
Pembaca layar atau disebut juga dengan screen reader, adalah sebuah rancangan aplikasi yang dibuat untuk memudahkan para penyandang disabilitas sensorik netra menggunakan ponsel pintar dan komputer. Aplikasi ini bertugas sebagai pengolah data tulisan yang tampil di layar untuk diubah menjadi keluaran suara yang dapat di dengar oleh pengguna. Kebanyakan penyedia aplikasi pembaca layar yang hadir saat ini, banyak menawarkan fitur yang sangat membantu nafigasi untuk lebih memudahkan penggunaan. Diantara banyak fitur yang hadir, sebagian besar dapat difungsikan pada alat yang digunakan, karena fungsi fitur tersebut sudah mengalami beberapa penyederhanaan.
Perkembangan aplikasi pembaca layar dimulai dari pembuatan fitur aksesibilitas untuk digunakan pada komputer. Aplikasi ini diberi nama jaws (job acces with speatch). Aplikasi ini diprakarsai oleh sebuah grup komunitas yang berada di Saint Peetersburg Amerika Serikat, pada tahun 1989 yang bernama freedom Scientific. Komunitas ini pertama kali menciptakan aplikasi ini ditujukan untuk pengguna MS DOS yang merupakan OS dari Microsoft yang saat itu digunakan. Kemudian berkembang penciptaannya untuk digunakan pada Windows 1.0, Windows NT, Windows 98, Windows ME atau Windows 2000, Windows XP, Windows Vista, Windows 7 dantiga yang terakhir Windows 8, Windows 8.1 dan Windows 10.
Disela-sela penciptaan dari Jaws yang diciptakan oleh Freedom Scientific, muncul sebuah komunitas baru yang bermarkas di Australia, komunitas ini menciptakan aplikasi yang diberi nama NVDA (Non Visual Desktop Acces). aplikasi ini diciptakan oleh komunitas yang diberi nama NV Acces. Mereka memulai membentuk aplikasi ini sejak tahun 1990-an sejak munculnya Windows 98 dan berkembang hingga saat keluarnya OS terbaru yaitu Windows 11.
Lain halnya dengan ponsel pintar. Perancangan aksesibilitas pembaca layar dimulai dari perancangan yang dibuat oleh Apple, yang membuat aplikasi ini dan diberi nama Voice Over. Aplikasi ini pertama kali dapat digunakan pada perangkat Iphone seri 3GS, Iphone 4, Iphone 4S dan hingga kini sudah dapat digunakan di Iphone 13 Pro Max.
Bagaimana dengan Android? Ternyata, android juga memiliki pembaca layar. Aplikasi ini tertanam dan sudah diproduksi oleh Google, sejak hadirnya Android OS 4.0.0 Icecream Sandwich. Rancangan aplikasi ini saat pertama kali muncul sampai sekarang dikenal sebagai Google Talkback.
Perangkat-perangkat ini sama-sama memiliki fungsi yang dapat menjadikan keseharian para penyandang disabilitas sensorik netra lebih produktif, karena mereka dapat mengakses informasi dari manapun.
Dengan menggunakan fitur dari pembaca layar, mereka dapat melakukan berbagai hal dengan perangkat yang mereka miliki. Seperti: membaca pesan baik itu dari SMS, Whatsapp, dan pesan singkat dari Facebook. Selain membaca pesan, fitur aksesibilitas ini dapat difungsikan sebagai pemandu ketika mereka melakukan aktifitas belanja online, dengan mengunakan aplikasi took online yang saat ini digunakan oleh seluruh masyarakat.
Namun, dari semua kelebihan yang terdapat pada pembaca layar yang tersedia di masing-masing perangkat, masih ada banyak hal yang harus dikembangkan oleh penyedia. Seperti: menambahkan fitur baca gambar yang disempurnakan, dapat mengenali opjek dengan deskripsi yang lebih akurat, dan menambahkan fitur pengenalan gesture untuk menambah pintasan agar dapat dipahami sebelum mengunakan aplikasi ini.
Seiring dengan berkembangnya perangkat ponsel pintar dan computer dengan dilengkapi pembaca layar, realitanya masih banyak mesin-mesin public yang sering digunakan oleh para penyandang disabilitas sensorik netra yang belum menggunakan system aksesibilitas ini. Seperti: ATM, Loket Micropari dari Telkomsel, dan mesin public yang lain.
Seperti yang terjadi di luar Indonesia, mesin ATM di sana sangat ramah disabilitas, karena masing-masing mesin sudah dilengkapi dengan sebuah lubang untuk memasang Hed Phone untuk mengaktifkan fitur pembaca layar dan menjadi keluaran suara dari aplikasi ini. Jadi kerahasiaan transaksi seperti pin dan kode tetap terjaga. Pengalaman menggunakan mesin public ini di Indonesia harus gencar dilakukan pengadaan, karena ini merupakan keharusan yang patut diterapkan oleh pemerintah dan perusahaan perbankan Indonesia.
Dengan adanya rancangan ini, para disabilitas sensorik netra yang memiliki akun rekening tidak akan kesusahan untuk melakukan transaksi. Karena saat ini, pihak perbankan telah banyak melakukan penggantian mesin ATM, sehingga sekarang, yang biasanya sudah dapat dioprasikan oleh para penyandang disabilitas netra dengan tombol berkode huruf Braille, kini telah berganti menjadi non akses karena sudah berganti menjadi mesin ATM yang dilengkapi dengan fitur setor dan tarik menggunakan layar sentuh. Layar sentuh merupakan hutan sesat bagi para penyandang disabilitas sensorik netra yang ingin menggunakan mesin ini. Maka, inilah peran penting pembaca layar yang disediakan oleh pihak bank, untuk memudahkan dalam penggunaan mesin ATM.
Mudah-mudahan, dengan adanya artikel ini, pemerintah Indonesia dapat melakukan pengadaan mesin yang aksesibel di setiap daerah di seluruh provinsi di Indonesia.
kampungbet rtp live palembangpafi sangkarbet sangkarbet bandungpafi










