• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, April 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Refleksi Singkat Kemacetan Sanur 2024

Rainitha by Rainitha
10 July 2024
in Kabar Baru, Lingkungan, Opini
0
0

Penulis: Rain

Banyak mobil, banyak maut, artinya banyak rezeki, oek. Pariwisata Bali bangkit. Inilah cuplikan pembicaraan saya dengan beberapa pengemudi aplikasi online setiap hari saya melintas by Pass Sanur-Pelabuhan-Sanur untuk kegiatan sehari-hari saya. Jarak 3 kilometer yang biasa saya tempuh selama 10 menit, kini berganti menjadi 30 menit karena padatnya kendaraan khususnya di jam-jam padat. 

Saya merasa terguncang karena tampaknya kemautan ini dinormalisasi, bahkan alih-alih dijadikan tolak ukur keberlangsungan ekonomi pariwisata yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian. Saya merasa bingung dan resah, terutama sebagai warga lokal yang tidak bisa mengendarai dan memilih tidak mengemudi. Saya tidak punya banyak opsi. 

Banyak yang hilang Sanur berubah, tapi banyak juga yang bilang, “ya ini kan dampak Bali yang berkembang sejak pandemi ya terima sajalah”. Tadinya saya berpikir, Sanur adalah pengecualian karena dengan reputasinya sebagai “kawasan pensiun” atau “wisata sepuh” yang tenang dan aman untuk keluarga.

Sanur tidak mengalami gratifikasi, urbanisasi, dan perubahan pesat seperti kantong-kantong konservasi ekonomi pariwisata baru seperti Canggu, Pererenan, Seseh dan Ubud yang marak dibicarakan dan disoroti berbagai media akhir-akhir ini. Ternyata perubahan Sanur datang juga di Sanur. 

Padahal Sanur merupakan gerbang pariwisata pertama Bali dibuka untuk dimana di awal tahun 1960-an. Kala ini dan berdasarkan cerita-cerita orang tua, Pantai Sanur masih asri, pesisir dipadati aktivitas nelayan. Perlahan pembangunan resort dan hotel/guest  house  berkembangdan menjadikan Sanur sebagai kawasan wisata yang terbilang “adem ayem” dibanding wilayah lain. 

Pasca pandemi kerap saya mendengar narasi masterplan dan wacana membangun Sanur melalui wonsup wellness pendirian pelabuhan, shopping mall, beach club mingga wondaminium. Perlu diingat bahwa saya mendukung perubahan dan modernisasi dalam kadar yang tepat dan untuk urgensi dan pemanfaatan yang sebaik-baiknya. 

Akhir-akhir ini saya merasa tersesat karena sebenarnya pembangunan ini berorientasi kepada apa? Siapakah yang diuntungkan? Saya yakin kemacetan dan arus lalu lintas hanyalah satu dampak dari pembangunan yang rasanya terlalu cepat, masih banyak aspek lain yang mungkin tidak bisa saya curahkan satu persatu. Kesempatan ini saya jadi bertanya-tanya apakah para developer perubahan kebijakan, pemodal memikirkan tentang bagaimana project mereka mempengaruhi dampak lalu lintas? Apakah ini sebuah pemikiran yang bisa diubah di masa depan? Atau memang jalan yang maut maraknya bangunan ini adalah tolak ukur keberhasilan ekonomi pariwisata kita?

Akhir-akhir ini saya merasa tersesat karena sebenarnya pembangunan ini berorientasi kepada apa? Siapakah yang diuntungkan? Saya yakin kemacetan dan arus lalu lintas hanyalah satu dampak dari pembangunan yang rasanya terlalu cepat, masih banyak aspek lain yang mungkin tidak bisa saya curahkan satu persatu. Kesempatan ini saya jadi bertanya-tanya apakah para developer perubahan kebijakan, pemodal memikirkan tentang bagaimana project mereka mempengaruhi dampak lalu lintas? Apakah ini sebuah pemikiran yang bisa diubah di masa depan? Atau memang jalan yang maut maraknya bangunan ini adalah tolak ukur keberhasilan ekonomi pariwisata kita?

kampungbet
Tags: KJW 2024macet di balipariwisata baliWRI Indonesia
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Rainitha

Rainitha

Related Posts

Refleksi Melasti: Tradisi dan Budaya Mengalah atas Nama Pariwisata

Refleksi Melasti: Tradisi dan Budaya Mengalah atas Nama Pariwisata

11 April 2026
matan AI

Mengapa Kaum Terdidik Bungkam (di Bali)?

25 March 2026

Situasi Pariwisata Bali Kini dari Pernyataan Gubernur

27 February 2026
Memperjuangkan Bali Bebas Macet: Catatan Akhir Tahun demi Transportasi Berkelanjutan di Bali

Memperjuangkan Bali Bebas Macet: Catatan Akhir Tahun demi Transportasi Berkelanjutan di Bali

13 December 2025
Rencana Aksi Ketahanan Pariwisata Bali

Dua Wajah Bali: Pariwisata Berbasis Budaya dan Budaya Berbasis Pariwisata

30 November 2025
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Next Post
Lima Kegiatan Asyik Melali di Pantai Sanur

Refleksi Singkat Kemacetan Sanur 2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

18 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Bali dan Histeria Festival

17 April 2026
Pulau Bali pun Rentan Tenggelam

El Niño “Godzilla”: Ketika Monster Iklim Mengancam Pulau Dewata

16 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

15 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia