• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, January 22, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Snorkling Sambil Membantu Konservasi Serangan

Anton Muhajir by Anton Muhajir
13 December 2011
in Berita Utama, Kabar Baru, Lingkungan, Travel
0
1

Oleh Ni Luh Made Intan Paramitha Apsari

Serangan. Dulunya sebuah pulau, bagian selatan Pulau Bali. Reklamasi tahun 1997 membuat hamparan terumbu karang dan biota laut lainnya menjadi rusak. Meski luas wilayah berkembang tiga kali lipat, dari 112 hektar menjadi 481 hektar, terjadi penurunan ekologi, ekonomi dan budaya di wilayah ini.

Ini bukan kali pertama saya mengunjungi serangan. Minggu (11/12) sekitar pukul tujuh pagi, cuaca Serangan masih tak begitu menyengat. Hujan baru saja turun malam sebelumnya. Padahal, dua hari lalu ketika saya mengunjungi Serangan, saya merasa cuaca panas Desa Serangan terasa lebih menyengat dibanding dengan kota lain di Denpasar.

Saya bersama dua teman saya memang senggaja mengunjungi Serangan untuk snorkeling. Menikmati wisata bawah laut di Taman Safari Bawah Laut Pulau Serangan. Tak ada akses transportasi umum untuk Untuk masuk ke kawasan Serangan. Di pintu masuk, pengunjung akan dikenakan biaya retiibribusi Rp 1.000,- untuk motor dan Rp 2.000,- untuk mobil.

Saya langsung menuju Balai Kelompok Nelayan Pesisir Karya Segara. Kelompok Nelayan yang berkonsentrasi untuk konservasi terumbu karang di Desa Serangan.  Hari sebelumnya saya memang sudah menghubungi Wayan Patut untuk mengatar kami snorkeling di Taman Safari Bawah Laut. Kelompok Nelayan yang berdiri atas kesadaran bersama menuju perubahan lebih baik, pasca reklamasi.

KPN Karya Segara ini setiap bulannya menangani 300-400 wisatawan asing yang akan menggunakan jasa snorkeling dan diving. Dan hampir 200 orang pelajar tiap tahunnya. Untuk biaya snorkeling dikenakan Rp 150.000,- per orang, sedangkan untuk diving Rp 300.000,- per orang.

Wayan Patut dan enam teman lain sedang membuat substrat, ketika kami datang. Media untuk transplantasi terumbu karang di Pantai Tanjung Cerik, Serangan. Bentuknya menyerupai jamur. Namun ada lubang di atasnya.

Tak butuh waktu banyak untuk mempersiapkan alat snorkeling. Hanya masker snorkel dan sepatu katak saja. Baju renang sudah kami kenakan sebelum tiba di Desa Serangan. Hanya satu yang ditanyakan Patut kepada kami. “Kalian bisa berenang, kan?” Kami mengiyakan. Tak ada persiapan lain.

Langsung saja kami berjalan kaki ke arah pelabuhan. Sekitar 300 meter dari Balai Kelompok. Sebenarnya satu orang di pandu satu anggota Kelompok Nelayan Pesisir. Namun karena di waktu yang sama mereka akan memanen terumbu karang, maka kami pergi bersama dengan enam nelayan.

Kebun Terumbu Karang
Lima menit meninggalkan pelabuhan kami telah sampai di Tanjung Uban-uban. Di sinilah kebun transplantasi terumbu karang milik KPN Karya Segara dibiakan. Tanjung ini tak begitu dalam. Hanya 2-3 meter. Meski bisa berenang, saya memutuskan tetap menggunakan pelampung. Hanya melihat sambil terapung, kebun terumbu karang ini.

Awalnya kami khawatir. Ketika akan turun pukul delapan pagi, cuaca masih mendung. Pak Patut bilang, airnya akan dingin, dan belum ada matahari. Matahari akan sangat membantu untuk melihat bawah laut dengan lebih jernih. Ia memutuskan untuk menyelam lebih dulu. Kemudian Ia member kode bahwa air tak begitu dingin. Kami kemudian bergegas mengenakan masker dan kaki katak. Kemudian melompat ke air.

Banyak meja beton berbagai ukuran terusun rapi di bawah laut. Tak ada alga. Tumbuhan yang biasanya selalu ada dimanapun ada terumbu karang. Kebun ini luasnya 2 hektar are. Ah. Kemudian saya mengerti. Jika seperti menanam padi, kebun ini selayak kita sedang menyemai tanaman padi. Menyemai bibit untuk menjadi bahan transplantasi. Sehingga jika ingin membiakannya, tak perlu mengganggu habitat aslinya.

Ketika pagi, air laut masih pasang. Waktu yang baik untuk snorkeling. Kami hanya melihat-lihat dan bercanda di air, setengah jam saja. Kemudian kami diminta untuk naik. Dan menuju Taman Wisata Bawah Laut.

Kuda Laut
Hanya butuh lima menit untuk menuju Pantai Tanjung Carik. Dan Ah! Tempat ini selayak wisata terumbu karang asli. Padahal, taman wisata ini adalah taman wisata buatan. Kami di sapa dua candi bentar bawah laut, gapura khas Pulau Bali. Kedalaman air di pantai ini bervariasi. Ada yang tiga meter, dan paling dalam tujuh meter. Airnya biru pekat. Dan beberapa kali disapa gelombang.

Ada patung kuda laut besar, berbaris tiga memanjang selayak anak SD. Kuda laut merupakan hewan yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia. Terumbu karang dan kuda laut adalah dua biota laut yang berusaha di konservasi oleh KPN Karya Segara.

Taman Bahari Bawah Laut ini meman di konsep untuk memperlihatkan seluruh biota laut yang coba di konservasi oleh KPN Karya Segara. Tak heran jika kita melihat dua biota laut khas. Terumbu karang dan kuda laut.

Pemandangan di Taman Bahari bawah Laut lebih bervariasi. Kami melihat banyak rumput alga. Juga ikan hias yang tak terhitung jumlahnya. Lokasinya sangat bersih dan bebas sampah. Tampak satu-dua sampah plastic yang kemudian langsung dibersihkan oleh anggota nelayan.

Nelayan disini memang sedang mengemas, bagaimana Serangan tetap bisa menjadi kawasan wisata, namun tak meninggalkan kesadaran untuk melindungi biota laut. Reklamasi membuat kerusakan terumbu karang seluas 10 hektar. Program Konservasi yang dilakukan oleh KPN Karya segara baru berlangsung dari tahun 2003 dan baru berhasilmengkonservasi 2 hektar terumbu karang. Target 15 tahun hingga tahun 2018, harus ada 5 hektar kebun konservasi terumbu karang. [b]

Tags: konservasipulau serangansnorlingTravelWisatawisata serangan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Serangan di Pulau Serangan

3 February 2025
Melestarikan Tapel Ngandong, Kesenian Unik dari Desa Les Lewat Akses Digital

Kesenian yang Terancam Hilang di Desa Wisata Les

3 January 2025
Menilik Hotel Ramah Lingkungan Mana Earthly Paradise

Menilik Hotel Ramah Lingkungan Mana Earthly Paradise

1 July 2021
Jargon Kontroversial soal Bali Wisata Halal

Jargon Kontroversial soal Bali Wisata Halal

25 January 2021
melukat di bali

Tempat Melukat untuk Menyambut Tahun Baru

25 December 2020
Tempat Wisata di Bandung yang Cocok untuk Liburan bersama Keluarga

Tempat Wisata di Bandung yang Cocok untuk Liburan bersama Keluarga

29 August 2019
Next Post
Transformasi Nosstress yang Dibully Ketika SMA

Transformasi Nosstress yang Dibully Ketika SMA

Comments 1

  1. gabybali says:
    14 years ago

    Wah..menarik sekali ya memang snorkeling di Serangan, kalau ada foto2nya saya pengen banget liat dong…Pasti indah2!

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Ratusan Titik di Bali Alami Bencana

Menghitung Konversi Tutupan Lahan Bali Menjadi Lahan Terbangun

21 January 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Finansialisasi Desa-desa di Bali

20 January 2026
Mosi Tidak Percaya adalah Pemuda yang Bersuara

Aksi Agustus: Dewan Pers Menugaskan Ahli Pers Memantau Kasus Kekerasan pada Jurnalis di Bali

20 January 2026
Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia