
Ada ratusan titik wisata air di Bali, pantai, taman air, air terjun, pemandian air panas, hingga wisata arung jeram. Namun, tiap kali memutuskan pergi ke lokasi wisata air alami, rasanya otak berpikir berulang kali.
Apakah tempat tersebut mudah diakses oleh orang tua? Apakah mudah diakses anak-anak? Dan apakah mudah diakses oleh kaki yang sudah jarang olahraga ini?
Wisata air alami terbaik justru berada di lokasi yang sulit dijangkau. Ada yang berlokasi di lembah curam, hutan lebat, lereng gunung, bahkan di tempat yang belum tersentuh infrastruktur jalan.
Untuk memetakan wisata air alami yang bisa diakses penyandang disabilitas, lansia, dan anak-anak, saya mencoba bertanya kepada Wayan Damai. Damai merupakan pengguna kursi roda, aktif di Yayasan Cahaya Mutiara Ubud.
“Untuk pengguna kursi roda, berdasarkan pengalaman kita berwisata bersama teman-teman yayasan, jujur saja belum bertemu (wisata air alami) yang benar-benar bisa diakses,” kata Wayan Damai ketika dihubungi pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Dari pengalamannya mengunjungi berbagai tempat wisata air alami, hanya ada dua tempat yang dikatakan layak untuk difabel. Itu pun masih perlu bantuan dari pendamping.
“Hanya ada beberapa yang bagus. Tangganya hanya ada satu atau dua, yaitu di Tirta Empul. Tetap perlu pendampingan untuk nyemplung ke air jika mau melukat. Di Singaraja ada di Air Sanih,” ujar Damai.
Pura Tirta Empul berlokasi di Desa Manukaya, Kecamatan Tampak Siring, Kabupaten Gianyar. Di area pura ini terdapat mata air alami yang kerap digunakan untuk pengelukatan. Air pancoran di Tirta Empul berjumlah 26 dengan kedalaman air setinggi pinggang orang dewasa.
Kata Damai, di area Pura Tirta Empul ada ramp atau bidang miring untuk pengguna kursi roda. Meski begitu, perlu ada pendampingan ketika masuk ke dalam air. Pasalnya, dasar air cukup licin.
Damai pun menambahkan, sangat langka menemukan wisata air alami yang bisa diakses difabel. Padahal difabel juga berhak mendapatkan akses ke tempat-tempat wisata, seperti mata air alami.
Hak penyandang disabilitas dalam mengakses lokasi wisata tercantum dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Pasal 16 huruf c undang-undang ini berbunyi, “mendapatkan kemudahan untuk mengakses, perlakuan, dan akomodasi yang layak sesuai dengan kebutuhannya sebagai wisatawan.”
Hak aksesibilitas juga ditekankan dalam Pasal 18, yaitu mendapatkan aksesibilitas untuk memanfaatkan fasilitas publik dan mendapatkan akomodasi yang layak sebagai bentuk aksesibilitas bagi individu.
Sayangnya, hak-hak tersebut hanya tertuang di atas kertas, tanpa ada implementasi. Menurut Damai, aksesibilitas dalam UU Penyandang Disabilitas hanya mimpi yang tertunda. “Pertanyaannya, ada niat nggak? Gitu aja,” tulisnya.
Meski jumlahnya sedikit, BaleBengong mencoba merangkum wisata air alami yang cukup bisa diakses. Beberapa tempat berikut tidak sepenuhnya bisa diakses oleh difabel, lansia, maupun anak-anak.
Tirta Empul
Tirta Empul berlokasi di Desa Manukaya, Kecamatan Tampak Siring, Kabupaten Gianyar. Kata Tirta Empul sendiri memiliki arti mata air suci yang timbul dari tanah. Akses ke tempat melukat cukup mudah karena jarak tempat parkir ke kolam sangat dekat.
Ada ramp atau bidang miring untuk pengguna kursi roda. Meski begitu, tetap perlu pendampingan ketika masuk area kolam.
Tirta Empul mudah diskes untuk lansia. Namun, anak-anak perlu pendampingan juga karena tinggi air setinggi pinggang orang dewasa.
Tiket masuk ke Tirta Empul adalah Rp50.000 untuk orang dewasa dan Rp30.000 untuk anak-anak.
Air Sanih
Air Sanih atau Yeh Sanih berlokasi di Desa Sanih, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Singaraja. Tempat ini sudah dikenal sebagai objek wisata air bagi penduduk lokal.
Keunikannya, Air Sanih dikelilingi oleh pantai. Namun, air yang ada di kolam bukan air asin, melainkan air tawar. Masyarakat setempat percaya, sumber Air Sanih berasal dari aliran air bawah tanah yang mengalir dari Danau Batur, Kintamani.
Ada dua kolam di Air Sanih, kolam untuk dewasa dan kolam anak-anak dengan tinggi 1 meter. Dari tempat parkir ke kolam ada beberapa anak tangga yang harus dilalui.
Tiket masuk ke Air Sanih adalah Rp10.000 untuk orang dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak.
Tirta Taman Mumbul, Sangeh
Taman Mumbul terletak di Banjar Brahmana, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Lokasinya tak jauh dari Sangeh Monkey Forest. Taman Mumbul merupakan sebuah kolam yang dihuni ribuan ikan. Air dari Taman Mumbul berasal dari klebutan atau tanah. Air ini juga digunakan sebagai irigasi pertanian.
Di sebelah timur Taman Mumbul ada Pancoran Solas yang digunakan sebagai tempat penglukatan. Dari lokasi parkir ke tempat penglukatan ada beberapa anak tangga yang mesti dilalui, sehingga tidak disarankan untuk pengguna kursi roda.
Tidak ada biaya tiket masuk untuk melukat. Hanya ada parkir motor Rp2.000 dan sewa loker Rp10.000.
Pemandian Umum Tukad Arca
Tukad Arca berlokasi di Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Tukad Arca merupakan dam yang aliran airnya mengalir dari Gunung Agung. Di sini terdapat pemandian umum yang terbagi dalam beberapa kolam. Kedalaman kolam bermacam-macam, ada juga kolam untuk anak-anak.
Dari aksesibilitas, Tukad Arca tidak disarankan untuk pengguna kursi roda. Namun, jarak dari tempat parkir ke kolam masih bisa diakses oleh orang tua dan anak-anak. Jalur ke pemandian cukup landai, tidak curam.
Tukad Arca berlokasi di tengah-tengah sawah yang aliran airnya digunakan untuk irigasi. Maka dari itu, pengunjung dapat menikmati pemandangan sawah ketika berjalan dari lokasi parkir ke pemandian.
Tiket masuk hanya Rp10.000 per orang.
Air Terjun Taman Sari
Lagi-lagi, wisata air alami ini tidak disarankan untuk pengguna kursi roda. Namun, jumlah tangga menuju ke Air Terjun Taman Sari lebih sedikit dibandingkan air terjun lainnya di Bali.
Air terjun ini berlokasi di Desa Bakbakan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar. Dari lokasi parkir ke air terjun jaraknya sekitar 50 meter, melewati kurang lebih 30 anak tangga dengan durasi 3-5 menit. Tangga menuju air terjun sudah dilengkapi handrail atau pegangan.
Selain air terjun, di sini juga terdapat beji untuk melukat. Tiket masuk ke air terjun ini hanya Rp20.000 per orang.
sangkarbet sangkarbet










