• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, September 3, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Satu Jalur Lawan Mesuryak dalam Pilkada Bali

Made Gunawan by Made Gunawan
8 March 2018
in Berita Utama, Kabar, Opini, Politik
0
0

Pilkada Bali memasuki babak paling menentukan, masa kampanye.

Seperti kita telah ketahui bersama, ada dua pasangan calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur Bali (Cawagub) di Pilkada Bali kali ini yaitu pasangan nomor urut 1 I Wayan Koster – Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau (KBS-Ace) serta nomor urut 2 Ida Bagus Rai Dharmawijaya dan Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta).

Masing-masing calon telah mengeluarkan jurus dan strategi untuk menarik minat pemilih. Strategi itu di antaranya adalah dengan mempopulerkan slogan politik, yang menjadi semacan tagline, atau Bahasa ringkas menggambarkan secara singkat program yang diusung.

Paket KBS-Ace, yang mendapatkan kepastian pencalonan diri lebih awal, yakni pada 11 November 2017, menggunakan tagline politik “Satu Jalur”. Ia diusung partai PDIP, HANURA, PKPI, PAN, dan PKB.

Pasangan kedua Mantra-Kerta dengan jargon “Mesuryak” dideklarasikan beberapa minggu kemudian, tepatnya 9 Januari 2018. Mereka diusung partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Bali, yang terdiri dari Partai Golkar, Gerindra, Partai Demokrat, Perindo, PKS, dan PBB.

Menjadi menarik jika kita mengupas tagline para kandidat tersebut. Bukan bermaksud apa, sekadar hendak meramaikan pesta demokrasi kali ini, yang memang seharusnya semarak. Sayangnya kesemarakan itu berhenti hanya pada sebatas Bahasa politik, atau slogan. Sewajarnya orang banyak tahu juga, ada apa dibalik pemilihan slogan politik dan tagline itu?

Mari kita kupas sisi positif dan negatif dari kedua tagline para kandidiat tersebut. Mari..

Satu Jalur, rupa-rupanya dipilih pasangan KBS-Ace, beranjak dari keresahan tata kelola Bali sebagai sebuah kesatuan geografis, yang mana komunikasi dan kordinasi dari pemangku kebijakan yang tidak sejalan. Kebijakan gubernur sering seringkali tidak seiya sekata dengan para bupati.

Hal ini dapat dilihat dari beberapa kali rapat penentuan kebijakan pemerintah Provinsi Bali yang tidak dihadiri para bupati di Bali. Beberapa kali pula, Gubernur Bali mengalami miskomunikasi dengan para bupati dalam mengimplikasikan kebijakannya.

Satu Jalur, dalam pandangan KBS–Ace menjadi solusi mengatasi situasi yang kurang harmonis itu. Hal ini dipertegas dengan pernyataan one island one management atau rencana sistem pembangunan tata kelola Bali dalam satu pola manajemen pembangunan, yang dikenal dengan pola pembangunan nasional semesta berencana (PPSB).

Program PPSB adalah program eksperimen pengurus pusat PDIP yang telah diujicobakan pertama kali di Kabupaten Badung. Rupanya konsep ini akan diterapkan juga di tingkat Provinsi Bali sebelum diterapkan di tingkat nasional atau kabupaten dan provinsi lain.

Setelah mendapat rekomendasi dari partai pusat, pasangan calon KBS-Ace melakukan deklarasi massif, di tingkat provinsi, kabupaten, kota, bahkan hingga tingkat desa. Tak heran karena partai PDIP, adalah mayoritas di Bali. Banyak kadernya yang duduk di pemerintahan, baik eksekutif maupun legeslatif. Mereka juga menjadi tim pemenangan pasangan ini.

Dari deklarasi yang masif ditambah belum adanya pasangan calon yang resmi menjadi lawan, pasangan ini melenggang sendiri. Banyak yang terkesima dan takjub dari akbar serta gegap gempita tiap deklarasi yang dilakukan.

Akibatnya, muncul kesan kembalinya budaya suryak siu atau ikut-ikutan saja.

Memang, tagline Satu Jalur, jika kita kritis mencermatinya, ia terkesan mengabaikan yang liyan atau the other. Ia seperti hendak mengatakan bahwa yang liyan adalah berbeda dan tidak sepaham dengan kita. Oleh karena itu ia bukan teman kita. Dia akan mekenten dan harus dikucilkan atau dikasepekang.

Padahal sejatinya tidak begitu. Jika program satu jalur disampaikan dengan benar, ia bisa benar-benar menjadi solusi bagi Bali dalam memperjuangkan Bali sebagai daerah otonomi khusus di tingkat 1.

Siapa tahu?

Nah, melihat situasi semarak dalam tiap deklarasi pasangaan KBS-Ace itu, pasangan kedua Mantra-Kerta yang memang deklarasi belakangan, mengeluarkan tagline “Yuk Mesuryak”. Entah ini disengaja atau memang alam yang mengatur. Entah karena alam bawah sadar masyarakat Bali atau hanya dalam pikiran saya saja. Mesuryak seperti jawaban atas budaya suryak siu yang seolah-olah mulai muncul lagi.

Mesuryak, asal katanya Suryak. Dalam Bahasa Indonesia artinya bersorak atau berteriak.

Pasangan MANTRA KERTA ini hendak mengatakan, “Jangan ikut-ikutan tanpa berpikir rasional“. Wajar saja karena ia hadir belakangan sebagai penantang. Sosok Mantra-Kerta hendak memposisikan dirinya sebagai sosok yang rasional, cerdas, dan kekinian.

Bali harus dibangun dengan kecerdasan, kretif, dan dengan cara-cara kekinian yang bersih dan berwibawa, bukan cara-cara serampangan, kebersamaan dan merangkul semua orang.

Kekurangan dari tagline ini, sejauh ini belum terpaparkan dengan baik. Ia belum mampu menjangkau wilayah akar rumput di daerah dan desa-desa nun jauh di utara atau di barat sana. Tagline ini masih sulit dicerna orang banyak dan belum mewakili usungan program Mantra-Kerta secara keseluruhan.

Perlu sosialisasi yang lebih massif, mungkin? [b]

Tags: OpiniPilgub Bali 2018Politik
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Made Gunawan

Made Gunawan

Made Gunawan. Tertarik pada dunia tulisan, ingin belajar menulis.

Related Posts

Warisan Budaya Kolonial Dulu dan Kini

Warisan Budaya Kolonial Dulu dan Kini

27 August 2026
Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Angka Perceraian bukan untuk Diturunkan, Apa yang Ada di Baliknya?

17 August 2026
Menguji Akses Publik di KEK Kura Kura Bali Hasil Reklamasi Serangan

Menilai Distribusi Ekonomi Mall Baru

10 August 2026
Merayakan Kesenian Tradisi Bali

Internalisasi Nilai “Eda Ngaden Awak Bisa”

30 July 2026
Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

20 July 2026
Memperjelas Persepsi Risiko Berwisata ke Bali

Rahasia di Bawah Gunung Agung: Ketika Batu Lava Membongkar Identitas Asli Pulau Bali

6 July 2026
Next Post
Women’s March Bali Tuntut Hak Perempuan dan Kelompok Rentan

Women’s March Bali Tuntut Hak Perempuan dan Kelompok Rentan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Nasib Cagar Budaya di Kota Denpasar: Revitalisasi Bak Pisau Bermata Dua

Nasib Cagar Budaya di Kota Denpasar: Revitalisasi Bak Pisau Bermata Dua

2 September 2026
Sidang Pembelaan Tomy: Kesaksian Ahli dan Bukti Menguatkan Bebas dari Tuntutan

Sidang Pembelaan Tomy: Kesaksian Ahli dan Bukti Menguatkan Bebas dari Tuntutan

2 September 2026
Harapan Pengembangan Usaha Disabilitas

Harapan Pengembangan Usaha Disabilitas

1 September 2026
Catatan Perjalanan Desa Ban: Masih Terjal dan Krisis Air

Catatan Perjalanan Desa Ban: Masih Terjal dan Krisis Air

31 August 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia