kondisi infrastruktur yang terbatas. Mata pencaharian utamanya menangkap ikan, itupun juga masih tergantung pada cuaca dan musim.

perikanan-indonesia-maluku
Perempuan Ngan saat mengolah hasil perikanan

Menuju Kehidupan Lebih Baik  

Kilas balik ke masa saat desa ini belum terjamah program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dalam pengolahan hasil tangkap. Sebagian besar ikan segar yang ditangkap hanya dikonsumsi langsung. Jika tidak, ikan itu dijual ke pasar terdekat.

Akibatnya, ikan-ikan itu hanya memberikan sedikit pendapatan bagi masyarakat. Menurut Siti Rahanyaan, salah satu warga Desa Ngan, penghasilan dari menjual ikan segar hanya cukup untuk makan dan minum.

Sampai akhirnya para perempuan di desa ini mendapat pelatihan yang memberikan harapan bagi para perempuan Ngan untuk maju ke depan.

Harapan tersebut datang dari SeaNet Indonesia Project bekerja sama dengan Coral Triangle Center yang bertandang ke Desa Ngan pada Maret 2017. Keduanya bersama-sama memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh desa ini.

Program ini melibatkan 50 perempuan di Desa Ngan. Tujuannya untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Para perempuan mendapatkan pelatihan pengolahan hasil perikanan secara komprehensif sampai pada pelatihan manajemen bisnis dan keterampilan pemasaran.

Para perempuan Ngan diajak untuk belajar cara mengolah ikan menjadi  produk-produk seperti ikan asin, baso ikan dan juga abon ikan.

kesetaraan-gender-indonesia
Siti Rahanyaan

Hanya dalam jangka waktu enam bulan, para perempuan Ngan telah mengantongi sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT). Kini, perempuan Desa Ngan juga telah mampu memasarkan produk dan membangun jaringan bisnis di kota-kota yang lebih besar seperti Kota Tual di Timur Laut Maluku.

Siti (23 tahun) sebagai salah satu perempuan yang mendapat pelatihan ini mengaku sangat terharu dan bangga karena saat ini ia memiliki sebuah keterampilan. “Ini bukan mimpi. Ini bukan khayalan, tapi kenyataan,” ujarnya. Siti yang hanya tamatan SMP ini merasa terharu dan bangga karena dari dulu tidak tahu cara mengurus administrasi hingga organisasi ini membuka wawasannya.

Produk-produk olah para perempuan Ngan juga mendapat kesempatan untuk ditampilkan di beberapa pameran seperti di Festival Meti Kei dan pameran di Bali.

Mewujudkan Perikanan Berkelanjutan di Laut Arafura, Indonesia Timur

Selamat Hari Laut Sedunia!

Kisah dari desa terpencil di timur Indonesia ini hanya satu dari sekian banyak kisah perempuan di dunia yang telah melangkah maju menuju kehidupan yang lebih baik. Namun, dunia masih memerlukan lebih banyak perempuan-perempuan hebat lainnya untuk mewujudkan laut yang lestari dan kesejahteraan bagi segala elemen masyarakat, termasuk masyarakat pesisir.  

Semoga cerita ini memberikan inspirasi bagi perempuan-perempuan yang di dunia untuk turut andil dalam upaya pelestarian laut dan membangun mimpi-mimpi untuk masa depan yang lebih baik.

Selamat Hari Laut Sedunia! Bersama Kita Bisa! [b]

kampungbet
Tags: CTCGenderMalukuPerikanan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Hendiliana Dewi

Hendiliana Dewi

Ni Luh Putu Hendiliana Dewi merupakan alumni Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini juga pernah aktif di pers mahasiswa. Minat utamanya pada isu pelestarian pesisir dan laut, energi terbarukan dan perubahan iklim.

Related Posts

Di Balik Panggung Seni: Cerita Diskriminasi dan Perjuangan Pekerja Ragam Gender di Ekosistem Kreatif

Di Balik Panggung Seni: Cerita Diskriminasi dan Perjuangan Pekerja Ragam Gender di Ekosistem Kreatif

19 December 2025
Ketika Koperasi Nelayan Maluku Mengenal Konsep Ngayah di Bali

Ketika Koperasi Nelayan Maluku Mengenal Konsep Ngayah di Bali

21 March 2025
Program Adopsi Mangrove untuk Perairan Nusa Penida

Program Adopsi Mangrove untuk Perairan Nusa Penida

28 October 2024
Karena Ikan Bukan untuk Dihabiskan, tapi Diwariskan

Karena Ikan Bukan untuk Dihabiskan, tapi Diwariskan

19 May 2018
“Merayakan Murni” Perayaan Melawan Patriarki

Memperjuangkan Kesetaraan Gender melalui Kesenian

20 August 2016
Ironi Seraya, Penghasil Ikan Terbesar Bali

Ironi Seraya, Penghasil Ikan Terbesar Bali

21 April 2014
Next Post
Bali di Mata Wisatawan

Menggugat Jargon Para Serdadu Nindihin Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Finansialisasi Desa-desa di Bali

20 January 2026
Mosi Tidak Percaya adalah Pemuda yang Bersuara

Aksi Agustus: Dewan Pers Menugaskan Ahli Pers Memantau Kasus Kekerasan pada Jurnalis di Bali

20 January 2026
Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia