• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, September 15, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Rekomendasi Wisata Air yang “Cukup Mudah” Diakses di Bali

I Gusti Ayu Septiari by I Gusti Ayu Septiari
25 August 2026
in Kabar Baru, Travel
0
0
Tirta Empul. Foto: Kementerian Keuangan

Ada ratusan titik wisata air di Bali, pantai, taman air, air terjun, pemandian air panas, hingga wisata arung jeram. Namun, tiap kali memutuskan pergi ke lokasi wisata air alami, rasanya otak berpikir berulang kali. 

Apakah tempat tersebut mudah diakses oleh orang tua? Apakah mudah diakses anak-anak? Dan apakah mudah diakses oleh kaki yang sudah jarang olahraga ini?

Wisata air alami terbaik justru berada di lokasi yang sulit dijangkau. Ada yang berlokasi di lembah curam, hutan lebat, lereng gunung, bahkan di tempat yang belum tersentuh infrastruktur jalan.

Untuk memetakan wisata air alami yang bisa diakses penyandang disabilitas, lansia, dan anak-anak, saya mencoba bertanya kepada Wayan Damai. Damai merupakan pengguna kursi roda, aktif di Yayasan Cahaya Mutiara Ubud.

“Untuk pengguna kursi roda, berdasarkan pengalaman kita berwisata bersama teman-teman yayasan, jujur saja belum bertemu (wisata air alami) yang benar-benar bisa diakses,” kata Wayan Damai ketika dihubungi pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Dari pengalamannya mengunjungi berbagai tempat wisata air alami, hanya ada dua tempat yang dikatakan layak untuk difabel. Itu pun masih perlu bantuan dari pendamping.

“Hanya ada beberapa yang bagus. Tangganya hanya ada satu atau dua, yaitu di Tirta Empul. Tetap perlu pendampingan untuk nyemplung ke air jika mau melukat. Di Singaraja ada di Air Sanih,” ujar Damai.

Pura Tirta Empul berlokasi di Desa Manukaya, Kecamatan Tampak Siring, Kabupaten Gianyar. Di area pura ini terdapat mata air alami yang kerap digunakan untuk pengelukatan. Air pancoran di Tirta Empul berjumlah 26 dengan kedalaman air setinggi pinggang orang dewasa.

Kata Damai, di area Pura Tirta Empul ada ramp atau bidang miring untuk pengguna kursi roda. Meski begitu, perlu ada pendampingan ketika masuk ke dalam air. Pasalnya, dasar air cukup licin.

Damai pun menambahkan, sangat langka menemukan wisata air alami yang bisa diakses difabel. Padahal difabel juga berhak mendapatkan akses ke tempat-tempat wisata, seperti mata air alami.

Hak penyandang disabilitas dalam mengakses lokasi wisata tercantum dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Pasal 16 huruf c undang-undang ini berbunyi, “mendapatkan kemudahan untuk mengakses, perlakuan, dan akomodasi yang layak sesuai dengan kebutuhannya sebagai wisatawan.”

Hak aksesibilitas juga ditekankan dalam Pasal 18, yaitu mendapatkan aksesibilitas untuk memanfaatkan fasilitas publik dan mendapatkan akomodasi yang layak sebagai bentuk aksesibilitas bagi individu.

Sayangnya, hak-hak tersebut hanya tertuang di atas kertas, tanpa ada implementasi. Menurut Damai, aksesibilitas dalam UU Penyandang Disabilitas hanya mimpi yang tertunda. “Pertanyaannya, ada niat nggak? Gitu aja,” tulisnya.

Meski jumlahnya sedikit, BaleBengong mencoba merangkum wisata air alami yang cukup bisa diakses. Beberapa tempat berikut tidak sepenuhnya bisa diakses oleh difabel, lansia, maupun anak-anak.

Tirta Empul

Tirta Empul berlokasi di Desa Manukaya, Kecamatan Tampak Siring, Kabupaten Gianyar. Kata Tirta Empul sendiri memiliki arti mata air suci yang timbul dari tanah. Akses ke tempat melukat cukup mudah karena jarak tempat parkir ke kolam sangat dekat.

Ada ramp atau bidang miring untuk pengguna kursi roda. Meski begitu, tetap perlu pendampingan ketika masuk area kolam. 

Tirta Empul mudah diskes untuk lansia. Namun, anak-anak perlu pendampingan juga karena tinggi air setinggi pinggang orang dewasa.

Tiket masuk ke Tirta Empul adalah Rp50.000 untuk orang dewasa dan Rp30.000 untuk anak-anak.

Air Sanih

Air Sanih atau Yeh Sanih berlokasi di Desa Sanih, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Singaraja. Tempat ini sudah dikenal sebagai objek wisata air bagi penduduk lokal. 

Keunikannya, Air Sanih dikelilingi oleh pantai. Namun, air yang ada di kolam bukan air asin, melainkan air tawar. Masyarakat setempat percaya, sumber Air Sanih berasal dari aliran air bawah tanah yang mengalir dari Danau Batur, Kintamani.

Ada dua kolam di Air Sanih, kolam untuk dewasa dan kolam anak-anak dengan tinggi 1 meter. Dari tempat parkir ke kolam ada beberapa anak tangga yang harus dilalui.

Tiket masuk ke Air Sanih adalah Rp10.000 untuk orang dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak.

Tirta Taman Mumbul, Sangeh

Taman Mumbul terletak di Banjar Brahmana, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Lokasinya tak jauh dari Sangeh Monkey Forest. Taman Mumbul merupakan sebuah kolam yang dihuni ribuan ikan. Air dari Taman Mumbul berasal dari klebutan atau tanah. Air ini juga digunakan sebagai irigasi pertanian.

Di sebelah timur Taman Mumbul ada Pancoran Solas yang digunakan sebagai tempat penglukatan. Dari lokasi parkir ke tempat penglukatan ada beberapa anak tangga yang mesti dilalui, sehingga tidak disarankan untuk pengguna kursi roda. 

Tidak ada biaya tiket masuk untuk melukat. Hanya ada parkir motor Rp2.000 dan sewa loker Rp10.000.

Pemandian Umum Tukad Arca

Tukad Arca berlokasi di Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Tukad Arca merupakan dam yang aliran airnya mengalir dari Gunung Agung. Di sini terdapat pemandian umum yang terbagi dalam beberapa kolam. Kedalaman kolam bermacam-macam, ada juga kolam untuk anak-anak.

Dari aksesibilitas, Tukad Arca tidak disarankan untuk pengguna kursi roda. Namun, jarak dari tempat parkir ke kolam masih bisa diakses oleh orang tua dan anak-anak. Jalur ke pemandian cukup landai, tidak curam.

Tukad Arca berlokasi di tengah-tengah sawah yang aliran airnya digunakan untuk irigasi. Maka dari itu, pengunjung dapat menikmati pemandangan sawah ketika berjalan dari lokasi parkir ke pemandian.

Tiket masuk hanya Rp10.000 per orang.

Air Terjun Taman Sari

Lagi-lagi, wisata air alami ini tidak disarankan untuk pengguna kursi roda. Namun, jumlah tangga menuju ke Air Terjun Taman Sari lebih sedikit dibandingkan air terjun lainnya di Bali.

Air terjun ini berlokasi di Desa Bakbakan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar. Dari lokasi parkir ke air terjun jaraknya sekitar 50 meter, melewati kurang lebih 30 anak tangga dengan durasi 3-5 menit. Tangga menuju air terjun sudah dilengkapi handrail atau pegangan.

Selain air terjun, di sini juga terdapat beji untuk melukat. Tiket masuk ke air terjun ini hanya Rp20.000 per orang.

sangkarbet sangkarbet
Tags: air terjun di baliakses difabelDifabelmelukat di Balipengelukatanwisata air
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Gusti Ayu Septiari

I Gusti Ayu Septiari

Suka mendengar dan berbagi

Related Posts

5 Waterfall Trip Bali Cocok untuk Liburan Akhir Tahun

5 Waterfall Trip Bali Cocok untuk Liburan Akhir Tahun

31 December 2025
Resensi Buku: Disabilitas dan Narasi Ketidaksetaraan

Resensi Buku: Disabilitas dan Narasi Ketidaksetaraan

4 November 2025
Dengan Telinga, Mereka Melihat Dunianya

Peran Screen Reader bagi Netra dan Minimnya Mesin yang Aksesibel

11 August 2025
Disabel Melawan Keterbatasan dengan Pertunjukan

Agar Suara Teruna Teruni, Forum Ibu PKK, dan Difabel tak Sekadar Formalitas

11 December 2024
Asa Sederhana: Trotoar dan Transportasi Publik Aman nan Inklusif di Pulau Turis

Asa Sederhana: Trotoar dan Transportasi Publik Aman nan Inklusif di Pulau Turis

26 June 2024
Difabel, Pandemi, dan Perjuangan Inklusi

Difabel, Pandemi, dan Perjuangan Inklusi

10 December 2021
Next Post
Penyebab Tanah Longsor di Desa Munduk

Penyebab Tanah Longsor di Desa Munduk

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Ajakan Wisata Laut Berkelanjutan di Blue Future Forum 2026

Ajakan Wisata Laut Berkelanjutan di Blue Future Forum 2026

15 September 2026
Apakah Tradisi Megibung akan Tergantikan dengan Prasmanan?

Apakah Tradisi Megibung akan Tergantikan dengan Prasmanan?

14 September 2026
Solidaritas Jurnalis Bali Panjatkan Doa untuk 5 Pewarta dan Kru Kapal yang Hilang Meliput Erupsi Anak Krakatau

Solidaritas Jurnalis Bali Panjatkan Doa untuk 5 Pewarta dan Kru Kapal yang Hilang Meliput Erupsi Anak Krakatau

14 September 2026
Nelayan Kusamba Bisa Jadi Tinggal Kenangan

Nelayan Kusamba Bisa Jadi Tinggal Kenangan

13 September 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia