• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, May 11, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Rebho dan Ironi Lapangan Golf di Bali

Anton Muhajir by Anton Muhajir
16 August 2014
in Berita Utama, Foto, Kabar Baru, Sosok
0
0
rebho-dinding-pembatas-LR
I Wayan Rebho duduk di pagar yang membatasi rumahnya dan lapangan golf. Foto diambil Maret 2008.

I Wayan Rebho serupa anomali di Bali.

Ketika sebagian orang di Bali berlomba menjual tanahnya untuk pariwisata, Rebho justru menolak menjual tanahnya meskipun dia diintimidasi dan bahkan masuk penjara karena itu.

rebho-sendiri-LR
Rebho dan keluarganya termasuk satu dari sedikitnya lima keluarga yang masih bertahan di tengah kepungan lapangan golf.

Sejak sekitar 1996, petani di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung ini menolak menjual tanahnya kepada investor yang ingin membangun kawasan pariwisata di tanahnya. Meskipun ratusan petani lain sudah menjual tanahnya, Rebho memilih tetap bertahan.

rebho-melintas-lapangan-LR
Rebho bersama anak perempuannya melewati lapangan golf ketika menuju pura keluarga. Foto diambil Juni 2008.

Akibatnya, dia pernah dipenjara hingga tiga bulan. Rumahnya dibongkar paksa oleh investor. Kini, Rebho menjadi satu dari sekitar lima keluarga yang masih bertahan di tengah kepungan kawasan elite di Ungasan tersebut.

rebho-melihat-lapangan-golf-LR
Dari lantai dua rumahnya, Rebho melihat lapangan golf di belakang rumahnya. Bola golf sering merusak genteng rumahnya meskipun sudah ada jaring pembatas.

Berada di tengah kepungan lapangan golf bukan hal mudah. Rumahnya sering terkena bola golf hingga genteng rumahnya pecah. Dulu, dia harus naik turun pagar setinggi sekitar 2 meter yang dibangun pengembang ketika mau keluar masuk rumahnya.

rebho-reruntuhan-sanggah-LR
Rebho menunjukkan reruntuhan sanggah di tengah semak belukar di bekas tanahnya sebelum digusur pemilik lapangan golf.

Dia juga harus melewati lapangan golf ketika menuju pura Beten Kepah milik keluarganya tiap kali mau sembahyang, terutama saat odalan yang bertepatan dengan Pagerwesi.

rebho-rumah-bedeng-LR
Kandang milik keluarga Rebho yang dikepung pagar pemilik lapangan golf.

Pekan lalu, dia menunjukkan hal yang masih sama. Genteng rumah yang rusak akibat kena bola golf dan reruntuhan sanggah (tempat sembahyang) di bekas tanah miliknya.

By the way, berikut adalah surat pembaca yang ditulis berdasarkan permintaan dan ditanda tangani Pak Rebho tentang rumahnya yang sering kena bola golf.

Surat Pak Rebho

Tags: BadungPariwisataSosokYang Tak Bersuara
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Pulau Wisata ini Ditutup Sementara untuk Perbaikan Kualitas Lingkungan  akibat Overtourism

Pulau Wisata ini Ditutup Sementara untuk Perbaikan Kualitas Lingkungan akibat Overtourism

8 April 2026
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
A Day in My Life, 140.000 untuk Segelas Keringat Pekerja Harian

A Day in My Life, 140.000 untuk Segelas Keringat Pekerja Harian

9 June 2025

Bali Hampir Habis, Semenjana dan Tergantikan

4 January 2025
Apakah Pendidikan Kita Sudah Siap Berkolaborasi dengan Teknologi?

Apakah Pendidikan Kita Sudah Siap Berkolaborasi dengan Teknologi?

8 September 2024
Next Post
Buku-buku Alternatif di Taman Baca Kesiman

Buku-buku Alternatif di Taman Baca Kesiman

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aksi Kamisan Bali ke-66: Reaktivasi Berjuang tak Gentar

Aksi Kamisan Bali ke-66: Reaktivasi Berjuang tak Gentar

11 May 2026
Film Pendek Menapak di Sesi Cinéma de Demain, Festival de Cannes 2026

Film Pendek Menapak di Sesi Cinéma de Demain, Festival de Cannes 2026

10 May 2026
Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

9 May 2026
Nelayan di Danau Batur Kehilangan Pekerjaan Akibat Red Devil

Nelayan di Danau Batur Kehilangan Pekerjaan Akibat Red Devil

8 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia